1- كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ مَا نَهَرَ خَادِمًا قَطُّ. قَالَ أَنَسٌ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ : خَدَمْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِيْنَ، فَمَا قَالَ لِى : أُفٍّ قَطُّ، وَلَا قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ : لَمْ صَنَعْتَهُ؟ وَلَا لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ : لِمَ تَرَكْتَهُ؟ وَلَا لَامَنِى نِسَاؤُهُ. إِلَّا قَالَ : دَعُوْهُ إِنَّمَا كَانَ هَذَا بِكِتَابٍ وَقَدَرٍ
1). Rasulullah SAW itu tidak pernah membentak pembantunya. Anas ra berkata : aku pernah menjadi pembantu nabi Muhammad s.a.w selama 10 tahun dan dia tidak pernah berkata ‘’AH’’ sekalipun dan tidak pernah berkata kepada ku atas sesuatu yang aku kerjakan , : kenapa kau lakukan ini ? Dan tidak berkata padaku atas hal yang aku tinggalkan : kenapa kau tinggalkan ini ?
Dan tidak lah istri-istrinya tak pernah mencelaku , kecuali ia berkata : biarkan ia , ini hanyalah perkara yang telah tertulis dan ditetapkan.
2- وَرُوِىَ أَنَّ الْإِمَامَ عَلِيًّا كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ :دَعَا غُلَامًا لَهُ فَلَمْ يُجِبْهُ، فَدَعَاهُ ثَانِيًاوَثَالِثاً، فَلَمْ يُجِبْهُ، فَقَامَ إٍلَيْهِ فَرَآهُ مُضْطَجِعَا فَقَالَ : أَمَا تَسْمَعُ يَاغُلَامُ؟ فَقَالَ : بَلَى. قَالَ : فَلَمْ تُجِبْنِى حِيْنَ دَعَوْتُكِ؟ قَالَ : لِأَنِّى أَمِنْتُ عُقُوْبَتَكَ، فَتَكَا سَلْتَ. فَقاَلَ : أَمْضِ فَأَنْتَ حُرٌّ لِوَجْهِ اللهِ .
2) dan di riwayatkan oleh imam ali kw : ketika dia memanggil pembantunya maka pembantunya tidak menjawab, kemudian dia memanggilnya ke duakalinya sampai ke tiga kali, dan tidak ada jawaban dari pembantunya, kemudian imam ali mendatanginya di lihatnya pembantunya itu sedang berbaring. dan imam ali berkata ke padanya : apa kau tidak mendengar ku wahai pembantuku ? berkata pembantu itu : ia aku mendengar tuan , berkata imam ali : mengapa kau tidak menjawab ku , saat aku memanggil mu? pembantu itu menjawab : karna aku merasa aman dari kemarahan mu, maka aku bermalas-malasan. Maka imam Ali berkata : Pergilah karena engkau sekarang aku merdekakan karna allah s.w.t .
3-وَرُوِىَ عَنْ قَيْسِ بْنِ عَاصِمٍ : أَنَّهُ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ، ذَاتَ يَوْمٍ فِى دَارِهِ. إِذْجَاءَتْهُ جَارِيَةٌ، بِسَفُّودٍ عَلَيْهِ شِوَاءٌ، فَسَقَطَ مِنْ يَدِهَا، فَوَقَعَ عَلَى ابْنٍ لَهُ فَمَاتَ، فَدَهِشَتِ الْجَارِيَةُ، فَقَالَ لَهَا قَيْسٌ: لَا رَوْعَ عَلَيْكِ. فَعَفَا عَنْهَا، وَاعْتَقَّهَا لِلهِ تَعَالَى
3) dan di riwayatkan dari Qays bin ‘Ashim : Sesungguhnya ketika ia sedang duduk pada suatu hari di rumahnya , saat pembantunya datang, dengan membawa tempat panggangan yang diatasnya ada daging panggang, kemudian panggangan itu terjatuh dari tanganya, dan jatuh menimpa lalu anaknya dan kemudian anak itu meninggal, maka pembantu itu terkejut, kemudian berkata Qays ke padanya: kamu tidak usah takut, lalu ia memaafkannya, dan memerdekakannya karna Allah s.w.t
============================================








