1- إِنَّ أَقْرَبَ النَّاسِ إِلَيْكَ بَعْدَ وَالِدَيْكَ وَإِخْوَتِكَ، هُمْ أَقَارِبُكَ مِثْلُ : أَعْمَا مِكَ وَعَمَّاتِكَ، وَأَخَوَالِكَ وَخَالَاتِكَ، وَأَوْلَادِهِمْ وَأَوْلَادِإِخْوَتِكَ، وَأَخَوَاتِكَ، وَفِى الْحَدِيْثِ : «الْخَالَةُ بِمَنْزِلَةِ الْأُمِّ. عَمُّ الرَّجُلُ صِنْوُ أَبِيْهِ. اِبْنُ أُخْتِ الْقَوْمِ مِنْهُمْ» وَأَقَارِبُكَ يُحِبُّوْنَكَ وَيُحِبُّوْنَ وَالِدَيْكَ، فَمَاذَا يَلْزَمُكَ نَحْوَهُمْ؟
1. Sesungguhnya orang terdekatmu i setelah kedua orang tuamu dan saudara-saudaramu mereka adalah kerabatmu seperti paman-paman dan bibi-bibi dari bapakmu dan dari ibumu, dan anak-anak dari mereka dan anak-anak dari saudara laki-laki dan perempuanmu.
Di dalam hadist : ( bibi dari ibu sederajat dengan ibu,paman dari bapak sama dengan posisi bapaknya , anak saudara perempuan dari seseorang termasuk dari mereka ).
Dan kerabatmu mereka mencintaimu dan juga mencintai kedua orang tuamu , maka apa yang harus engkau lakukan terhadap mereka?
2- يَلْزَمُكَ أَنْ تُعَامِلُهُمْ، مُعَامَلَتَكَ لِإِخْوَتِكَ : فَتَحْتَرِمَ كِبَارَهُمْ، وَتَرْحَمَ صِغَارُهُمْ، وَتُسَاعِدَهُمْ فِى أَشْغَالِهِمْ وَتُعِيْنَ الْمُحْتَاجَ مِنْهُمْ، وَتَزُوْرَهُمْ وَقْتًا بَعْدَ وَقْتٍ، وَخُصُوْصًا أَيَّامَ الْأَعْيَادِوَالْأَفْرَاحِ، وَأَوْقَاتِ الْمَصَائِبِ وَالْأَحْزَانِ : فَإِذَا مَرِضَ قَرِيْبُكَ، فَبَادِرْ إِلَى بَيْتِهِ لِعِيَادَتِهِ وَالدُّعَاءِ لَهُ بِالْعَافِيَةِ، وَإِذَا انْتَقَلَ إِلَى رَحْمَةِ اللهِ، فَعَجِّلْ بَتَعْزِيَةِ أَوْلَادِهِ وَأَهْلِهِ وَمُسَاعَدَتِهِمْ، وَلَا يَفُوْتَنَّكَ أَنْ تَحْضُرَ الصَّلَاةَ عَلَى قَرِيْبِكَ الْمَيِّتِ، وَتَشْيِيْعَ جَنَازَتِهِ، فَبِذَلِكَ يَفْرَحُ مِنْكَ أَقَارِبُكَ، لِاَنَّكَ تَفْرَحُ لِفَرَحِهِمْ، وَتَحْزَنُ لِحُزْنِهِمْ، وَيَعْرِفُوْنَ أَنَّكَ وَلَدٌمُهَذَّبٌ، قَائِمٌ بِوَاجِبَاتِهِ، نَحْوَأَقَارِبِهِ.
2. Wajib atasmu berprilaku dengan mereka, seperti prilakumu terhadap kerabatmu : maka engkau menghormati mereka yang lebih tua, kau sayangi mereka yang lebih muda, dan membantu mereka dalam pekerjaan mereka , dan membantu yang membutuhkan diantara mereka , dan kau kunjungi mereka waktu demi waktu , khususnya di hari raya dan saat-saat bahagia , dan pada saat terkena musibah-musibah dan kesedihan , jika ada yang sakit salah seorang kerabatmu maka bergegaslah ke rumah nya untuk mengunjunginya dan mendoakan atas kesembuhan nya, apabila berpindah kepada Allah SWT ( meninggal ), maka bersegeralah untuk menyatakan duka kepada anak-anak nya dan keluarganya dan membantu mereka. Dan jangan sekali kali engkau melewatkan untuk menghadiri sholat jenazah kerabatmu ikut mengantarkan janazahnya , maka dengan demikian kerabatmu senang kepada engkau , karena sesungguhnya engkau ikut gembira dengan kegembiraan mereka dan turut bersedih dengan kesedihan mereka, dan mereka mengenal engkau sebagai anak yang beradab, yang melaksanakan kewajibannya terhadap kerabatnya.
