5 Cara Jaga Semangat Hijrah Sepanjang Tahun
Oleh: Ichwanul Muslim
Setelah melewati bulan Muharram dengan semangat yang membara, termasuk menjalankan puasa Asyura dan berbagai amalan lainnya, sebagian dari kita mungkin bertanya: “Lalu, apa yang bisa saya lakukan selanjutnya?” Pertanyaan ini sangat wajar. Karena sejatinya, Muharram bukanlah akhir dari perjalanan spiritual kita—melainkan sebuah awal yang baru.
Puasa Asyura dan semarak awal Tahun Baru Hijriah seharusnya menjadi titik tolak untuk perubahan dan perbaikan diri. Maka, penting bagi kita untuk menjaga bara semangat hijrah itu agar tetap menyala sepanjang tahun. Berikut lima cara praktis untuk menjaga semangat hijrah Anda setelah puasa Asyura.
1. Istiqamah dalam Ibadah Harian
Langkah pertama dan paling mendasar adalah menjaga kualitas ibadah harian. Shalat lima waktu adalah pondasi utama kehidupan seorang Muslim. Maka, menjaga kekhusyukan dan tepat waktunya shalat menjadi prioritas utama.
Selain itu, tambahkan dengan shalat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”
(HR. Muslim)
Jangan lupakan juga dzikir pagi dan petang sebagai pelindung diri dan penguat spiritual di tengah kesibukan harian. Aplikasi dzikir digital atau buku saku dzikir bisa sangat membantu untuk memulai kebiasaan ini.
2. Menjaga Komitmen Resolusi
Banyak dari kita membuat resolusi hijrah di awal Muharram. Namun, sering kali semangat itu memudar seiring berjalannya waktu. Maka, penting untuk meninjau kembali resolusi tersebut secara berkala.
Tuliskan kembali target-target itu dalam bentuk langkah-langkah kecil. Misalnya, jika targetnya ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an, maka mulailah dengan 15 menit belajar tajwid per hari. Konsistensi dalam langkah kecil lebih kuat dampaknya daripada niat besar tanpa tindak lanjut.
3. Membiasakan Puasa Sunnah
Puasa Asyura bisa menjadi pemantik untuk melanjutkan puasa sunnah lainnya, seperti:
- Puasa Senin-Kamis, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
- Puasa Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Selain pahala besar, puasa ini juga mendidik diri dalam pengendalian hawa nafsu dan kesederhanaan hidup. Seperti sabda Rasulullah ﷺ:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Puasa Asyura identik dengan menyantuni anak yatim dan bersedekah. Jangan biarkan semangat ini berhenti hanya di tanggal 10 Muharram. Jadikan itu sebagai kebiasaan berkelanjutan.
Anda bisa mulai dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk:
- Menjadi donatur tetap di lembaga sosial,
- Mengikuti program bakti sosial di masjid atau komunitas,
- Menjadi relawan pendidikan atau kemanusiaan.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Ibadah itu bukan hanya berdzikir dan shalat, tetapi juga menolong sesama dan menebar manfaat.”
5. Menuntut Ilmu Secara Berkelanjutan
Ilmu adalah bahan bakar utama bagi iman dan amal. Jika kita ingin istiqamah, maka ilmu harus terus ditambah.
Mulailah dari yang sederhana:
- Ikuti kajian rutin di masjid atau secara daring.
- Dengarkan podcast atau video ceramah selama perjalanan atau waktu luang.
- Bacalah buku-buku Islam yang aplikatif, seperti karya Ustadz Salim A. Fillah, Buya Yahya, atau Ustadz Adi Hidayat.
- Download Aplikasi Kitab Kuning Digital (Download Link Playstore)
- Kitab Ayyuhal Walad : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.ayyuhalwalad.imamghazali
- Kitab Fiqih Fathul Muin (Menengah Atas) : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.fiqih.fathulmuin
- Kitab Fiqih Fathul Qarib (Dasar Menengah) : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.fiqih.fathulmuin
- Kitab Sejarah Nabi Khulasah Nurul Yaqin : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.islam.khulashoh.nurulyaqin1
Belajar tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Penutup: Istiqamah, Kunci Hijrah yang Sukses
Hijrah bukan hanya tentang perubahan sesaat, tapi tentang proses panjang menjaga hati dan amal tetap di jalan yang benar. Setelah Muharram berlalu, semangat itu harus terus dijaga. Istiqamah adalah kuncinya.
Sebagaimana perkataan Imam Ibnul Qayyim:
“Istiqamah adalah kedudukan agung yang dengannya seseorang bisa sampai kepada Allah.”
Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan langkah-langkah hijrah kita, dari bulan ke bulan, hingga bertemu Ramadhan berikutnya dalam kondisi iman yang lebih baik.







