اَيُّهَا الْوَلَدُ الْمَحْبُوْبُ : لَقَدْ عَرَفْتَ قَدْرَ مَحَبَّةِ وَالِدَيْكَ لَكَ، وَمَا قَامَابِهِ فِي سَبِيْلِ تَرْبِيَتِكَ، فَيَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تُقَابِلَ هَذَا الْإِحْسَانِ بالْإِحْسَانِ، وَأَنْ تَقُوْمُ بِكُلِّ مَا تَسْتَطِيْعُ فِي بِرِّهِمَا، وَمَعَ ذَلِكَ تَشْهَدُ الْفَضْلَ وَالْمِنَّةَ لَهُمَا، وَتَعْتَرِفُ أَنَّكَ مَا قُمْتَ تَمَامًا بِحُقُوْقِهِمَا، فَاعْمَلْ بِهَذِهِ النَّصَائِحِ :
Wahai anak tercinta, sungguh engkau telah mengetahui kadar kecintaan orangtuamu terhadapmu dan apa yang telah dilakukan didalam mendidikmu maka wajib atasmu membalas ikebaikan ini dengan kebaikan dan agar engkau melakukan segala yang engkau bisa dalam berbakti kepada keduanya dan bersama itu engkau tetap memandang keutamaan dan banyaknya kebaikan kepadai keduanya. Dan merasa bahwasanya engkau belum memenuhi hak-hak mereka berdua secara sempurna, maka kerjakanlah nasehat ini:
1- أَنْ تُحِبُّهُمَا مِنْ صَمِيْمِ قَلْبِكَ، وَتَحْتَرِمَهُمَا غَايَةَ الْإِحْتِرَامِ، وَتُعَامِلَهُمَا بِكُلِّ شَيْءٍ يُفَرِّحُ قُلُوْبَهُمَا، وَتَحْتَرِزَ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ يُكَدِّرُهُمَا وَتُصْغِيَ إِلَي نَصَا ئِحِهِمَا، وَتُبَادِرَإِلَي امْتِثَالِ أَوَامِرِهِمَا، وَقَضَاءِ حَوَائِبِهِمَا،وَتُصَافِحَهُمَا كُلَّ صَبَاحٍ وَمَسَاءٍ، وَتُقَابِلَهُمَا بِوَجْهٍ بَسَّامٍ، وَتَدْعُوْلَهُمَا بِطُوْلِ الْعُمْرِ، فِي خَيْرٍ وَعَا فِيَةٍ، وَبِحُصُوْلِ مَقَاصِدِهِمَا، وَبِأَنْ يَجْزِيَهُمَا اللَّهُ خَيْرَ الْجَزَاءِ، عَلَي حُسْنِ تَرْبِيَتِهِمَا.
1. Cintailah mereka berdua dari dalam hatimu, dan hormati mereka dengan penuh penghormatan, dan perlakukan mereka dengan segala sesuatu yang membuat hati mereka bahagia, dan hindarilah apapun yang membuat hati mereka menjadi keruh , dengarkanlah nasihat-nasihat mereka, segera untuk mematuhi perintah-perintah mereka, dan menunaikan hajat-hajat mereka, dan bersalaman dengan mereka setiap pagi dan sore, temui mereka dengan wajah yang berseri-seri, doakan mereka agar panjang umur dalam kebaikan dan kesehatan serta tercapai cita-cita mereka, dan doakan agar Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan atas sebaik-baik didikan mereka.