3- اِتَّحِدْ مَعَ أَقَارِبِكَ، وَاجْتَنِبْ كُلَّ شَيْءٍ يُسَبِّبُ الْمُقَاطَعَةَ أَوِالْمُخَاصَمَةَ مَعَهُمْ : فَلَا تَسْمَعْ كَلَامَ الْنَّمَّامِ، وَسَامِحْهُمْ إِذَا أَسَاءُوْا اِلَيْكَ. وَلَا تَحْقِدْ عَلَيْهِمْ بِسَبَبِ إِسَاءَتِهِمْ، وَلَا تَحْسُدْ عَلَى نِعْمَةٍ، أَنْعَمَ اللهُ بِهَا عَلَيْهِمْ، فَإِذَا تَخَلَّقْتَ بِهَذِهِ الْآدَابِ : فَلاَ جَرَمَ أَنْ تَعِيْشَ مَعَ أَقَارِبِكَ، فِى وِئَامٍ وَسَلَامٍ وَصَفَاءٍ وَهَنَاءٍ، فَسَعَادَةُ الْإِنْسَانِ بِسَعَادَةِ أَهْلِهِ وَأُسْرَتِهِ، وَهُمْ لَهُ مِثْلُ الْجَنَاحِ للِطَّائِرِ. كَمَا قَالَ الشَّاعِرُ:
أَلَا إِنَّ ابْنَ عَمِّ الْمَرْءِ فَاعْلَمْ حَنَاحُهُ
وَهَلْ يَنْهَضُ الْبَازِى بِغَيْرِجَنَاحِ؟
3. Bersatulah kamu dengan kerabatmu, dan jauhilah apa-apa yang menyebabkan perpecahan dan permusuhan dengan mereka. Oleh karena itu jangan kau dengarkan perkataan pengadu domba, Maafkan apabila mereka berbuat jahat pada engkau . Dan janganlah kau dendam pada mereka karena kejahatan mereka, dan jangan dengki atas nikmat mereka yang telah Allah berikan pada mereka, maka apabila kau telah berakhlak dengan adab adab ini : maka sudah pasti engkau akan hidup bersama mereka , di dalam kerukunan,kesucian dan kegembiraan, . Maka kebahagiaan manusia adalah dengan kebahagiaan ahlinya dan keluarganya dan mereka diumpamakan sebuah sayap pada seekor burung baginya.
seperti yang di kata penyair :
Sesungguhnya anak laki-laki dari paman seseorang itu ketahuilah dia bagaikan sayap baginya, maka Apakah burung elang bisa terbang tanpa sayap ?
4- وَقَدْ أَمَرَاللهُ بِالْاِحْسَانِ إِلَى الْأَقَارِبِ وَقَرَنَهُمْ بِالْوَالِدَيْنِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى :
(وَاعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا، وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا، وَبِذِى الْقُرْبَى). وَفِى الْحَدِيْثِ : «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ : فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. وَالَّذِى يُحْسِنُ إِلَى أَقَارِبِهِ : يُوَسِّعُ اللهُ عَلَيْهِ فِى رِزْقِهِ، وَيُطِيْلُ عُمْرَهُ».
وَفِى الْحَدِيْثِ : «صِلَّةُالْقَرَابَةِ مَثْرَاةٌ فِى الْمَالِ. صِلَّةُالرَّحِمِ تَزِيْدُ فِى الْعُمْرِ. وَيَغْفِرُاللهُ ذُنُوْبَهُ». وَفِى الْحَدِيْثِ : أَتَى النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ، فَقَالَ : إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا عَظِيْمًا، فَهَلْ لِى مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ: لَا، قَالَ : فَهَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ؟ قَالَ : نَعَمْ، قَالَ : فَبِرَّهَا. وَأَمَّاالَّذِى يُسِيْءُ إِلَى أَقَارِبِهِ وَ يُؤْذِيْهِمْ : فَإِنَّهُ بِالْعَكْسِ مِنْ ذَلِكَ، وَيُمْنَعُ عَنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ كَمَا فِى الْحَدِيْثِ : لَايَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ . وَيُعَجِّلُ اللهُ لَهُ عُقُوْبَتَهُ فِى الدُّنْيَا. كَمَا فِى الْحَدِيْثِ الْآخَرَ: مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرَ مِنْ أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبَهُ الْعُقُوْبَةَ فِى الدُّنْيَا، مَعَ مَا يَدَّخِرُ اللهُ لَهُ فِى الْآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ
4. Dan sungguh Allah telah memerintahkan berbuat kebaikan terhadap kerabat dan disandingkan mereka dengan kedua orang tua.
