1- كَانَ سَيِّدُنَا إِسْمَاعِيْلُ ابْنُ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ، بَارًّا بِوَالِدَيْهِ، فَلَمَّا بَلَغَ عُمْرُهُ ثَلَاثَ عَشَرَةَ سَنَةً، قَالَ لَهُ أَبُوْهُ :
(يَابُنَيَّ إِنِّيْ أَرَى فِى الْمَنَامِ أَنِّى أَذْبَحُكَ، فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى. قَالَ يَآأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ، سَتَجِدُنِى إِنْ شَآءَاللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ)
فَامْتَثَلَ سَيِّدُنَا إِبْرَاهِيْمُ أَمْرَرَبِّهِ، وَأَرَادَ أَنْ يَذْبَحَ ابْنَهُ، وَفِى هَذِهِ السَّاعَةِ الرَّهِيْبَةِ تَذَكَّرَسَيِّدُنَا إِسْمَاعِيْلُ أُمَّهُ، فَقَالَ لِأَبِيْهِ : يَا أَبَتَ أَحْكِمْ رِبَاطِي، حَتَّي لَا أَضْطَرِبَ، وَاكْشِفْ عَنِّى ثِيَابِى، حَتَّى لَا يُصِيْبَهَا شَيْءٌ مِنْ دَمِى، فَتَرَاهُ أُمِّي، وَيَشْتَدَّ حُزْنُهَا، وَاقْرَأْ عَلَي أُمِّي السَّلَامَ، وَإِنَ رَأَيْتَ أَنْ تُرَدَّ قَمِيْصِي عَلَيْهَا فَافْعَلْ، فَإِنَّ ذَلِكَ فِيْهِ تَسْلِيَةٌ لِقَلْبِهَا وَذِكْرِي لِوَلِيْدِهَا. فَصَرَعَهُ عَلَي جَبِيْنِهِ، وَوَضَعَ السِّكِّيْنِ عَلَي حَلْقِهِ، وَلَكِنْ لَمْ تُؤَثِّرْفِيْهِ، بِقُدْرَةِ اللهِ تَعَالَي وَفَدَاهُ اللهُ بِكَبْشٍ مِنَ الْجَنَّةِ، فَذَبَحَهُ سَيِّدُنَا إِبْرَاهِيْمَ. فَانْظُرْ أَيُّهَا الْوَلَدُ الْمَحْبُوْبُ : كَيْفَ بِرُّ سَيِّدِنَا إِسْمَاعِيْلَ وَصَبُرُهُ؟ وَكَيْفَ امْتِثَالُ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ لِأَمْرِ رَبِّهِ، وَثَبَاتُهُ فِي هَذَا الْبَلَاءِ الْمُبِيْنِ.
1. Nabi kita ismail bin Ibrahim ‘alaihimassalaam adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya, maka ketika umurnya telah mencapai 13 tahun. Ayahnya berkata kepada anaknya : ( wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu,maka lihatlah bagaimana pendapatmu. Ia berkata : wahai ayah ku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, jika ia berkehendak niscaya kamu akan mendapatkan aku dari orang-orang yang bersabar ).
Kemudian nabi ibrahim mentaati perintah TuhanNya. Dan ia ingin menyembelih anaknya, Dan pada waktu yang mengerikan ini, Nabi ismail teringat pada ibunya kemudian ia berkata kepada Ayahnya : wahai Ayah ku kuatkanlah ikatanku, sehingga aku tidak bergerak-gerak dan lepaskanlah pakaianku. Sehingga tidak terkena sedikitpun dari darahku maka jika ibuku melihat (hal tersebut), akan bertambah kesedihannya dan sampaikan salam kepada ibuku dan jika kau memandang bahwa bajuku lebih baik dikembalikan kepadanya Maka lakukanlah, karena sesungguhnya itu merupakan pelipur bagi hatinya dan menjadi kenang-kenangan atas anaknya.
