1- كَانَ النَّبِيُّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ أَخْلَاقًا وَقَدْ مَدَحَهُ رَبُّهُ تَعَالَي بِقَوْلِهِ : (وَاِنَّكَ لَعَلَي خُلُقٍ عَظِيْمٍ) وَجَعَلَهُ قُدْوَةً لِلْمُسْلِمِيْنَ فِي أَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ، كَمَا قَالَ تَعَالَي : (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْ لِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ) وَ قَدْ أَرْسَلَهُ اللَّهُ لِيَكَمِّلَ الْآدَابَ، وَالْأَخْلَاقَ. وَفِي اْلحَدِيْثِ: «بُعِثْتُ لِأُتِمَّمِ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ»
1.Nabi saw adalah sebaik baiknya manusia yang berakhlak, dan sungguh Allah swt memuji sang nabi dengan firmanNya : sesungguhnya engkau (nabi Muhammad saw) mempunyai akhlak yang sangat mulia. Dan Allah menjadikan (nabi Muhammad saw) panutan untuk orang orang muslim di dalam perkataan maupun perbuatannya. Sebagaimana alloh berfirman : sesungguhnya telah ada pada diri (nabi Muhammad saw) suri tauladan yang baik. Dan sungguh Allah swt telah mengutusnya (nabi Muhammad saw) untuk menyempurnakan adab. Dan di dalam hadits disebutkan : aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
2- وَإِنَّ مِنْ أَخْلَاقِهِ الْعِفَّةَ وَالْقَنَاعَةَ : يَرْضَي مِنَ اللِّبَاسِ وَالطَّعَامِ بِالْمَوْجُوْدِ، وَلَا يَسْأَلُ عَنِ الْمَفْقُوْدِ وَمَا ذَمَّ طَعَامًا قَطُّ، لَكِنْ إِنْ اَعْجَبَهُ أَكَلَهُ، وَاِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ، وَمَا بَغَّضَهُ إِلَي غَيْرِهِ، لَا يَطْلُبُ مِنْ أَحَدٍ شَيْئًا، وَلَا يَمُدُّ عَيْنَيْهِ إِلَي غَيْرِهِ وَكَانَ حَلِيْمًا لَا يَغْضَبُ، صَابِرًا عَلَي الْبَلَاءِ وَالْأَذَي يَعْفُو عَنِ الَّذِي يُسِيءُ إِلَيْهِ، مُتَوَاضِعًا لِلصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ، وَمِنْ تَوَا ضُعِهِ أَنَّهُ إِذَا مَرَّبِالصِّبْيَانِ يُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ، وَاِذَا دَعَاهُ أَحَدٌ، يُحِبُّهُ بِقَوْلِهِ : لَبَّيْكَ، وَلَا يُحِبُّ أَنْ يَقُوْمَ لَهُ أَحَدٌ مِنْ مَجْلِسِهِ، وَكَانَ يَخِيْطُ ثَوَبَهُ، وَيَخْصِفُ نَعْلَهُ، وَيَكْنُسُ بَيْتَهُ، وَيَخْدُمُ أَهْلَهُ، وَكَانَ يَشْتَرِي الشَّيْءَ فَيَحْمِلُهُ اِلَي بَيْتِهِ ، وَيَخْدُمُ أَهْلَهُ وَكَانَ يَشْتَرِي الشَّيْءَ فَيَحْمِلُهُ إِلَي بَيْتِهِ بِنَفْسِهِ، فَيَقُوْلُ لَهُ صَاحِبُهُ : أَعْطِنِي أَحْمِلْهُ، فَيَقُوْلُ : “صَاحِبُ الشَّيْءَ أَحَقُّ بِحَمْلِهِ”
