• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Saturday, July 18, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 2

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-08-24
in Kajian Kitab, Terjemah Kitab
Reading Time: 47 mins read
A A
0
160
SHARES
799
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine
Jump to section

18. 18. Apa kewajibanmu terhadap gurumu?

  • 1. 1. Akhlak
  • 2. 2. Kewajiban seorang anak kepada Tuhannya yang maha tinggi
  • 3. 3. Murid yang dicintai
  • 4. 4. Kewajiban Seorang Anak Kepada Nabinya
  • 5. 5. Contoh akhlak nabi saw (1 )
  • 6. 6. Contoh akhlak nabi saw 2
  • 7. 7. Kecintaan kepada orang tua.
  • 8. 8: Apa kewajibanmu terhadap orang tuamu?
  • 9. 9. Kisah-kisah nyata
  • 10. 10. Apa yang mewajibkan atasmu kepada saudara2 laki laki mu dan saudara saudara perempuan mu?
  • 11. 11. Persatuan melahirkan kekuatan.
  • 12. 12. Apa Kewajiban Kamu Terhadap Kerabatmu
  • 13. 13. Abu Tholhah Al-anshori dan kerabat-kerabatnya
  • 14. 14. Apa kewajibanmu terhadap pelayanmu?
  • 15. 15. Seperti inilah sikap toleran terhadap pembantu.
  • 16. 16 Apa kewajibanmu terhadap tetanggamu
  • 17. 17 . Kisah-kisah nyata
  • 18. 18. Apa kewajibanmu terhadap gurumu?
  • 19. 19. kisah-kisah nyata
  • 20. 20. Apa yang wajib atasmu terhadap sahabat-sahabatmu?

اَيُّهَاالْوَلَدُ الْأَدِيْبُ : كَمَا أَنَّ وَالِدَكَ الَّذِى يُرَبِّى جِسْمَكَ لَهُ حَقٌّ عَظِيْمٌ عَلَيْكَ، فَكَذَلِكَ أُسْتَاذُكَ الَّذِى يُرَبِّى رُوْحَكَ، وَيُهَذِّبُ أَخْلَاقَكَ، وَيُنَوِّرُ فِكْرَكَ، وَيُعَلِّمُكَ الْعِلْمَ النَّافِعَ، لَهُ حَقٌّ كَبِيْرٌ عَلَيْكَ، فَيَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تُحِبَّهُ وَتُعَظِّمَهُ، وَتُعَامِلَهُ بِهَذِهِ الْآدَابِ :

Wahai anak yang beradab : sebagaimana orang tuamu yang telah mendidik jasadmu mempunyai hak yang besar atas dirimu, maka begitu pula gurumu yang telah mendidik rohaniahmu dan memperindah akhlakmu serta menerangi pikiranmu dan mengajari ilmu yang berguna, ia mempunyai hak yang besar atas dirimu, maka kamu wajib mencintai dan memuliakannya serta memperlakukannya dengan adab-adab ini :

1- أَنْ تُذْعِنَ لِنَصَائِحِهِ وَتَخْضَعَ لِأَوَامِرِهِ ، لَاخَوْفًا مِنَ الْعِقَابِ وَلَكِنْ قِيَامًا بِالْوَاجِبِ، عَنْ إِخْلَاصٍ مِنْ قَلْبِكَ، كَمَا يُذْعِنُ الْمَرِيْضُ لِلطَّبِيْبِ الشَّفِيْقِ، فَتَسْتَقْبِلَ كُلَّ مَا يُلْقِى إِلَيْكَ بِحُسْنِ الْإِصْغَاءِ وَالشُّكْرِ وَالْفَرَحِ، وَأَنْ تَتَوَاضَعَ لَهُ، وَتَطْلُبَ الثَّوَابَ وَالشَّرَفَ بِخِدْمَتِهِ، وَتَشْعُرَ دَائِمًا أَنَّكَ مَمْنُوْنٌ مِنْ أُسْتَاذِكَ، وَلَا تَسْتَطِيْعُ أَنْ تُجَازِيَهُ مَهْمَا أَحْسَنْتَ إِلَيْهِ، وَتَحْذَرَ غَايَةَ الْحَذَرِ مِنْ أَنْ تَعْتَرِضَ عَلَيْهِ. أَوْ تُعَا نِدَهُ أَوْتَتَكَبَّرَ عَلَيْهِ.