Kemudian ia menjatuhkannya atas dahinya dan meletakkan pisau di atas tenggorokannya. Akan tetapi tidak berpengaruh padanya dengan kekuasaan Allah swt, kemudian Allah menggantikan nya dengan seekor domba dari surga. Maka Nabi Ibrahim menyembelih domba tersebut.
Maka lihatlah wahai anak yang tercinta : bagaimana berbaktinya dan kesabarannya nabi ismail? Dan bagaimana taatnya nabi kita ibrahim pada perintah TuhanNya dan keteguhannya dalam menghadapi ujian yang nyata.
2- كَانَ سَيِّدُنَا عَلِيٌّ زَيْنُ الْعَابِدِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، كَثِيْرَ الْبِرِّ بِأُمِّهِ حَتَّي قَالَ لَهُ بَعْضُ أَصْحَابِهِ : أَنْتَ اَبَرُّ النَّاسِ بِأُمِّكَ، وِلمَاذَا مَانَرَاكَ تَأْكُلُ مَعَهَا؟ فَقَالَ : نَعَمْ: لِأَنِّي اَخَافُ أَنْ تَسْبِقَ يَدِي إِلَي طَعَامٍ، قَدْ سَبَقَ إِلَيْهِ عَيْنَاهَا، وَ عَزَمَتْ عَلَي تَنَاوُلِهِ، فَأَكُوْنَ قَدْ عَقَقْتُهَا.
2. sayyidina Zainal ‘abidin ra sangat berbakti pada ibunya sampai ia berkata kepadanya sebagian sahabat-sahabatnya : engkau adalah manusia yang paling berbakti pada ibumu maka Mengapa kami tak melihatmu makan bersamanya? Kemudian Ia berkata : ya, kareana sesungguhnya Aku takut tangan saya lebih dahulu mengambil makanan yang Matanya sudah lebih dahulu melihat makanan itu dan ia ingin mengambilnya,maka aku menjadi orang yang durhaka padanya.
3- جَاءَ رَجُلٌ إِلَي رَسُوْلِ اللهِ عَلَيْهَ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَارَسُوْلَ اللهِ، هَا هُنَا غُلَامٌ قَدِاحْتُضِرَ، يُقَلُ لَهُ، قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، فَلَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَقُوْلَهَا، قَالَ : أَلَيْسَ كَانَ يَقُوْلُهَا فِى حَالٍ حَيَاتِهِ؟ قَالُوا : بَلَى، قَالَ : فَمَا مَنَعَهُ مِنْهَا عِنْدَ مَوْتِهِ؟ قَالَ : فَنَهَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَنَهَضَنَا مَعَهُ، حَتَّى أَتَيْنَا الْغُلَامَ، فَقَالَ:يَا غُلاَمُ ،قُلْ: لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ، فَقَالَ : لَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقُوْلَهَا، قَالَ : بِعُقُوْقِى وَالِدَتِى، قَالَ: أَحَيَّةٌ هِيَ؟: قَالَ: نَعَمْ. قَالَ : أَحْضِرُوْهَا، فَحَضَرَتْ، فَقَالَ : أَرَأَيْتِ لَوْ أَنَّ نَارًا أَجِّجَتْ، فَقِيْلَ لَكَ : إِنْ لَمْ تَشْفَعِى لَهُ قَذَفْنَاهُ فِى هَذِهِ النَّارِ؟ قَالَتْ: إِذَنْ كُنْتُ أَشْفَعُ لَهُ. قَالَ فَأَشْهِدِى اللهَ تَعَالَى، وَأَشْهِدِيْنَا : أَنَّكِ قَدْ رَضِيْتِ عَنْهُ. فَقَالَتْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أُشْهِدُكَ رَسُوْلَكَ : أَنِّى قَدْ رَضِيْتُ عَنِ ابْنِى ، فقَالَ : يَا غُلَامُ ، قُلْ : لَااِلَهَ إِلَّااللهُ . فَقَالَ : لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ . فَقَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : الْحَمْدُللهِ الَّذِى أَنْقَذَهُ بِى مِنَ النَّارِ. فَتَأَمَّلْ أَيُّهَا الْوَلَدُ الْمَحْبُوْبُ : هَذِهِ الْقِصَّةَ تَعْلَمُ, أَنَّ عُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ سَبَبٌ لِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ، وَالْعِيَاذُ بِاللهِ مِنْهَا.
