1- وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ حَسَنَ الْمُعَامَلَةِ لِأَصْحَابِهِ : يَبْتَسِمُ فِي وُجُوْهِهِمْ وَيُبَاسِطُهُمْ، وَ يُبْدِؤُهُمْ بِاالسَّلَامِ وَالْمُصَافَحَةِ، وَ يُؤْثِرُهُمْ عَلَي نَفْسِهِ، حَتَّي أَحَبُّوْهُ أَكْثَرَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَوْلَادِهِمْ، وَكَانَ يَحْتَرِمُ الْجَارَ، وَيَأْمُرُبِا لْإِحْسَانِ إِلَيْهِ. وَقَالَ مَرَّةً لِأَحَدٍ أَصْحَابِهِ : إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَاوَتَعَاهَدْ جِيْرَانَكَ، وَكَانَ يَقْرِي الضَّيْفَ، وَ يُحْسِنُ إِلَي أَقَارِبِهِ، وَلَمَّا جَاءَتْ إِلَيْهِ مُرْضِعَتُهُ سَيِّدَتُنَا حَلِيْمَةُ السَّعْدِيَّةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، وَهُوَجَالِسٌ، بَسَطَ لَهَا رِدَاءَهُ، وَ قَضَي حَاجَاتِهَا. وَ كَانَ يُجِلُّ عَمَّهُ الْعَبَّاسَ إِجْلَالَ الْوَالِدِوَالْوَالِدَةِ.
1.Dan nabi Muhammad saw beliau orang yang baik dalam berhubungan dengan sahabatnya : ia tersenyum di depan mereka dan berlemah lembut terhadap mereka, dan memulai salam dengan mereka dan berjabat tangan, dan mendahulukan mereka atas dirinya, sampai mereka mencintainya lebih dari diri mereka dan anak anak mereka, dan ia menghormati tetangga, dan ia memerintakan untuk berbuat baik kepada tetangga, dan pernah berkata kepada sahabatnya : apabila engkau memasak sayur maka perbanyak airnya dan berikan pada tetangga mu, dan suka menjamu tamu, dan berbuat baik pada kerabatnya, dan ketika datang kepada ibu susunya sayyidah halimah sa’diyah ra dan dia dalam keadaan duduk membentangkan ridanya untuknya, dan menuntaskan keperluannya, dan ia memuliakan pamannya abbas seperti penghormatan kepada ayah dan ibu.
2- وَكَانَ يَذْكُرُ عَهْدَا لصُّحْبَةِ الْقَدِيْمَةِ ، وَيَقُوْلُ : إِنَّ حُسْنَ الْعَهْدِ مِنَ الْإِيْمَانِ ، فَبَعْدَ وَفَاةِ سَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، إِذَا ذَبَحَ شَاةً قَسَمَ لَحْمَهَا عَلَي صَدِيْقَاتِهَا، وَإِذَا أُتِيَ بِهَدِيَّةٍ قَالَ : اذْهَبُوْا بِهَا إِلَي بَيْتِ فُلَانَةَ ، فَإِنَّهَا كَانَتْ صَدِيْقَةً لِخَدِيْجَةَ. وَإِذَا فَقَدَ الرَّجُلُ مِنْ أَصْحَابِهِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، سَأَلَ عَنْهُ، فَإِنْ كَانَ غَائِبًا دَعَالَهُ، وَإِنْ كَانَ شَاهِدًا زَارَهُ ، وَ إِنْ كَانَ مَرِيْضًا عَادَهُ. وَكَانَ إِذَا وَعَدَ بِشَيْءٍ يَفِى بِهِ, وَيَنْهَي أَشَدَّ النَّهْيِ عَنْ إِخْلَا فِ الْوَعْدِ ، وَكَانَ إِذَاوَ عَدَبِشَيْءٍ يَفِى بِهِ, وَيَنْهَي أَشَدَّالنَّهْيِ عَنْ إِخْلاَفِ الْوَعْدِ, وَكَانَ يَحِبُ أَنْ يُنَظِّمَ أَعْمَالَهُ وَيُتْقِنَهَا, وَيَقُوْلُ : إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَي كُلِّ شَيْءٍ وَيُحِبُّ أَيْضًا النَّظَافَةَ فِي جَمِيْعِ الْأَشْيَاءِ : فِي طَعَامِهِ وَلِبَا سِهِ وَمَسْكَنِهِ, وَيَأْمُرُبِاانَّظَافَةِ, كَمَا قَالَ فِي حَدِيْثِهِ : النَّظَا فَةُ مِنَ الْإِيْمَا نِ.
2. Dan ia mengingat masa masa dengan teman lama, dan ia berkata sesungguhnya sesungguhnya hubungan yang baik dengan masa lampau adalah bagian dari iman, maka setelah wafatnya sayyidah khodijah ra apabila ia menyembelih domba membagi dagingnya kepada teman teman Khodijah , jika datang hadiyah kepadanya ia berkata : bawalah ia kerumah fulanah karena sesungguhnya dia teman dari khodijah. Dan jika kehilangan seseorang lelaki dari sahabatnya 3 hari maka ia bertanya tentang orang tersebut, jika orang itu tidak ada ia akan mendoakannya kepada nya, dan apabila ia ada dirumahnya ia mengunjunginya, dan jikalau ia dalam keadaan sakit maka Nabi menjenguknya dan jikalau ia berjanji akan seseuatu maka ia menepatinya, dan melarang dan sekeras kerasnya larangan dari mengingkari janji , dan ia suka menyusun pekerjaannya dan dikerjakan dengan baik, dan seraya berkata : sungguh Allah swt menetapkan untuk berbuat baik pada setiap sesuatu, dan juga menyukai kebersihan di semua hal, pada makanannya dan pakainnya dan tempat tinggalnya, dan memerintahkan untuk menjaga kebersihan sebagai mana berkata didalam haditsnya : kebersihan itu sebagian dari iman.
3- وَكَانَ إِذَا مَسَي لَا يَلْتَفِتُ يَمِيْنًا وَلَا شِمَالًا، وَإِذَاأَكَلَ إِلَي أَنْ يَشْبَعَ، عَمَلًا بِقَوْلِهِ تَعَالَي : (وَكُلُوْاوَاشْرَبُوْاوَلَا تُسْرِفُوْاإِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ). وَإِذّا تَكَلَمَ قْتَصَرَ عَلَي قَدْرِ الْحَاجَةِ، وَيَقُوْلُ : «مَنْ صَمَتَ نَجَا» وَكَانَ يُحَافِظُ عَلَي أَوْقَاتِهِ، فَيَصْرِفُهَا كُلَّهَا فِي طَاعَةِ رَبِّهِ، وَ فِي الْحَدِيْثِ «كَانَ يَذْكُرُاللَّهَ عَلَي كُلِّ أَحْيَانِهِ، وَيَقُوْمُ مِنَ اللَّيْلِ حَتَّي تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ»
3. Jika ia berjalan tidak menengok ke kanan dan kiri, dan jika makan ia tidak makan sampai merasa kenyang , karena mengamalkan dengan firman Allah ta’ala : ( “makanlah dan minumlah dan janganlah berlebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan” ) dan jika ia berbicara ia meringkasnya sesuai kebutuhan , ia berkata: ( barang siapa yang banyak diam maka ia akan selamat ) dan menjaga atas waktunya waktunya, maka ia gunakan semuanya dalam menjalani ketaatan kepada Allah swt dan didalam Hadits : ( ia mengingat Alloh pada setiap saat , dan ia melaksanakan sholat tahajjud sampai kakinya pecah pecah )
============================================








