1- إِنَّ أَقْرَبَ النَّاسِ إِلَيْكَ بَعْدَ وَالِدَيْكَ، هُمْ إِخْوَاتُكَ وَأَخَوَاتُكَ فَاعْمِلْ بِهَاذِهِ الآدَابِ، لِتَعِيْشَ مَعَهُمْ فِى سُرُوْرٍ وَهَنَاءٍ، وَتَنَالَ رِضَا وَالِدَيْكَ :
1. Sesungguhnya manusia yang paling dekat kepadamu setelah kedua orang tuamu, mereka ialah saudara perempuan dan laki laki mu. Maka gunakanlah adab-adab ini agar kamu hidup bersama mereka dalam kegembiraan dan penuh kesenangan dan kamu mendapatkan ridho kedua orang tua mu.
2- أَنْ تَحْتَرِمَهُمْ فِى جَمِيْعِ الْأَحْوَالِ، وَأَنْ تَحِبَّهُمْ مَحَبَّةً صَادِقَةً، فَأَنْتَ وَهُمْ مِنْ أَصْلِ وَاحِدٍ، وَهُمْ يُحِبُّوْنَكَ، وَيَتَمَنَّوْنَ سَعَادَتَكَ فَكُنْ مَعَهُمْ دَاءِمًا فِى وِفَاقٍ وَاتِّحَادٍ، وَاخْتَرِزْ عَنْ أَسْبَابِ الْخِلَافِ وَالنِّزَاعِ،
2. Hendaklah engkau menghormati mereka dalam semua keadaan dan engkau mencintai mereka dengan rasa cinta yang tulus. Karena kamu dan mereka berasal dari asal yang satu dan mereka mencintaimu dan mengharapkan kebahagiaanmu, maka hiduplah bersama mereka selamanya dalam keharmonisan dan persatuan dan jauhilah penyebab-penyebab pertengkaran dan perdebatan.
3- وَأَنْ تَخُصَّ أَخَاكَ الْكَبِيْرَ، وَأُخْتُكَ الْكَبِيْرَةَ، بِمَزِيْدِ الْإِكْرَامِ وَالْاِحْتِرَامِ، وَتَعْتَبِرَهُمَا فِى مَقَامِ وَالِدَيْكَ، فَتَعْمَلَ بِنَصَا ئِحَهِمَا، وَلَا تُعَانِدَ أَوَامِرَهُمَا.
وَفِى الْحَدِيْثِ : «حَقُّ كَبِيْرِ الْإِخْوَةِ عَلَى صَغِيْرِهِمْ ، كَحَقِّ الْوَالِدِعَلَى وَلَدِهِ»
3. Dan lebih khusus lagi kepada saudara laki laki dan perempuanmu yang lebih tua agar engkau lebih memuliakan dan menghormati mereka dan menganggap mereka di posisi orang tuamu agar engkau menjalankan nasehat nasehat keduanya. Dan tidak melawan perintah-perintah dari keduanya.
Dan dalam sebuah hadits : ( hak seorang kaka atas adik adik mereka seperti hak ayah terhadap anaknya ).
4- وَأَنْ تَرْحَمَ أَخَاكَ الصَّغِيْرَ، وَأُخْتَكَ الصَّغِيْرَةَ، وَتُعَامِلَهُمَا بِالْإِحْسَانِ، مُعَامَلَةُ وَالِدَيْكَ لَكَ.
وَفِى الْحَدِيْثِ : «لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا، وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيْرِنَا»
4. Dan hendaklah kamu menyayangi adik-adikmu yang laki maupun perempuan mu dan memperlakukan mereka dengan baik seperti perlakuan kedua orang tuamu kepadamu.
Dan di dalam hadits : ( bukankah golongan kami orang yang tidak menyayangi orang-orang yang lebih muda dan tidak mengetahui hak hak orang yang lebih tua ).