2- وَأَنْ تَعَلَمَ أَنَّ بَقَاءَ وَالِدَيْكَ نِعْمَةٌ لَكَ مِنَ اللَّهِ عَظِيْمَةٌ، وَبَرْكَةٌعَلَيْكَ وَرَحْمَةُ تَتَمَتَّعُ بِالنَّظَرِ إِلَيْهِمَا، وَفيِ ذَلِكَ ثَوْابٌ عَظِيْمٌ، كَمَا فِي الْحَدِيْثِ :
«مَامِنْ رُجُلٍ يَنْظُرُ إِلَي وَجْهِ وَالِدَيْهِ نَظَرَ رَحْمَةٍ، إِلَّا كِتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَجَّةَ مَقْبُوْلَةً مَبْرُوْرَةً »وَتُصَافِحَهُمَا كُلَ يَوْمٍ، وَتُشَاوِرُهُمَافِي اُمُورِكَ، وَ تُدْخِلُ السُّرُوْرَ عَلَيْهِمَا، وَ تَقْضِى حَوَائِجَهُمَا، وَ يَدْعُوَانِ لَكَ بِكُلِّ خَيْرٍ، فَمَا أَعْظَمَ هَذِهِ النِّعَمَ! وَمَا أَجْزَلَ هَذَ االثَّوَابَ! فَحَقًّا لَايَعْرِفُ الْوَلَدُ مَبْلَغَ النِّعْمَةِ بِوُجُوْدِ وَالِدَيْهِ : إِلَّا إِذَا فَقَدَهُمَا، فَهُنَاكَ يُحَسُّ بِاالْخَسَارَةِ الْعَظِيْمَةِ، وَالْحُزْنِ الشَّدِيْدِ عَلَي فِرَاقِهِمَا
2. ketahuilah bahwa hidup kedua orang tuamu merupakan nikmat yang besar untukmu dari Allah SWT, dan juga keberkahan dan rahmat bagimu dan engkau bisa mendapatkan kenikmatan dengan memandang wajah keduanya dan di dalam hal itu ada pahala yang besar sebagai mana dalam hadits “tidaklah seseorang yang memandang kepada wajah kedua orang tuanya dengan pandangan kasih sayang, melainkan Allah catatkan baginya karena hal tersebut pahala haji yang diterima dan mabrur”, jabatlah tangan mereka setiap hari, musyawarahkanlah kepada mereka tentang urusan-urusanmu, berikan kebahagiaan pada mereka, tunaikan hajat-hajat mereka dan mereka mendoakanmu dengan semua kebaikan. maka alangkah besarnya nikmat ini! dan alangkah banyaknya pahala ini! sungguh seorang anak tidak mengetahui jumlah kenikmatan dengan adanya kedua orang tua, kecuali ia kehilangan mereka, maka pada saat itu dia akan merasakan kerugian yang besar dan kesedihan yang mendalam atas perpisahan dengan mereka.
3- وَاَنْ تَسْتَعْمِلَ الْأَدَبَ مَعَهُمَا فِي كُلِّ وَقْتٍ : فَلَا تَسْتَدْ بِرَهُمَا وَلَا تَدْعُوْهُمَا بِاسْمِهِمَا ، وَلَا تَضْحَكَ بِحَضْرَتِهِمَا ، فِي غَيْرِمَوْضِعِ الضَّحِكِ، أَوْ بِصَوْتٍ شَدِيْدٍ، وَلَا تَنْظُرَ إِلَيْهِمَا بِعَيْنٍ حَادَّةٍ، وَلَا تَكْذِبَ عَلَيْهِمَا، أَوْ تَشْتِمَهُمَا اَوْتَتَكَلَّمَ مَعَهُمَ بِكَلَامِ قَبِيْحٍ، أَوْ تَرْفَعَ صَوْتَكَ فَوْقَ صَوْتِهِمَا، قَالَ اللَّهُ تَعَالَ : (وَقَضَي رَبُّكَ أَنْ لَا تَعْبُدُوْإِلَّاإِيَّاهُ، وَ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا، إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا، فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا، وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا، وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ، وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا، كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا)
3. hendaklah gunakan adab kepada mereka setiap waktu, maka janganlah engkau membelakangi mereka, dan jangan memanggil mereka dengan namanya, janganlah kamu tertawa dihadapan mereka yang bukan pada tempatnya atau bersuara keras, janganlah engkau memandang mereka dengan pandangan yang tajam, jangan berbohong kepada mereka, atau memaki mereka, atau berkata kepada mereka dengan perkataan yang buruk, atau meninggikan suaramu diatas suara mereka. Allah Ta’ala berfirman: ( “dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah : wahai rabb, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil” )(al-israa’ : 23-24)
4- اِحْرِصْ دَائِمًا عَلَي رِضَي وَالِدَيْكَ : بِأَنْ تَجْتَهِدَ فِي مُطَالَعَةِ دُرُوْسِكَ، وَتَذْهَبَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَي الْمَدْرَسَةِ، وَتُحَافِظَ عَلَي كُتُبِكَ وَمَلَا بِسِكَ، وَجَمِيْعِ أَدَاوَاتِكَ، وَتُرَتِّبَهَا فِي مَوَاضِعَهَا، وَلَا تُغَيِّرَأَْوتُضَيِّعُ شَيْئًا مِنْهَا، وَتَعْمَلَ فِي الْمَنْزِلِ وَخَارِجِهِ كُلَّ شَيْءٍ يُفَرِّحُهُمَا ، وَلَا تُؤْذِيَ أَحَدًا مِنْ إِخْوَتِكَ وَ أَخَوَاتِكَ، أَوِالْأَخْدَامِ، وَلَا تَتَخَاصَمَ مَعَ أَبْنَاءِ جِيْرَانِكَ، أَوْ زُمَلَائِكَ فِي الْمَدْرَسَةِ.
