1- أَيُّهَاالْوَلَدُالْعَزِيِزُ: إِنَّ الْأَخْلَاقَ الْحَسَنَةَ سَبَبُ سَعَادَتُكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ:يَرْضَي عَنْكَ رَبُّكَ،وَيُحِبُّكَ أُسْرَتُكَ وَ جَمِيْعُ النَّاسِ، وَ تَعِيْشُ بَيْنَهُمْ مُحْتَرَمًا، وَ عَكْسُهَا لْأَخْلَاقُ السّيِّئَةُ ، فَهِيَ أصْلُ شَقَاوَتِكَ، فيِ الدُّنْيَا وَالْلآخِرَةِ: يَسْخَطُ عَلَيْكَ اللَّهُ وَ يُبْغِضُكَ أَهْلُ بَيْتِكَ وَ جَمِيْعُ النَّاسِ، وَ تَعِيْشُ بَيْنَهُمْ مُهْتَقَرًاذَلِيْلاً.
1. Wahai anak yang perkasa, sesungguhnya akhlaq yang baik itu adalah sebab kebahagiaanmu, di dunia dan di akhirat : Tuhanmu Ridho akan dirimu dan keluargamu mencintaimu dan juga seluruh manusia, dan engkau hidup diantara mereka sebagai orang yang dihormati, dan kebalikannya adalah akhlaq yang buruk, Dia adalah akar dari kesengsaraanmu di dunia dan di akhirat. Allah marah terhadapmu, dan keluargamu benci kepadamu, begitu juga seluruh manusia, dan engkau hidup diantara mereka sebagai orang yang direndahkan dan dihinakan.
2-فَتَخَلَّقَ بِمَكَارِمَ اْلأَخْلَاقِ، وَ مَحَاسِنِ اْلآدَابِ مِنْ صِغَرِكَ، لِتَنْشَأَ عَلَيْهَا وَ تَعْتَادَهَا فيِ كِبَرِكَ، وَلَابُدَّ أَنْتُكَلِّفَ نَفْسَكَ عَلَيْهَا أَوَّلاً،حَتيَّ تَصِيْرَطَبِيْعَةً أَخِيْرًا قَالَ اللَّهُ تَعَاليَ: (قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا، وَ قَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا) وَ قَالَ النَّبِيُّ صَليَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : «أَكْثَرُمَا يُدْخِلُ النَّاسَ اْلجَنَّةَ تَقْوَي اللَّهِ وَ حُسْنُ اْلخُلُقِ، أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً. إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُبِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصاَّئِمِ اْلقَائِمِ»
2. Maka berakhlaqlah dengan akhlaq yang mulia, serta adab yang baik sedari engkau kecil, supaya engkau terdidik atasnya, dan Membiasakannya ketika engkau besar, dan jangan lupa engkau harus memaksakan dirimu sendiri terlebih dahulu pada awalnya, sampai ia menjadi karakter / kebiasaan pada akhirnya, sebagai mana Allah S.W.T berfirman : ( “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” ). Nabi Muhammad S.A.W bersabda : “Yang paling banyak memasukan manusia kedalam surga adalah Taqwa kepada Allah, dan Akhlak yang baik”. “Orang mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik budi pekertinya, sesungguhnya orang mu’min bisa mencapai derajat orang yang mendirikan puasa dan banyak sholat dengan berakhlaq baik.