5- سَاعِدْ إِخْوَاتَكَ وَأَخَوَاتِكَ، بِكُلِّ مَااسْتَطَعْتَ مِنَ الْمُسَاعَدَةِ، قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : «مَثَلُ الْأَخَوَيْنِ مَثَلُ الْيَدَيْنِ، تَغْسِلُ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى». وَتَنَازَلْ دَائِمًا مَعَهُمْ، وَكُنْ صَابِرًا عَلَيْهِمْ، وَإِذَا غَلِطُوْا، فَنَبِّهْهُمْ عَلَى غَلَطِهِمْ، بِلُطَفِ وَلِيْنٍ، فَإِنَّ الْكَلَامَ اللَّطِيْفَ، يُبَكِّتُ الضَّمِيْرَ أَحْسَنَ تَبْكِيْتٍ، وَالْكَلَامَ الشَّدِيْدَ يُوْرِثُ الْوَحْشَةَ وَالْمُقَاطَعَةَ، وَاخْذَرْ أَنْ تَتَضَارَبَ أَوْ تَتَشَاتَمَ مَعَهُمْ، أَوْتَنُمَّ بَيْنَهُمْ أَوْتَأْخُذَ مِنْهُمْ شَيْئًا بِغَيْرِ رِضَاهُمْ أَوْتُقَاطِعَ أَحَدًا مِنْهُمْ.
وَ فِى الْحَدِيْثِ : «لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَمَنْ هَجَرَفَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ».
5. Bantulah saudara laki laki dan saudara perempuanmu dengan segala kemampuanmu dalam membantu. Nabi saw bersabda : ( perumpaan 2 saudara seperti kedua tangan yang satu mencuci yang lain ). Dan selalulah rendah diri terhadap mereka dan bersabarlah atas mereka dan apabila mereka melakukan kesalahan maka ingatkanlah atas kesalahan-kesalahan mereka dengan kelembutan dan kelunakkan karena sesungguhnya perkataaan yang lembut itu bisa menundukkan hati dengan sebenar benarnya ketundukkan. Dan perkataan yang kasar itu menimbulkan rasa asing dan memutuskan hubungan maka berhati hatilah jangan sampai kamu bertengkar dan saling mencaci dengan mereka atau mengadu domba diantara mereka atau engkau mengambil sesuatu dari mereka tanpa ridho dari mereka atau memutuskan silaturrahmi dengan salah satu diantara mereka.
Dan di dalam hadits : ( Tidak di perbolehkan bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari, maka siapa yang mendiamkan saudara nya lebih dari 3 hari kemudian ia meninggal akan masuk ke dalam neraka ).
6- وَأَخُوْكَ هُوَا السَّاعِدُ الْأَيْمَنُ لَكَ، كَمَاقَالَ تَعَالَى خِطَابًالِسَيِّدِنَا مُوْسَى فِى حَقِّ أَخِيْهِ سَيِّدِنَا هَارُوْنَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ : ( سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيْكَ) وَهُوَ السِّلَاحُ الَّذِى تُدَافِعُ بِهِ أَعْدَاءَكَ، فِي مُعْتَرَكِ الْحَيَاةِ، كَمَاقَالَ الشَّاعِرُ : أَخَاكَ أَخَاكَ إِنَّ مَنْ لَاأَخَا لَهُ
كَسَاعٍ إِلَى الْهَيْجَا بِغَيْرِ سِلَاحِ
6. Dan saudaramu adalah tangan kananmu sebagaimana Allah swt berkata terhadap nabi Musa menggambarkan posisi adiknya nabi Harun ‘alaihimassalaam : (kami akan menguatkan lenganmu dengan saudaramu) dan ia merupakan senjata yang melindungimu dari musuh musuhmu dalam peperangan kehidupan.
Seperti berkata seorang penyair :
Saudaramu saudaramu ( peganglah ) sesungguhnya orang orang yang tidak memiliki saudara #
seperti orang yang pergi ke medan perang tanpa senjata.
============================================