وَفِى الْحَدِيْثِ : « لَيْسَ مِنْ أَخْلَاقِ الْمُؤْمِنِ التَّمَلُّقُ إِلَّا فِى طَلَبِ الْعِلْمِ»

وَقَالَ سَيِّدِنَا عَلِيٌّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ : أَنَا عَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِى حَرْفًا : إِنْ شَاءَ بَاعَ، وَإِنْ شَاءَ أَعْتَقَ، وَإِنْ شَاءَ اسْتَرَقَّ. وَأَمَّا الْكِبْرُ وَالْعِنَادُ فَسَبَبٌ لِحِرْمَانِ الْعِلْمِ، كَمَا قَالَ الشَّاعِرُ :

الْعِلْمُ حَرْبٌ لِلْفَتَى الْمُتَعَالِى

كَالسَّيْلِ حَرْبٌ لِلْمَكَانِ الْعَالِى

وَالتِّلْمِيْذُ الْأَدِيْبُ الْمُتَوَاضِعُ : يَنَالُ الْعِلْمَ وَيَنْتَفِعُ بِهِ، وَعَكْسُهُ الْوَقِحُ الْمُتَكَبِّرُ، وَإِنْ نَالَ شَيْئًا مِنَ الْعِلْمِ : فَلَا يَنْتَفِعُ بِهِ فِى نَفْسِهِ، وَلَا يَنْفَعُ بِهِ غَيْرَهُ. بَلْ يَضُرُّهُ الْعِلْمُ، وَيَزِيْدُهُ كِبْرًا وَسُوْءَ خُلُقٍ.

1. Hendaklah engkau patuh kepada nasihat-nasihatnya dan tunduk kepada perintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam hatimu. Sebagaimana seorang sakit yang patuh kepada dokter yang penuh kasih. Maka kamu terima segala yang diberikan kepadamu dengan pendengaran yang baik, penuh rasa syukur dan kegembiraan. Dan engkau bersikap rendah hati terhadapnya dan mencari pahala serta kemuliaan dengan mengabdi kepadanya. Kamu menyadari bahwa Kamu mendapat pemberian melalui gurumu dan engkau tidak akan bisa untuk membalasnya, betapapun engkau berbuat baik kepadanya. Hendaklah engkau sangat berhati-hati agar tidak menentangnya atau membangkang kepadanya atau bersikap sombong terhadapnya. Dalam hadits : ( mencari pujian bukanlah termasuk akhlak seorang mukmin, kecuali dalam menuntut ilmu ). Berkata sayyidina ali, Semoga Allah memuliakan wajahnya : aku adalah budak dari orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau ia bisa menjualnya dan jika ia mau ia bisa membebaskannya dan jika ia mau ia bisa memperbudaknya. Dan adapun Kesombongan dan pembangkangan, keduanya menyebabkan manusia tidak mendapat ilmu. sebagaimana Penyair berkata :

Ilmu itu memerangi seorang pemuda Yang sombong Seperti hal nya air yang mengalir memerangi tanah yang tinggi.

Dan murid yang beradab dan rendah hati, ia akan mendapat ilmu dan memanfaatkannya. Sebaliknya adalah murid yang kurang ajar dan sombong. Meskipun ia mendapat sedikit ilmu, namun ia tidak bisa memanfaatkannya bagi dirinya dan tidak pula memberi manfaat kepada orang lain. Ilmu itu membahayakannya dan menambah baginya kesombongan dan akhlak yang buruk.

2- وَإِنَّ مِنْ نَصَائِحِ الْأُسْتَاذِ : أَنْ تَنْوِىَ بِطَلَبِ الْعِلْمِ رِضَا اللهِ وَالدَّارَالآخِرَةَ، وَإِحْيَاءِ الدِّيْنِ، وَنَفْعَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَتَنْوِى بِهِ الشُّكْرَ عَلَى نِعْمَةِ الْعَقْلِ، وَصِحَّةِ الْبَدَنِ، وَلَا تَقْصِدَ بِهِ طُلَبَ الْمَدْحِ وَالْجَاهِ عِنْدَ النَّاسِ، أَوْ جَمْعَ حُطَامِ الدُّنْيَا