2. Dan sesungguhnya diantara akhlaknya adalah tidak meminta minta dan qona’ah. Beliau ridho akan pakaian dan makanan yang ada. Kemudian beliau tidak menanyakan tentang sesuatu yang tidak ada dan tidak pernah mencela makanan sama sekali. Akan tetapi jika ia suka ia memakannya, kalo ia tidak suka maka ia tinggalkan, dan tidak membuat orang lain untuk tidak menyukai makanan tersebut , dan meminta sesuatu dari seseorang, tidak memandang kepada yang lain , dan ia adalah orang yang lembut dan tidak pemarah, sabar atas musibah dan kejahatan, dan memaafkan yang berbuat buruk kepadanya, rendah hati kepada yang lebih kecil dan besar, dan dari kerendahan hatinya sesungguhnya jika ia berpapasan dengan anak anak ia mengucapkan salam kepada mereka , dan jika seseorang memanggilnya ia menjawab dengan perkataannya : aku memenuhi panggilan mu, dan tidak menyukai salah seorang ada yang berdiri untuknya, ia menjahit bajunya,dan memperbaiki sandalnya, dia menyapu rumahnya, membantu keluarganya dan ia membeli sesuatu lalu ia membawanya sendiri kerumahnya dan penjual berkata padanya : berikan padaku agar aku yang membawanya, lalu ia berkata : pemilik barang lebih berhak membawanya.
3- وَ مِنْ أَخْلَاقِهِ : الشَّجَاعَةُ وَالْإِقْدَامُ، وَكَانَ الشُّجَاعُ هُوَالَّذِى يَقْرَبُ مِنْهُ فِي الْحَرَبِ، لِقُرْبِهِ مِنَ الْعَدُوِّ، وَالثَّبَاتُ عَلَي الْمَبَادِئِ، وَالصَّبْرُ عَلَي أَدَاءِ الْوَاجِبِ، بِرَغْمِ الْعَقَبَاتِ الشَّدِيْدَةِ، وَالْأَذِيَّاتِ الْعَظِيْمَةِ، وَالصِّدْقُ وَالْأَمَانَةُ فِي جَمِيْعِ أَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ، حَتَّي اشْتَهَرَ بَيْنَ قَوْمِهِ بِلَقَبِ مُحَمَّدٍ الْأَمِيْنِ.
3. .Dan dari akhlaknya keberanian, dan pemberani dia orang orang yang dekat darinya di dalam perang, karena kedekatannya dengan musuh, dan keteguhan atas prinsip, dan bersabar dalam melaksanakan kewajiban , walaupun adanya hambatan yang membahayakan , dan gangguan gangguangan yang besar, dan jujur dan dapat dipercaya di dalam semua perkataan dan perbuatannya, hingga ia terkenal diantara kaumnya dan diberi gelar Muhammad al-amin.
4- وَكَانَ شَدِيْدَالْخَوْفِ مِنَ اللَّهِ تَعَالَي، كَثِيْرَالْحَيَاءِ، عَظِيْمَ الشَّفَقَةِوَالرَّحْمَةِ : لَايُؤْذِي إِنْسَانًا وَلَا حَيَوَانًا، وَيَرْحَمُ الْفُقَرَءِ وَالْمَسَاكِيْنَ، وَ يَتَصَدَّقُ عَلَيْهِمْ كَثِيْرًا، وَ يُحِبُّهُمْ إِذَا دَعَوْهُ، فَيَأْكُلُ مَعَهُمْ، وَيَزُوْرُمَرْضَاهُمْ وَ كَانَ أَكْثَرَالنَّاسِ : لَا يَرُدُّ مَنْ طَلَبَ مِنْهُ شَيْئًا، وَإِذَا لَمْ يَجِدْ عِنْدَهُ مَا يُعْطِيْهِ، وَعَدَهُ بِإِعْطَائِهِ فِي وَقْتٍ آخَرَوَجَاءَهُ رَجُلٌ ذََاتَ يَوْمٍ، فَسَأَلَهُ فَأَعْطَاهُ غَنَمًا، سَدَّتْ مَا بَيْنَ جَبَلَيْنِ، فَرَجَعَ إِلَي قَوْمِهِ ، وَقَالَ : أَسْلِمُوْا، فَإِنَّ مُحَمَّدً ايُعْطِي عَطَاءً مَنْ لَا يَخْشَي الْفَاقَةَ .