وَفِى الْحَدِيْثِ : ثَلَاثَةُ لَا يَنْفَعُ مَعَهُنَّ عَمَلٌ : «الشِّرْكُ بِاللهِ وَعُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ»
3. Telah datang seorang laki-laki kepada rosul saw. Ia berkata : wahai rosulullah,kemarilah disini ada seorang pemuda yang benar benar telah sekarat. Diprintahkan kepadanya: ucapkanlah “Laa ilaahaa illallaah” kemudian ia tidak mampu untuk mengucapkannya,nabi saw berkata : bukannkah ia sering mengucapkannya ketika ia hidup? Kemudian mereka berkata : benar!
Ia berkata : maka apa yang mencegah untuk mengatkannya ketika ingin wafat ?
Ia berkata : maka Rosulullah saw beranjak dan kamipun beranjak bersamanya. Sampai ia mendatangi anak muda itu. Kemudian ia berkata : wahai anak muda! Ucapkanlah : “laa ilaaha illallah” .maka dia berkata : Aku tidak bisa mengucapkannya.. Ia berkata : kenapa? Karena durhaka kepada ibu saya. Lalu rosul berkata : apakah ibumu masih hidup? ia berkata : ya, lalu Nabi saw berkata : hadirkan ibunya kesini, kemudian ia hadir . dan berkata : bagaimana menurutmu jika api telah menyala nyala dan dikatakan padamu : jika engkau tidak mengampuni anakmu kami akan lemparkan ia ke dalam api ? Dia berkata : kalau begitu aku maafkan dia.
Nabi saw berkata : maka bersaksilah kepada Allah dan bersaksilah kepada kami bahwa kau telah meridhoinya.
Kemudian ibu berkata : yaAllah sesungguhnya Aku bersaksi kepadamu, dan bersaksi pada Rasul mu : bahwasanya aku benar telah meridhi anakku
Kemudian Rosul berkata : wahai anak muda! Ucapkanlah :Laa ilaahaa illallah… Maka pemudia tersebut mengucapkan : laa ilaahaa illallaah.. Kemudian Rosul berkata : segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan nya dari siksa api neraka .
Maka renungkanlah wahai anakku tercinta akan Kisah ini dengan itu kamu dapat mengetahui. Bahwasanya durhaka terhadap kedua ortu menyebabkan mati dalam keadaan suul khotimah dan semoga Allah menjaga kita dari hal tersebut.
Dan di dalam hadits : Ada 3 perkara atau perbuatan yang tidak membuat amal kita tak bermanfaat bersamaan dengan adanya hal tersebut :
1. syirik kepada Allah
2. durhaka kepada kedua orang tua
3. lari dari peperangan
4- كَانَ غُلَامٌ يَهُوْدِيٌّ، يَخْدُمُ النَّبِىَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَعُوْدُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ : أَسْلِمُ، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيْهِ، وَهُوَ عِنْدَهُ، فَقَالَ : أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُوْلُ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ.
فَانْظُرْ : كَيْفَ كَانَ هَذَا الْغُلَامُ بَارًّابِأَبِيْهِ، حَتَّى قُبَيْلِ وَفَاَتِهِ، وَبِذَلِكَ وَفَّقَهُ اللهُ لِلْاِسْلَامِ ، فِى آخِرِ لَحْظَةٍ مِنْ عُمْرِهِ، فَأَصْبَحَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ. وَمِنْ هَذِهِ الْقِصَّةِ تَعْلَمُ : أَنَّ بِرَّ الْوَالِدَيْنِ، سَبَبٌ لِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.