وَمِنْ نَصَائِحِهِ أَيْضًا : أَنْ تَجْتَهِدَ غَايَةَ الْإِجْتِهَادِ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ : فَتَحْفَظَ دُرُوْسَكَ كُلَّهَا، وَتُرَا جِعَهَا فِى الْبَيْتِ، وَلَا تُضَيِّعَ أَوْقَاتَكَ سُدًى، فَإِنَّهَا أَغْلِى مِنَ الْجَوَاهِرِ الثَّمِيْنَةِ، وَإِذَا فَاتَتْ فَلَا تَعُوْدُ أَبَدًا، وَأَنْ تَعْتَنِىَ بِنَظَافَةِ كُتُبِكَ وَأَدَوَاتِكَ، وَتَرْتِيْبَهَا فِى مَحَلِّهَا، وَتُوَاظِبَ عَلَى الْحُضُوْرِ كُلَّ يَوْمٍ،فِى الْوَقْتِ الْمُعَيَّنَ وَلَا تَتَأَخَّرَإِلَّا لِعُّذْرٍصَحِيْحٍ وَأَنْ تَسْتَمِعَ إِلَى مَايُلْقِيْهِ مِنَ الدُّرُوْسِ بِقَلْبٍ حَاضِرٍ، حَتَّى تَفْهَمَهَابِسُرْعَةٍ،وَلَا تُتْعِبَ أُسْتَا ذَكَ بِكَثْرَةِ التَّكْرَارِ،فَاعْمَلْ بِتِلْكَ النَّصَائِحِ النَّافِعَةُ.

2. dan Diantara nasihat-nasihat guru : hendaklah kamu berniat dalam menuntut imu demi mendapat ridha allah dan negri akhirat, menghidupkan agama dan memberi manfaat bagi kaum muslim serta sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat akal dan kesehatan badan. Janganlah engkau bermaksud mencari pujian dan kedudukan di antara orang banyak atau mengumpulkan kesenangan duniawi.

Diantara nasihat-nasihatnya juga ialah agar engkau berjuang dengan keras dalam mencari ilmu. Maka hafalkanlah semua pelajaranmu dan mengulang-ulangnya dirumah. Janganlah menyia-nyiakan waktumu dengan percuma, karena ia lebih mahal daripada permata yang berharga. Apabila ia terlewatkan, maka ia tidak akan pernah kembali. Dan hendaklah engkau perhatikan kebersihan buku-buku dan alat-alatmu serta merapikannya pada tempatnya dan engkau senantiasa hadir setiap hari pada waktu yang telah ditentukan dan jangan terlambat, kecuali dengan alasan yang benar. Dan agar engkau mendengarkan pelajaran-pelajaran yang diberikannya dengan penuh perhatian hingga kamu memahaminya dengan cepat dan tidak melelahkan gurumu dengan banyak mengulang. Maka kerjakanlah nasihat-nasihat yang bermanfaat itu.

3- وَمِنَ الْآدَبِ مَعَ الْأُسْتَاذِ :أَنْ تَقُوْمَ لَهُ إذَا كُنْتَ جَالِسًا،اِحْتِرَامًالَهُ وَتَعْظِيْمًا،وَلَاتَجْلِسَ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ بِالْجُلُوْسِ،فَتَجْلِسَ أَمَامَهُ بِأَدَبٍ،وَلَاتَتَقَدَّمَ عَلَيْهِ فِى الْكَلَامِ،أَوْتَقْطَعَ عَلَيْهِ كَلَامَهُ، أَوْتَأْمُرَوَتَنْهَى أَحَدًابِحَضْرَتِهِ ،وَإِذَا لَمْ تَفْهَمْ مَسْأَلَةً :أَنْ تُقَدِّمَ إِلَيْهِ السُّؤَالَ ، بِلُطْفٍ وَاحْتِرَامٍ: بِأَنْ تَرْفَعَ أُصْبُعَكَ أَوَّلًا .وَلَاتَتَكَلَّمَ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ فِى الْكَلَامِ،وَإِذَاسَأَلَكَ عَنْ شَيْءٍ : أَنْ تَنْهَضَ قَائِمًا ، وَتُجِيْبَ عَلَى سُؤَالِهِ بِجَوَابٍ حَسَنٍ ،وَلَاتُبَادِرْبِالْجَوَابِ ،إِذَاوَجَّهَ السُّؤَالَ إِلَى غَيْرِكَ.

3. Dan diantara adab-adab terhadap guru adalah engkau berdiri menyambutnya jika kamu sedang duduk demi menghormati dan mengagungkannya. Dan Janganlah duduk sampai ia mengizinkan kamu duduk. Kemudian kamu duduk didepannya dengan sopan dan jangan mendahuluinya berbicara atau memutus pembicaraannya atau menyuruh dan melarang seorang didepannya. Jika kamu tidak mengerti suatu masalah, maka hendaknya engkau ajukan pertanyaan kepadanya dengan lembut dan penuh penghormatan. Yaitu dengan engkau angkat jarimu lebih dulu dan jangan berbicara hingga ia mengizinkanmu bicara. Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu, maka hendaklah engkau bangkit berdiri dan menjawab pertanyaannya dengan baik. Janganlah engkau bergegas untuk menjawab, jika ia mengajukan pertanyaan kepada orang lain

