• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Saturday, July 18, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 2

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-08-24
in Kajian Kitab, Terjemah Kitab
Reading Time: 47 mins read
A A
0
160
SHARES
799
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine
Jump to section

19. 19. kisah-kisah nyata

  • 1. 1. Akhlak
  • 2. 2. Kewajiban seorang anak kepada Tuhannya yang maha tinggi
  • 3. 3. Murid yang dicintai
  • 4. 4. Kewajiban Seorang Anak Kepada Nabinya
  • 5. 5. Contoh akhlak nabi saw (1 )
  • 6. 6. Contoh akhlak nabi saw 2
  • 7. 7. Kecintaan kepada orang tua.
  • 8. 8: Apa kewajibanmu terhadap orang tuamu?
  • 9. 9. Kisah-kisah nyata
  • 10. 10. Apa yang mewajibkan atasmu kepada saudara2 laki laki mu dan saudara saudara perempuan mu?
  • 11. 11. Persatuan melahirkan kekuatan.
  • 12. 12. Apa Kewajiban Kamu Terhadap Kerabatmu
  • 13. 13. Abu Tholhah Al-anshori dan kerabat-kerabatnya
  • 14. 14. Apa kewajibanmu terhadap pelayanmu?
  • 15. 15. Seperti inilah sikap toleran terhadap pembantu.
  • 16. 16 Apa kewajibanmu terhadap tetanggamu
  • 17. 17 . Kisah-kisah nyata
  • 18. 18. Apa kewajibanmu terhadap gurumu?
  • 19. 19. kisah-kisah nyata
  • 20. 20. Apa yang wajib atasmu terhadap sahabat-sahabatmu?

(1) كَانَ الْإِمَامُ الشَّافِعِىُّ مُتَأَدِّبًاجِدًّا، أَمَامَ أُسْتَاذِهِ الْإِمَامِ مَالِكٍ رَحِمَهُمَا اللهُ، حَتَّى قَالَ : كُنْتُ أَصْفَحُ الْوَرَقَةَ بَيْنَ يَدَىْ مَالِكٍ، صَفْحًا رَقِيْقًا، هَيْبَةً لَهُ، لِئَلَّا يَسْمَعَ وَقْعَهَا

1. Imam Asy-Syafii adalah seorang yang sangat beradab, dihadapan gurunya yaitu Imam Malik semoga allah merahmati keduanya, Beliau berkata : Aku membuka halaman kertas dihdapan Imam Malik , dengan membuka secara perlahan-lahan, karena segan kepadanya, supaya tidak mendengar bunyinya

(2) وَكَانَ الرَّبِيْعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، يُعَظِّمُ أُسْتَاذَهُ الْإِمَامُ الشَّافِعِىَّ تَمَامَ التَّعْظِيْمِ، وَيَقُوْلُ : وَاللهِ مَا اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ،وَالشَّافِعِىُّ يَنْظُرُإِلَىَّ،هَيْبَةً لَهُ،وَكَانَ أُسْتَاذُهُ يُحِبُّهُ غَايَةَ الْمَحَبَّةِ، وَيَقُوْلُ لَهُ : يَا رَبِيْعُ، لَوْ قَدَرْتُ أَنْ أُطْعِمَكَ الْعِلْمَ لَأَطْعَمْتُكَ إِيَّاهُ

2. Dan Ar-rabi’ bin Sulaiman, seorang yang sangat mengagungkan gurunya yaitu imam As-Syafii dengan penuh pengagungan , Ia berkata, “Demi Allah aku tidak berani minum air, sementara imam As-Syafii melihat kepadaku, karena aku segan kepadanya.” Dan Gurunya mencintainya dengan sangat besar dan berkata kepadanya, “ Hai Rabi’, seandainya aku mampu menyuapimu ilmu, tentulah aku akan ia suapkan kepadamu.”