Allah Subhanallah Wa Ta’ala berfirman:
( Sembahlah Allah oleh kalian dan jangan kalian sekutukan Allah dengan sesuatu apapun , berbuatlah baik dengan para sanak saudara ).
Di dalam Hadist : ( Barang siapa senantiasa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahimnya ).
Dan barang siapa yang berbuat baik pada kerabatnya Allah akan meluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya.
Dalam hadist : ( menyambung hubungan kerabat pada kerabat dapat memperbanyak kekayaan harta dan menyambung silaturrahim dapat menambahkan umur dan Allah akan mengampuni dosa nya )
Didalam hadist : ( telah datang seorang laki-laki kepada Rosulallah dan ia berkata : Sesungguhnya aku telah melakukan dosa yang sangat besar , apakah aku masih bisa bertaubat ? Berkata Rosulallah apakah kau memiliki ibu ? laki-laki itu berkata : tidak, maka Berkata Rosulallah apakah kau memiliki bibi dari ibu , berkata laki-laki itu : ya, ada , maka Rosulullah saw berkata : berbaktilah padanya ).
Adapun orang yang berbuat jahat kepada kerabatnya dan menyakiti mereka Maka dia akan mendapatkan kebalikan dari itu dan dia akan dicegah dari masuk surga seperti di dalam hadist :
( Tidaklah masuk surga orang yang memutus tali silaturrahmi ) dan Allah mempercepat baginya yang hukumannya di dunia.
Seperti di dalam hadist lain :
( Tidak ada sebuah dosa yang lebih pantas Allah percepat hukumannya di dunia bagi pelakunya bersamaan dengan ada nya hukuman baginya di akhirat dari sebuah kezholiman dan memutus tali silaturrahmi ).
5- إِذَا أَسَاءَ إِلَيْكَ أَقَارِبُكَ مَثَلًا : فَاصْبِرْ، وَقَابِلْ إِسَاءَتَهُمْ بِالْاِحْسَانِ وَفِى الْحَدِيْثِ : «أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يَارَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ لِى قَرَابَةً، أَصِلُهُمْ وَ يَقْطَعُوْنَنِى، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ، وَيُسِيْئُونَ إِلَىَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ، وَيَجْهَلُوْنَ عَلَيَّ فَقَالَ : لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتُ، فَكَأَنَّمَاتُسِفُّهُمُ الْمَلَّ، وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيْرًعَلَيْهِمْ، مَادُمْتَ عَلَى ذَلِكَ» ( وَمَعْنَى تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ : تُطْعِمُهُمُ الرَّمَادِ الْحَارَّ، وَهُوَ تَشْبِيَهٌ لِمَا يَلْحَقُهُمْ مِنَ الْإِثْمِ الْعَظِيْمِ، بِسَبَبِ أَذِيَّتِكَ، مِثْلُ الَّذِى يَتَأَلَّمُ إِذَا أَكَلَ الرَّمَادِ الْحَارَّ، وَمَعْنَى ظَهِيْرٌ : مُعِيْنٌ أَىْ أَنَّ اللهَ يَنْصُرُكَ عَلَيْهِمْ).
5.Apabila semisalnya kerabatmu telah berbuat jahat kepadamu : maka bersabarlah dan balas perbuatan jahat yang mereka lakukan dengan penuh kebaikan
Dan di dalam hadist : ( bahwa sanya seorang laki-laki berkata : wahai Rosulallah sesungguhnya aku memiliki kerabat, aku bersilaturohim dengan mereka dan mereka memutuskannya , aku berbuat baik pada mereka dan mereka berbuat jahat padaku , aku berlemah lembut pada mereka dan mereka berbuat kasar pada diriku. Maka berkata Rosulallah saw : jika keadaanmu seperti apa yang kau katakan , Maka sesungguhnya itu seperti kau lemparkan kepada mereka pasir yang panas dan bantuan Allah selalu ada bagimu atas mereka selama engkau seperti itu ). ( makna tusiffuhumul malla adalah seakan akan kau beri makan kepada mereka pasir yang panas , dan itu adalah perumpamaan dengan apa-apa yang akan mereka dapatkan dari dosa yang besar karena sebab kejahatannya padamumu ,Seperti orang yang merasakan sakit ketika memakan debu yang panas dan makna zohirun : penolong yaitu bahwasanya Allah akan menolong kamu atas mereka.)
============================================