4. dan dahulu ada pemuda yahudi yang melayani nabi Muhammad saw . Lalu ia sakit. Kemudian datang nabi saw menjenguknya lalu nabi saw duduk disbelah kepalanya. Lalu ia berkata kepadanya : masuklah ke dalam agama islam ! maka ia melihat kepada ayahnya yang berada disisinya, taatilah abal qosim ( julukan’a rasul SAW ) , kemudian pemuda itu masuk islam, kemudian nabi keluar dan mengucapkan, segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan’a dari api neraka.
Maka lihatlah : bagaimana seorang pemuda ini berbakti kepada bapaknya,sampai di detik detik sebelum wafatnya. Dan dengan hal tersebut Allah memberiya taufik untuk masuk islam, dipenghujung umurnya yang sementara. Kemudian ia menjadi seorang ahli surga.
Dan dari kisah ini kamu mengetahui : bahwa berbakti kpd kedua orgtua menyebabkan mati dalam keadaan husnul khotimah.
5- كَانَ حَيْوَةُ بْنُ شُرِيْحٍ بَارًّا بِأُمِّهِ، وَلَا يُخَالِفُ كَلَامَهَا أَبَدًا، وَكَانَ مِنْ كِبَارِ الْعُلَمَاءِ، وَلَهُ تَلَامِذَةٌ كَثِيْرٌ، وَذَاتَ مَرَّةٍ : جَاءَتْ إِلَيْهِ أُمُّهُ، وَهُوَفِى أَثْنَاءِ الدَّرْسِ، فَقَالَتْ لَهُ : قُمْ يَا حَيْوَةُ، أَلْقِ الشَّعِيْرَ لِلدَّجَاجِ، فَلَا يَتَثَاقَلُ وَلَا يَتَبَاطَأُ، بَلْ يَتْرُكُ الدَّرْسَ : وَيُبَادِرُ إِلَى امْتِثَالِ أَمْرِهَا.
5. haywah bin syuroih adalah anak yang berbakti kepada ibunya dan tidak pernah melawan terhadap perkataan ibunya.
Dan ia seorang ulama besar dan mempunyai murid murid yang banyak. Dan suatu ketika : ibunya datang kepadanya ketika ia sedang mengajar lalu berkata kepada haywah…” berdirilah wahai haiwah berikan gandum kepada ayam (kasih makan ayam) maka ia tidak lambat dan bermalas-malasan dalam melaksanakan perintah ibunya akan tetapi justru ia meninggalkan pelajarannya dan bergegas melaksanakan perintahnya.
6- وَمِنَ الْبَارِّيْنَ أَيْضًا : ذَرُّبْنُ عُمَرَ الْهَمْدَانِىُّ، وَمِنْ بِرِّهِ بِأَبِيْهِ : أَنَّهُ مَا مَشَي قَطُّ مَعَ أَبِيْهِ نَهَارًا، اِلَّا مَشَى خَلْفَهُ، وَلَا مَشَى مَعَهُ لَيْلًا، إِلَّا مَشَى أَمَامَهُ، لِيَتَلَقَّى دُوْنَهُ الْأَخْطَارَ، وَلَا رَقِىَ سَطْحًا وَأَبُوْهُ تَحْتَهُ.
6. Dan juga dari salah seorang anak yang berbakti adalah Dzar bin Umar Al-hamdani, dan dari salah satu baktinya pada ayahnya : bahwasanya ia tak pernah berjalan bersama ayahnya di siang hari kecuali ia berjalan dibelakangnya ,dan tidaklah ia berjalan bersama ayahnya di malam hari kecuali ia berjalan di depannya , agar ia bisa menjaganya dari bahaya dan tak pernah menaiki atap rumah saat ayahnya berada dibawahnya.
============================================