3- وَإِنَّ النَّاسَ لاَ يَنْظُرُوْنَ إِليَ جَمَالِ وَجْهِكَ، وَلاَ جِدَّةِ ثِيَابِكَ، وَلَكِنَّهُمْ يَنْظُرُوْنَ إِليَ أَخْلَاقِكَ، كَمَا قَالَ الشَّاعِرُ:
لاَ تَنْظُرُنَّ لِأَثْوَابِ عَليَ أَحَدٍ
إِن ْرُمْتَ تَعْرِفُهُ فَانْظُرْ إِليَ اْلأَدَبِ
فَالْعُوْدُ لَوْ لَمْ تَفُحْ مِنْهُ رَوَائِحَهُ
لَمْ يَفْرِقِ النَّاسُ بَيْنَ اْلعُوْدِوَالْحَطَبِ
وَقَالَ آخَرُ:
وَمَا يَنْفَعُ الْفِتْيَانَ حُسْنُ وُ جُوْهِهِمْ
إِذَا كَانَتِ اْلأَخْلَاقُ غَيْرَ حِسَانِ
وَكَذَالِكَ الْعِلْمُ لَا يَنْفَعُ مَعَ سُوْءِالْخُلُقِ وَالْعَالِمُ السَّيِّءُ اْلأَخْلاَقِ، مَكْرُوْهٌ عِنْدَالنَّاسِ،أَكْثَرُمِنَ الْجَاهِلِ، فَعَلَيْكَ أَنْ تَعْتَنِيَ بِتَهْذِيْبِ أَخْلاَقِكَ، كَمَا تَعْتَنِي بَطَلَبِ الْعُلُوْمِ وَالْمَعَارِفِ
3. Dan sesungguhnya manusia tidaklah melihat kepada ketampanan wajahmu, dan tidak juga bagusnya bajumu, akan tetapi mereka melihat kepada akhlaqmu, sebagaimana berkata para penyair:
jangan lah kau melihat baju seseorang
jika engkau ingin mengenalinya, maka lihatlah adabnya
jika kayu gahru tidak semerbak wanginya
tidaklah orang bisa membedakan antara gahru dengan kayu biasa
Dan berkata lainnya:
Dan tidaklah bermanfaat bagi pemuda ketampanan wajahnya
Apabila Akhlaqnya tidak baik
Begitu juga Ilmu tidak akan bermanfaat bersamaan dengan akhlak yang buruk,
Dan orang berilmu yang akhlaqnya buruk dibenci disisi manusia lebih besar dari pada orang yang bodoh
Maka hendaknya engkau harus memperhatikan kedisiplinan akhlaqmu, sebagaimana engkau memperhatikan menuntut ilmu dan pengetahuan
4- وَإِذَاكَبِرَالْوَلَدُ وَقَدْتَعَوَدُّالْأَخْلَاقَ الْفَاسِدَةَ،فَإِنَّهُ يَصْعُبُ جِدًّا تَهْذِيْبُهُ وَإِصْلَاحُهُ، وَقَدْ لَا يَتَأَتَّي ذَلِكَ أَصْلًا، كَمَا قَالَ الشَّاعِرُ:
قَدْ يَنْفَعُ اْلأَدَبُ اْلأَوْ لاَدَفِي صِغَرٍ.
وَلَيْسَ يَنْفَعُهُمْ مِنْ بَعْدِهِ أَدَبُ
إِنَّ الُغُصُوْنَ إِذَاقَوَّمْتَهَا اعْتَدَلَتْ
وَلَا يَلِيْنَ وَلَوْ قَوَّمْتَهُ الْخَشَبُ
4. Dan Jika anak tumbuh besar dan sudah membiasakan akhlaq buruk, maka sesungguhnya sangat sulit sekali untuk mendisiplinkannya dan memperbaikinya, dan sungguh tidak mungkin pada dasarnya , sebagaimana dikatakan penyair :
Sungguh banyak bermanfaat adab bagi seorang anak di waktu kecil
Dan tidak bermanfaat adab tersebut terhadap mereka setelahnya .
Sesungguhnya ranting jika kau luruskan maka dia akan lurus
Dan tidaklah melentur sebuah kayu jika kau ingin meluruskannya.
5- هَذَا وَقَدْ قَرَأْتَ أَيُّهَا التِّلْمِيْذُ الْمَحْبُوْبُ، الْجُزْءَ الأَوَّلَ مِنْ هَذَاالْكِتَابِ، وَانْتَفَعْتَ بِهِ، وَ دُوْنَكَ هَذَاالْجُزْءَ الثَّانِي فَتَفَهَّمَهُ تَمَامًا وَاعْمَلْ بِمَافِيْهِ، لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَ،الَّذِيْنَ حَسُنَتْ أَخْلَاقُهُمْ وَ تَهَذَّبَتْ نُفُوْسُهُمْ فَفَازُوْابِخَيْرَاتِ الدُّنْيَا وَالدِّ يْنِ
5. Sungguh engkau telah membaca wahai murid yang tercintai, juz pertama dari kitab ini, dan kau telah mengambil manfaat dengannya, maka ambillah juz ke 2, maka fahamilah dia seutuhnya, dan amalkanlah dari apa apa yang didalamnya, agar engkau menjadi orang-orang yang beruntung yaitu mereka yang baik akhlaq mereka, dan bersih jiwa mereka, maka mereka memperoleh kebaikan didunia dan diakhirat.
============================================