4. berusahalah selalu memperoleh ridha kedua orang tuamu, dengan bersungguh-sungguh dalam mempelajari pelajaran-pelajaranmu, pergi ke sekolah setiap hari, memelihara buku-bukumu, pakaian-pakaianmu dan semua peralatanmu, hendaklah engkau merapihkannya pada tempatnya,janganlah merusaknya atau menghilangkan sesuatu darinya, dan kerjakanlah sesuatu yang menggembirakan mereka didalam atau di luar rumah, jangan mengganggu salah satu dari saudara saudaramu yang laki maupun perempuan, atau pelayan, jangan lah engkau bertengkar dengan anak-anak tetanggamu dan teman-temanmu disekolah.
5- إِذَاطَلَبَتَ مِنْ وَالِدَيْكَ شَيْئًا، فَلَا تَطْلُبْهُ أَمَامَ النَّاسِ، وَإِذَا لَمْ يُعْطِيَاكَ مَطْلُوْبَكَ فَاسْكُتْ، لِأَ نَّهُمَا أَعْرَفُ بِمَصَالِحِكَ، وَاحْذَرْ أَنْ تَغْضَبَ، فَتُهَمْهِمََ أَوْ تُعَبِّسَ وَجْهَكَ، وَإِذَا جَلَسْتَ أَمَامَهُمَا فَأَحْسِنْ هَيْئَةَ جُلُوْسِكَ، وَلَا تَضَعْ رِجْلًا عَلَي رِجْلٍ، وَلَا تَجْلِسْ وَهُمَا قَائِمَانِ، وَلَا تَمْشِ وَهُمَا وَرَاءَكَ، وَإِذَا دَعَاكَ أَحَدُهُمَا، فَاَسْرِعْ إِلَي إِجَابَتِهِ، وَلَا تَتَبَاطَّأْأَوْتَتَصَامَمْ، أَوْ تَسْأَمْ مِنْ تَكْرَارِ الدَّعْوَةِ، وَاحْذَرِ غَايَةَ الْحَذَرِ : أَنْ تَسُبَّ أَبَا أَحَدٍ أَوْ أُمَّهُ، لِئَلَّا يَسُبَّ وَالِدَيْكَ فَتَكُوْنَ أَنْتَ السَّبَبَ فِي ذَلِكَ وَفِي الْحَدِيْثِ : « مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ، قَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ، وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ : نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ، فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَ يَسُبُّ أُمَّهُ، فَيَسُبُّ أُمَّهُ
5. jika engkau mminta sesuatu dari kedua orangtuamu, maka janganlah engkau memintanya di depan manusia dan jika mereka tidak memberikan permintaanmu maka diamlah. karena mereka lebih mengetahui kemaslahatan darimu, dan janganlah engkau marah, menggearutu dan berwajah masam. jika engkau duduk didepan keduanya, maka perbaguslah cara dudukmu, jangan mengangkat kaki diatas kaki, jangan engkau duduk sedangkan mereka berdiri, janganlah engkau berjalan sedangkan mereka di beakangmu, apabila salah satu dari mereka memanggilmu segeralah menjawabnya jangan berlambat-lambat atau berpura-pura tidak mendengar mereka atau bosan dengan panggilan yang berulang-ulang, waspadalah dengan sangat untuk tidak memaki ayah seseorang atau ibunya agar ia tidak memaki orang tuamu yang engkau menjadi sebab dalam hal itu dan di dalam hadits: ( ”termasuk dosa besar adalah orang yang memaki ibu bapaknya.” Orang-orang berkata , “ya rasuullah, apakah ada orang memaki ibu bapaknya ?”, “beliau menjawab ya, jika ia memaki ayah seseorang, lalu orang itu memaki ayahnya. Dan jika ia memaki ibu orang itu, lalu orang itu memaki ibunya” ).
6- إِذَا كَبِرَتْ، وَابْتَدَأْتَ تَشْتَغِلُ، فَعَلَيْكَ بِمُسَاعَدَةِ وَالِدَيْكَ، وَابْذُلْ فِيْهَا غَايَةَ اسْتِطَاعَتِكَ، وَاعْتَنِ بِبِرِّ أُمِّكَ أَكْثَرَ مِنْ أَبِيْكَ، لِاَنَّهَا أَعْظَمُ شَفَقَةً، وَأَشَدَّ مِنْهُ تَعَبًا فِي تَرْبِيَتِكَ.
