1- يَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تُعَامِلَ خَادِمِكَ، مُعَامَلَةً حَسَنَةً : بِأَنْ تُكَلِّمَهُ بِلُطْفٍ، إِذَاأَرَدْتَ مِنْهُ شَيْئًا، وَلَا تُؤْذِيَهُ بِاالْكَلِمَاتِ الْقَاسِيَةِ، وَلَا تَنْهَرَهُ، أَوْ تَتَكَبَّرَ عَلَيْهِ، وَأَنْ تُعَرِّفَهُ غَلَطَهُ إِذَا غَلِطَ، بِرِفْقٍ وَلِيْنٍ، ثُمَّ تُسَامِحَهُ.
وَسَأَلَ رَجُلٌ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : كَمْ نَعْفُو عَنِ الْخَادِمِ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ : اعْفُ عَنْهُ فِى كُلِّ يَوْمٍ سَبْعِيْنَ مَرَّةً.
1. Engkau wajib memperlakukan pelayanmu dengan perlakuan yang baik dengan berbicara kepadanya dengan lemah lembut apabila engkau menginginkan sesuatu darinya. Dan janganlah engkau menyakitinya dengan kata-kata kasar dan jangan pula membentaknya atau Bersikap sombong terhadapnya. Hendaklah engkau menunjukkan kesalahannya jika ia bersalah dengan lemah lembut dan lunak, kemudian memaafkannya. Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw : “berapa kali kita memberi maaf kepada pelayan ya rasulullah ?” beliau menjawab “ maafkanlah dia setiap hari 70 kali.”
2- إِذَا نَادَيْتَ خَادِمَكَ، فَلَمْ يُجِبْكَ حَالًا، أَوْ أَمَرْتَهُ بِشَىْءٍ فَأَبْطَأَ، فَلَا تَعْجَلْ إِلَى عِتَابِهِ، فَلَعَلَّهُ مَا سَمِعَ صَوْتَكَ، أَوْكَانَ مَشْغُوْلًا، وَكُنْ سَمْحَ الْأَخْلَاقِ : تَحْتَمِلُ مَا يَصْدُرُ عَنِ الْأَخْدَامِ مِنْ هَفَوَاتٍ، لِأَنَّهُمْ غَالِبًا غَيْرُمُؤَدَّبِيْنَ : وَإِذَا أَحْسَنُوا فِى خِدْمَتِكَ، فَلَا تَنْسَ أَنْ تَشْكُرَهُمْ عَلَى إِحْسَانِهِمْ وَتُكَافِئَهُمْ عَلَى ذَلِكَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى :
(هَلْ جَزَآءُالْإِحْسَانِ، إِلَّا الْإِحْسَانُ)
2. Apabila engkau memanggil pelayanmu sedangkan ia tidak segera menjawabmu, atau engkau menyuruhnya melakukan sesuatu, lalu ia berlambat-lambat, maka jangan terburu-buru menegurnya, mungkin saja ia tidak mendengar suaramu atau ia sedang sibuk. Hendaklah engkau suka memaafkan dan bersabar atas kesalahan-kesalahannya yang dilakukan para pelayan karena mereka biasanya tidak terdidik. Apabila mereka melayanimu dengan baik, maka jangan lupa berterima kasih kepada mereka atas kebaikan mereka dan memberi mereka imbalan atas hal itu. Allah SWT berfirman : “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan” ).
3- لَا تُطْلِعِ الْخَادِمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ أَسْرَارِأَبِيْكَ، كَيْلَا تَتَشَوَّفَ نَفْسُهُ إِلَى السَّرِقَةِ، وَلَا تَعْتَمِدْ عَلَيْهِ فِى كُلِّ حَالٍ، وَكُنْ مِنْهُ عَلَى حَذَرٍ، وَلَا تَجْلِسْ مَعَهُ لِلْمِزَاحِ، وَالْكَلَامِ الْفَارِغِ. حَتَّى لَا تَأْخُذَ مِنْ طَبْعِهِ، وَلَا يَسْقُطُ قَدْرُكَ عِنْدَهُ، وَلَا يَتَجَرَّأَعَلَيْكَ، وَيُسِيْءَ الْأَدَبَ إِلَيْكَ. وَإِيَّاكَ أَنْ تَظْلِمَ الْخَادِمَ : بِأَنْ تُكَلِّفَهُ شُغْلًا فَوْقَ طَاقَتِهِ، أَوْلَا تُعْطِيَهُ أَجْرَهُ، أَوْتُمَاطِلَهُ فِيْهِ، أَوْتَنْقُصَهُ عَمَّا يَسْتَحِقُّهُ
وَفِى الْحَدِيْثِ : «ظُلْمُ الْأَجِيْرِ أَجْرَهُ مِنَ الْكَبَائِرِ. أَوْ بِأَنْ تَضْرِبَهُ بِغَيْرِ حَقٍّ». وَفِى الْحَدِيْثِ: «مَنْ ضَرَبَ سَوْطًا ظُلْمًا، اقْتُصَّ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
3. Janganlah menunjukkan kepada pelayan atas sesuatu dari rahasia-rahasia ayahmu agar dirinya tidak mencari waktu untuk mencuri dan jangan mengandalkannya dalam setiap keadaan. Hendaklah engkau berhati-hati terhadapnya. Jangan duduk bersamanya untuk bergurau dan berbicara yang tak berguna agar engkau tidak mengkuti tabiatnya dan tidak jatuh derajatmu disisinya, dan agar ia tidak sombong terhadapmu serta beradab buruk terhadap dirimu. Janganlah menzholimi pelayan dengan membebaninya pekerjaan yang melebihi kemampuannyanya atau tidak memberikan upahnya atau menunda-nundanya atau mengurangi upah dari yang semestinya diperolehnya. Dalam hadits : ( “Menzhalimi (berbuat aniaya) pelayan mengenai upahnya termasuk dosa besar” ) atau dengan memukulnya tanpa hak. Dalam hadits : ( “Barang siapa memukul dengan cambuk secara zholim, ia akan dibalas atas perbuatan itu pada hari kiamat” ).
============================================







