• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Saturday, July 18, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-07-14
in Artikel
Reading Time: 5 mins read
A A
0
4
SHARES
20
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

5 Cara Jaga Semangat Hijrah Sepanjang Tahun

Oleh: Ichwanul Muslim

Setelah melewati bulan Muharram dengan semangat yang membara, termasuk menjalankan puasa Asyura dan berbagai amalan lainnya, sebagian dari kita mungkin bertanya: “Lalu, apa yang bisa saya lakukan selanjutnya?” Pertanyaan ini sangat wajar. Karena sejatinya, Muharram bukanlah akhir dari perjalanan spiritual kita—melainkan sebuah awal yang baru.

Puasa Asyura dan semarak awal Tahun Baru Hijriah seharusnya menjadi titik tolak untuk perubahan dan perbaikan diri. Maka, penting bagi kita untuk menjaga bara semangat hijrah itu agar tetap menyala sepanjang tahun. Berikut lima cara praktis untuk menjaga semangat hijrah Anda setelah puasa Asyura.


1. Istiqamah dalam Ibadah Harian

Langkah pertama dan paling mendasar adalah menjaga kualitas ibadah harian. Shalat lima waktu adalah pondasi utama kehidupan seorang Muslim. Maka, menjaga kekhusyukan dan tepat waktunya shalat menjadi prioritas utama.

Selain itu, tambahkan dengan shalat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”
(HR. Muslim)

Jangan lupakan juga dzikir pagi dan petang sebagai pelindung diri dan penguat spiritual di tengah kesibukan harian. Aplikasi dzikir digital atau buku saku dzikir bisa sangat membantu untuk memulai kebiasaan ini.


2. Menjaga Komitmen Resolusi

Banyak dari kita membuat resolusi hijrah di awal Muharram. Namun, sering kali semangat itu memudar seiring berjalannya waktu. Maka, penting untuk meninjau kembali resolusi tersebut secara berkala.

Tuliskan kembali target-target itu dalam bentuk langkah-langkah kecil. Misalnya, jika targetnya ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an, maka mulailah dengan 15 menit belajar tajwid per hari. Konsistensi dalam langkah kecil lebih kuat dampaknya daripada niat besar tanpa tindak lanjut.


3. Membiasakan Puasa Sunnah

Puasa Asyura bisa menjadi pemantik untuk melanjutkan puasa sunnah lainnya, seperti:

  • Puasa Senin-Kamis, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Puasa Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Selain pahala besar, puasa ini juga mendidik diri dalam pengendalian hawa nafsu dan kesederhanaan hidup. Seperti sabda Rasulullah ﷺ:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


4. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Puasa Asyura identik dengan menyantuni anak yatim dan bersedekah. Jangan biarkan semangat ini berhenti hanya di tanggal 10 Muharram. Jadikan itu sebagai kebiasaan berkelanjutan.

Anda bisa mulai dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk:

  • Menjadi donatur tetap di lembaga sosial,
  • Mengikuti program bakti sosial di masjid atau komunitas,
  • Menjadi relawan pendidikan atau kemanusiaan.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Ibadah itu bukan hanya berdzikir dan shalat, tetapi juga menolong sesama dan menebar manfaat.”


5. Menuntut Ilmu Secara Berkelanjutan

Ilmu adalah bahan bakar utama bagi iman dan amal. Jika kita ingin istiqamah, maka ilmu harus terus ditambah.

Mulailah dari yang sederhana:

  • Ikuti kajian rutin di masjid atau secara daring.
  • Dengarkan podcast atau video ceramah selama perjalanan atau waktu luang.
  • Bacalah buku-buku Islam yang aplikatif, seperti karya Ustadz Salim A. Fillah, Buya Yahya, atau Ustadz Adi Hidayat.
  • Download Aplikasi Kitab Kuning Digital (Download Link Playstore)
    • Kitab Ayyuhal Walad : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.ayyuhalwalad.imamghazali
    • Kitab Fiqih Fathul Muin (Menengah Atas) : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.fiqih.fathulmuin
    • Kitab Fiqih Fathul Qarib (Dasar Menengah) : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.fiqih.fathulmuin
    • Kitab Sejarah Nabi Khulasah Nurul Yaqin : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.islam.khulashoh.nurulyaqin1

Belajar tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)


Penutup: Istiqamah, Kunci Hijrah yang Sukses

Hijrah bukan hanya tentang perubahan sesaat, tapi tentang proses panjang menjaga hati dan amal tetap di jalan yang benar. Setelah Muharram berlalu, semangat itu harus terus dijaga. Istiqamah adalah kuncinya.

Sebagaimana perkataan Imam Ibnul Qayyim:

“Istiqamah adalah kedudukan agung yang dengannya seseorang bisa sampai kepada Allah.”

Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan langkah-langkah hijrah kita, dari bulan ke bulan, hingga bertemu Ramadhan berikutnya dalam kondisi iman yang lebih baik.

Related

Share2Tweet1SendShareShare
Previous Post

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 2

Next Post

Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Kitab Safiinatun Najaah – Syaikh Saalim Bin Samiir Al-Hadrami
Artikel

Kitab Safiinatun Najaah – Syaikh Saalim Bin Samiir Al-Hadrami

by Kitab Kuning Digital
2023-08-20
0

Kitab Safinatun Najah atau lengkapnya Safinatun Najah Fiima Yajibu' ala Abdi li Maulah adalah kitab yang memuat pokok-pokok hukum menurut Mazhab Syafi'i. Arti dari judul buku ini adalah “kapal...

Read moreDetails
Mengenal Ashobah dan Klasifikasi Ahli Waris dalam Islam: Siapa Mendapat Apa dan Kapan?

Mengenal Ashobah dan Klasifikasi Ahli Waris dalam Islam: Siapa Mendapat Apa dan Kapan?

2025-07-12

Hikmah-Hikmah dari Sebagian Raja Persia

2023-12-30
Menyambut Penuntut Ilmu: Wasiat Nabi untuk Memuliakan Para Pelajar

Menyambut Penuntut Ilmu: Wasiat Nabi untuk Memuliakan Para Pelajar

2025-07-27
Next Post
Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Meneguhkan Diri sebagai Ummatan Wasatha

Merancang Niat yang Baik dalam Setiap Kegiatan

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Memuliakan Ahli Al-Qur’an: Wujud Taqwa dan Cermin Kehormatan Diri

Memuliakan Ahli Al-Qur’an: Wujud Taqwa dan Cermin Kehormatan Diri

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.