وَجَاءَ رَجُلٌ إِلَي لنَّبِيِّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ : أُمُّكَ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ : أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ : أُمُّكَ ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أَبُوْكَ. وَإِذَا مَاتَ أَحَدُ الْوَالِدَيْنِ أَوْكِلَاهُمَا، فَيَجِبُ عَلَي الْوَلِدِ أَنْ يَبِرَّهُمَا بِالدُّعَاءِوَالْإِسْتِغْفَارِ، وَالصَّدَقَةِ عَنْهُمَا.
وَفِي الْحَدِيْثِ : سَأَلَ رَجُلٌ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْ اللَّهِ، هَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبِرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ وَفَا تِهِمَا؟ قَالَ نَعَمْ ، الصَّلَاةُ َعَلَيْهِمََ وَلْاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُعَهْدَهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيْقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ لَا تُوْصَلُ إِلَّا بِهِمَا.
6. apabila engkau sudah besar dan mulai bekerja, maka engkau harus membantu kedua orang tuamu, dan kerahkan semua kemampuanmu dalam hal tersebut dan perhatikanlah bakti kepada ibumu lebih banyak dari pada ayahmu karena ia lebih besar kasih sayangnya dan lebih banyak merasakan keletihan melebihi ayahmu dalam mendidikmu.
Datang seorang laki-laki kepada Nabi saw lalu berkata : Wahai Rasulullah siapakah yang orang lebih berhak mendapatkan perlakuan yang baik dariku ? Lalu Nabi saw berkata : ibumu, orang itu berkata lagi : lalu siapa ? Nabi saw berkata : ibumu, ia bertanya lagi : lalu siapa ? Nabi berkata : ibumu, ia bertanya lagi : lalu siapa ? Nabi saw menjawab : ayahmu. Dan jika salah satu dari orang tua telah meninggal ataupun keduanya, maka wajib bagi seorang anak untuk berbakti Kepada mereka dengan mendoakan mereka dan memohon ampun bagi mereka, dan bersedekah untuk keduanya
Dan dalam sebua hadits : seseorang bertanya kepada Nabi saw ia berkata : Wahai Rasulullah adakah yang tersisa atasku dari cara berbakti kepada orangtua yang aku bisa lakukan hal tersebut untuk berakti kepada mereka setelah kewafatan mereka ? Nabi saw menjawab : ya ada ( yaitu ) mendoakan mereka, dan memohon ampunan bagi mereka, dan melaksanakan janji mereka,dan memuliakan temannya dan menyambung silaturrahmi yang tak akan tersambung kecuali karena mereka.
7- إِذَا قُمْتَ بِبِرِّوَالِدَيْكَ : نِلْتَ رِضَا اللَّهِ تَعَالَي، وَثَوَابُهُ الْعَظِيْمَ. وَ فِي الْحَدِيْثِ : رِضَا اللَّهِ فِي رِضَاالْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ. وَ فِي الْحَدِيْثِ الآخَرِ : ” بِرُّالْوَالِدَيْنِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَالصَّوْمِ وَالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ وَالْجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ» وَسَوْفَ يَبِرُّكَ أَوْلَادُكِ فِي الْمُسْتَقْبَلِ، كَمَا فِي الْحَدِيْثِ : «بِرُّواآبَاؤُكُمْ، تَبَرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ»
وَأَمَّا عُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ : فَمِنْ أَكْبَرِ الذُّنُوْبِ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : «أَكْبَرُالْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ». وَقَالَ اَيْضًا : «إِيَّكُمْ وَعُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّ رِيْحَ الْجَنَّةِ يُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَلْفِ عَامٍ، وَاللهِ لَا يَجِدُهَا عَاقٌّ ، وَلَا قَاطِعَ رَحِمٍ». وَقَالَ أَيْضًا : «مَلْعُوْنٌ مِنْ عَقَّ وَالِدَيْهِ».
7. Jika engkau telah menjalankan bakti kepada orang tuamu, engkau kan mendapatkan keridhoan dari Allah swt dan juga mendapatkan pahalanya yang besar. Dan dalam sebuah hadits : keridhoan Allah terletak pada keridhoan orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua.