4. Dan sangat takut kepada alloh swt, banyak malu, sangat berkasih sayang, tidak menyakiti manusia dan hewan dan ia menyayangi fuqoro dan orang orang miskin, beliau banyak memberi sedekah kepada mereka, dan ia menyukai jika mereka mengundangnya, lalu makan bersama mereka dan dia mengunjungi yang sakit diantara mereka dan ia adalah orang yang paling banyak : tidak menolak orang yang meminta kepadanya, dan jikalau menemukan disisinya apa yang bisa ia berikan maka ia memberikan janji untuk memberinya waktu lain, dan datang laki laki suatu hari, dan bertanya kemudian meminta kepadanya lalu memberikan domba yang sangat banyak yang menutupi jalan antara 2 gunung, maka ia kembali kepada kaumnya seraya berkata : Masuklah ke agama islam karena sesungguhnya Muhammad memberikan hadiah seperti orang yang tidak takut dengan kemiskinan.
5- وَكَانَ يَرْحَمُ الْخَادِمَ : لَا يَنْهَرَ خَادِمًا قَطُّ، وَيَأْمُرُ بِالْعَفْوَ عَنِ الْخَادِمِ إِذَاغَلِطَ، وَيُشْفِقُ عَلَي الصِّبْيَانِ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ، فَإِذَا صَلَّي وَسَمِعَ صَبِيًّا يَبْكِي خَفَّفَ صَلَاتَهُ. وَذَاتَ يَوْمٍ دَخَلَ سَيِّدُنَا الْحَسَنُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ صَغِيْرٌ، وَالنَّبِيُّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فَرَكِبُ ظَهْرَهُ، وَهُوَ سَا جِدٌ فَأَبْطَأَ فِي سُجُوْدِهِ، شَفَقَةً عَلَيْهِ، حَتَّي نَزَلَ عَنْهُ، وَكَانَ لِأَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اَخٌ يُقَالُ لَهُ : أَبُوْ عُمَيْرٍ، وَكَانَ لَهُ نُغَرٌ، (طَائِرٌ صَغِيْرٌ أَحْمَرُ الْمِنْقَارِ) يَلْعَبُ بِهِ، فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ، فَرَأَي الْوَلَدُ حَزِيْنًا، فَقَالَ : مَا شَأْنُهُ؟ قِيْلَ لَهُ : مَاتَ نُغَرُهُ فَقَالَ : يَا أَبَا عُمَيْرٍ! مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟
6. Dan dia menyayangi pembantu, tidak pernah mencaci pembantu, dia memerintahkan untuk memaafkan pembantu jikalau ada kesalahan, dan ia menyayangi anak anak dan mengucapkan salam pada mereka, maka ia apabila ia sholat dan mendengar anak menangis, maka ia mempercepat sholatnya, dan suatu hari masuk sayyidina hasan r.a dan ia masih kecil dan nabi Muhammad saw beliau sedang sholat nabi kemudian ia menunggangi punggung Rosul saw ketika ia dalam posisi sujud maka ia melambatkan sujudnya, sebagai bentuk kasih sayang terhadapnya dan sampai ia turun darinya, dan anas ibn malik punya saudara yang bernama abu umair dan ia mempunyai seekor burung nughor (seekor burung kecil dengan paruh berwarna merah) yang ia bermain dengannya, kemudian burung itu mati dan nabi saw pernah datang padanya suatu hari dan melihat anak itu sedih, maka Nabi bertanya : ada apa denganya ? Maka seseorang berkata : burungnya sudah mati, maka Rosul berkata : Wahai abu Umair apa yang dilakukan burung kecil.?
============================================