(3) وَضَعَ هَارُوْنُ الرَّشِيْدُ وَلَدَيْهِ الْأَمِيْنَ وَالْمَأْمُوْنَ، عِنْدَ أُسْتَاذٍ عَلَّامَةٍ، اِسْمُهُ الْكِسَائِىُّ، فَقَامَ الْأُسْتَاذُ ذَاتَ يَوْمٍ، لِيَخْرُجَ مِنْ عِنْدِهِمَا، فَتَسَابَقَا اِلَى نَعْلَيْهِ، وَتَنَازَعَا عَلَى تَقْدِيْمِهِمَا إِلَيْهِ، ثُمَّ اصْطَلَحَا عَلَى أَنْ يُقَدِّمَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا وَاحِدَةً مِنَ النَّعْلَيْنِ، فَسَمِعَ الرَّشِيْدُ بِذَلِكَ، فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ : مِنْ أَعَزُّ النَّاسِ؟ قَالَ : أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ. قَالَ : لَا، بَلْ أَعَزُّالنَّاسِ مَنْ يَتَسَابَقُ أَوْلَادُ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ إِلَى تَقْدِيْمِ نَعْلَيْهِ. فَاسْتَعْظَمَ الْأُسْتَاذُ الْأَمْرَ، وَظَنَّ أَنَّهُ أَخْطَأَ، وَأَرَادَ أَنْ يَمْنَعَهُمَا مِنْ ذَلِكَ فِى الْمَرَّةِ الْأُخْرَى، فَقَالَ الرَّشِيْدُ لَوْ مَنَعْتَهُمَا لِعَاتَبْتُكَ عِتَابًا شَدِيْدًا، فَإِنَّهُمَا لَمْ يَفْعَلَا شَيْئًا يَسْقُطُ مِنْ قَدْرِهِمَا، بَلْ إِنَّهُ يُزِيْدُ فِى شَرَفِهِمَا، وَقَدْ كَافَأْتُهُمَا عَلَى أَدَبِهِمَا : عِشْرِيْنَ أَلْفَ دِيْنَارٍ، وَلَكَ : عشْرَةُ آلَافِ دِرْهَمٍ، عَلَى حُسْنِ تَأْدِيْبِكَ لَهُمَا

3. Harun Ar-Rasyid menyerahkan kedua anaknya yaitu Al-Amin dan Al-Ma’mun, pada seorang guru yang sangat berilmu, namanya Al-Kisa’iy, Pada suatu hari sang guru berdiri, untuk keluar dari tempat mereka, maka kedua anak itu berlomba-lomba untuk mengambilkan kedua sandalnya, dan mereka berselisih untuk memberikannya kepada guru mereka, kemudian keduanya bersepakat untuk setiap orang memberikan masing-masing sebuah sandal. Ar-rasyid mendengar hal itu, lalu menyuruh orang datang kepadanya. Kemudian ia berkata kepadanya, “siapa orang yang paling mulia?” Al kisaaiy menjawab “ Amirul Mukminin”. Ar-Rasid berkata, “ tidak, orang yang paling mulia adalah orang yang anak-anak amirul mukminin berlomba untuk mengambilkan sandalnya.” Sang guru merasa risau akan hal tersebut dan mengira ia telah berbuat kesalahan serta ingin melarang mereka melakukannya dilain waktu. Maka Ar-Rasyid berkata “ adaikata anda melarang mereka, tentu aku akan menegurmu dengan keras.karena seseungguhnya Kedua anak itu tidak melakukan sesuatu yang menjatuhkan derajat mereka. Bahkan hal itu menambah kemuliaan mereka. Aku telah memberi imbalan kepada mereka 20 ribu dinar atas sopan santun mereka, dan bagimu 10 ribu dirham atas pendidikanmu yang baik terhadap mereka.”