Dan dalam hadits yang lain : ( “berbakti kepada orang tua itu lebih utama dari sholat,sedekah,puasa,haji dan umroh maupun jihad di jalan Allah” ). Dan anak anakmu akan berbakti kepadamu di masa yang akan dating, seperti dalam sebuah hadits : ( “berbaktilah kepada orangtua mu maka anak anak mu akan berbakti kepadamu” ).
Dan adapun durhaka kepada orangtua : maka itu termasuk dosa besar. Nabi saw besabda : ( “ yang paling besar dari dosa dosa besar adalah syirik kepada Allah da durhaka orangtua” ). Dan Nabi saw juga bersabda : ( “jauhilah olehmu durhaka kepada orangtua karena sesungguhnya wangi surga bisa didapatkan dari jarak 1000 tahun, Demi Allah itu tak akan didapatkan oleh anak yang durhaka ataupun orang yang memutus silaturrahmi” ). Dan Nabi saw juga bersabda : ( terlaknat orang yang durhaka kepada orangtua nya ).
8- وَإِذَا حَصَلَتْ مِنْكَ زَلَّةٌ نَحْوَ وَالِدَيْكَ : فَبَادِرْ بِطَلَبِ الْعَفْوَ مِنْهُمَا، مَا زَالَا فِي قَيْدِ الْحَيَاةِ، وَعَاهِدْ نَفْسَكَ عَلَي أَنْ لَا تَعُوْدَ إِلَي مِثْلِهَا، فَإِنَّ عُقُوْبَةَ الْعُقُوْقِ مُعَجَّلَةٌ فِي الدُّنْيَا، لَا سِيَّمَا بَعْدَ وَفَاةِ الْوَالِدَيْنِ.
وَفِي الْحَدِ يْثِ : (( كُلُّ الذُّ نُوْبِ يُؤَخِّرُاللهُ مِنْهَا, مَاشَاءَإِلَى يَوْمَاالْقِيَمَةِ,اِلَّا عُقُوْ قَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّ اللهَ يُعَجِّلُهُ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ» وَجَاءَ رَجُلٌ إِلَي النَّبِيِّ صَلَي اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَطْلُبُ الْبَيْعَةُ عَلَي الْهِجْرَةِ وَقَالَ مَا جِئْتُكَ حَتَّي أَبْكَيْتُ وَالِدَيَّ. فَقَالَ : «اِرْجِعْ إِلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتُهُمَا»
8. Dan jika kamu melakukan sebuah kesalahan kepada orangtua mu maka segeralah untuk meminta maaf dari keduanya selama mereka masih hidup, dan berjanjilah pada dirimu untuk tidak mengulangi hal seperti itu lagi, karena sesungguhnya hukuman bagi orang yang durhaka itu dipercepat di dunia apalagi setelah kewafatan kedua orangtua.
Dan dalam sebuah hadits : ( setiap dosa ada yang Allah tangguhkan hukumannya sampai hari kiamat kecuali durhaka pada orangtua,sesungguhnya Allah akan mempercepat hukumannya bagi orang tersebut pada kehidupannya sebelum ia mati ).
Dan datang seseorang kepada Nabi saw meminta pembai’atan untuk berhijrah dan ia berkata : tidaklah aku datang kepadamu kecuali aku telah membuat mereka menangis. Maka Nabi saw berkata : ( pulanglah kepada mereka maka buatlah mereka tertawa seperti engkau membuat mereka menangis ).
9- لَاشَيْءَ أَسَرُّ لِلْوَالِدَيْنِ مِنْ أَنْ يَرَيَا وَلَدَهُمَا قُرَّةَ عَيْنٍ : بَارًّا مُطِيْعًا، أَدِيْبًا نَجِيْبًا، فَاجْتَهِدْ أَنْ تَكُوْنَ كَذَلِكَ، وَاطْلُبْ مِنْهُمَا الدُّعَاءَ حَتَّي تَبْلُغَ غَايَةَ آمَالِكَ
وَ فِي الْحَدِيْثِ : «دُعَاءُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ، كَدُعَاءِ النَّبِيِّ لِأُمَّتِهِ»
9. Tidak ada sesuatu yang lebih membahagiakan orangtua melebihi dari saat mereka melihat anak mereka menjadi penyejuk hati, berbakti dan taat, beradab dan hebat, maka berusahlah untuk menjadi seperti itu, dan mintalah doa dari mereka sehingga engkau bisa menggapai puncak cita citamu.
Dan dalam sebuah hadits : ( doa orangtua untuk anaknya , seperti doa Nabi untuk ummatnya ).
============================================