4- وَحُكِىَ أَنَّ هَارُوْنَ الرَّشِيْدَ أَيْضًا : بَعَثَ أَحَدَ أَبْنَائِهِ إِلَى الْأَصْمَعِىِّ، لِيُعَلِّمَهُ الْعِلْمِ وَالْأَدَبَ، فَرَآهُ يَوْمًا يَتَوَضَّأَ وَيَغْسِلُ رِجْلَهُ، وَابْنُ الْخَلِيْفَةِ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَى رِجْلِهِ، فَعَاتَبَ الْأَصْمَعِىَّ فِى ذَلِكَ بِقَوْلِهِ : إِنَّمَا بَعَثْتُهُ إِلَيْكَ : لِتُعَلِّمَهُ وَتُؤَدِّبَهُ، فَلِمَاذَا لَمْ تَأْمُرْهُ : بِأَنْ يَصُبَّ الْمَاءَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ، وَيَغْسِلَ بِالْأُخْرَى رِجْلَكَ؟

4.Diceritakan bahwa Harun Ar-Rasyid juga : mengirim salah seorang putranya kepada Al Ashmaiy, agar ia mengajarinya ilmu dan adab. Pada suatu hari ia melihatnya berwudu dan mencuci kakinya, sementara putra khalifah menuangkan air di atas kakinya maka ia menegur Al-Ashamiy atas hal itu dengan perkataan : Sesungguhnya aku mengirimnya kepadamu : agar supaya engkau mengajari dan mendidiknya, mengapa anda tidak menyuruhnya : menuangkan air dengan tangannya yang satu, dan mencuci kakimu dengan tangannya yang lain?”

============================================

Jump to section

19. 19. kisah-kisah nyata

  • 1. 1. Akhlak
  • 2. 2. Kewajiban seorang anak kepada Tuhannya yang maha tinggi
  • 3. 3. Murid yang dicintai
  • 4. 4. Kewajiban Seorang Anak Kepada Nabinya
  • 5. 5. Contoh akhlak nabi saw (1 )
  • 6. 6. Contoh akhlak nabi saw 2
  • 7. 7. Kecintaan kepada orang tua.
  • 8. 8: Apa kewajibanmu terhadap orang tuamu?
  • 9. 9. Kisah-kisah nyata
  • 10. 10. Apa yang mewajibkan atasmu kepada saudara2 laki laki mu dan saudara saudara perempuan mu?
  • 11. 11. Persatuan melahirkan kekuatan.
  • 12. 12. Apa Kewajiban Kamu Terhadap Kerabatmu
  • 13. 13. Abu Tholhah Al-anshori dan kerabat-kerabatnya
  • 14. 14. Apa kewajibanmu terhadap pelayanmu?
  • 15. 15. Seperti inilah sikap toleran terhadap pembantu.
  • 16. 16 Apa kewajibanmu terhadap tetanggamu
  • 17. 17 . Kisah-kisah nyata
  • 18. 18. Apa kewajibanmu terhadap gurumu?
  • 19. 19. kisah-kisah nyata
  • 20. 20. Apa yang wajib atasmu terhadap sahabat-sahabatmu?
Page 19 of 20
Previous 1234567891011121314151617181920 Next

Related

Share64Tweet40SendShareShare
Previous Post

Mengenal Ashobah dan Klasifikasi Ahli Waris dalam Islam: Siapa Mendapat Apa dan Kapan?

Next Post

Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu

Hikmah Menghilangkan Najis dengan Air

by Muhammad Fariz Kasyidi
2023-12-15
0

حكمة إزالة النجاسة بالماء Hikmah Menghilangkan Najis dengan Air إنه وإن كان معلومًا بالبداهة أن الماء مزيل للأقذار والأوساخ وكل...

Read moreDetails
Arti Mimpi Wangi-wangian: Simbol Kebaikan, Pertobatan, atau Bahaya?

Arti Mimpi Tentang Ketakutan: Simbol Keamanan, Taubat, dan Kehidupan

2024-11-11
Mimpi Mendengar Pengumuman: Pertanda Rahasia Terbongkar atau Berita Mengejutkan?

Mimpi Pengrajin Kapas: Pertanda Perselisihan dan Masalah Uang

2024-11-20
Mimpi Burung Unta: Pertanda Kehidupan yang Sulit, Kebohongan, atau Kekuatan Tersembunyi?

Arti Mimpi Impotensi: Simbol Kesucian, Zuhud, dan Kekuasaan

2024-11-17
Next Post
Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Meneguhkan Diri sebagai Ummatan Wasatha

Merancang Niat yang Baik dalam Setiap Kegiatan

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.