4- وَأَنْ تُسَلِّمَ عَلَيْهِ وَتُصَافِحَهُ كُلَّ يَوْمٍ فِى الْمَدْرَسَةِ ،وَتُقَابِلَهُ بِوَجْهٍ مُبْتَسِمٍ ،وَتَفْعَلَ كَذَلِكَ إِذَالَقِيْتَهُ فِى الطَّرِيْقِ،وَأَنْ تَزُوْرَهُ فِى بَيْتِهِ خُصُوْصًافِى الْأَعْيَادِفِى الطَّرِيْقِ،وَأَنْ تَزُوْرَهُ فِى بَيْتِهِ خُصُوْصًافِى الْأَعْيَادِ،أَوْإِذَامَرِضَ،وَتَسْأَلَهُ عَنْ صِحَّتِهِ ،وَتَدْعُوَلَهُ بالْعَافِيَةِ ،وَأَنْ تُسَاعِدَهُ فِى قَضَاءِحَاجَاتِهِ، وَتُشَاوِرَهُ فِى أُمُوْرِكَ ،وَتَعْمَلَ بِمَايُشِيْرُبِهِ عَلَيْكَ ،وَأْنَ لَاتَدْعُوَهُ بِاسْمِهِ ،بَلْ بِكَلِمَةِ الأُسْتَاذِ ،وَلَاتَمْشِىَ أَمَامَهُ ،أَوْتُوَلِّيَهُ ظَهْرَكَ ،وَلَاتَجْلِسَ فِى مَحَلِّهِ ،أَوْتَأْخُذَكِتَابَهُ بِغَيْرِ إِذْنِهِ ،وَأَنْ لَاتُكْثِرَعَلَيْهِ الْكَلَامَ ،وَلَاتُفْشِىَ لَهُ سِرًّا،وَلَاتَغْتَابَ عِنْدَهُ أَحَدًا ،وَلَاتَقُوْلَ لَهُ : إِنَّ فُلَانًاقَالَ : خِلَافَ قَوْلِهِ .

4. dan hendaklah engkau memberi salam kepadanya dan menjabat tangannya setiap hari disekolah dan menghadapnya dengan wajah tersenyum dan lakukan itu pula jika engkau menjumpainya dijalan dan menjenguknya dirumahnya, terutama pada waktu hari raya atau jika ia sakit tanyakan kepadanya tentang kesehatannya dan hendaklah engkau mendoakan bagi kesembuhannya. Dan engkau bantu dia dalam memenuhi kebutuhannya dan bermusyawarahlah dengannya dalam urusan-urusanmu serta mengerjakan dengan apa yang diperintahnya, janganlah memanggilnya dengan namanya tetapi dengan kata “guru”. Jangan berjalan didepannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Janganlah duduk ditempatnya atau mengambil bukunya tanpa izinya. Janganlah banyak bicara kepadanya dan jangan menyebarkan rahasianya. Janganlah menggunjing seseorang dihadapannya. Janganlah berkata kepadanya, si fulan mengatakan : yang bertentangan perkataannya.

5- وَأَنْ لَا تَسْتَحِىَ إِذَا سَأَلَكَ عَنْ فَهْمِ مَسْأَلَةً وَأَنْتَ لَمْ تَفْهَمْهَا أَنْ تُصَرِّحَ لَهُ بِا الْحَقِيْقَةِ، حَتَّى لَا تَأْثَمَ بِاالْكَذِبِ، وَيَفُوْتَكَ فَهْمُ تِلْكَ الْمَسْأَلَةِ وَلَا تَغْضَبَ إِذَا عَاتَبَكَ، بَلْ تَسْكُتَ وَتَفْرَحَ بِذَلِكَ ، لِاَنَّهُ مَا يُعَاتِبُكَ إِلَّا لِمَحَبَّتِهِ لَكَ، لِتَقُوْمَ بِوَاجِبَاتِكَ، وَسَوْفَ تَشْكُرُهُ عَلَى ذَلِكَ الْعِتَابِ إِذَا كَبِرْتَ

وَمِنَ الْخَطَأِالْكَبِيْرِ : أَنْ تَظُنَّ أَنَّ أُسْتَاذَكَ يُبْغِضُكَ، بِسَبَبِ عِتَابِهِ لَكَ، فَلَا يُسِيْءُ الظَّنَّ بِأُسْتَاذِهِ : إِلَّا التِّلْمِيْذُ الْوَقِحُ، الْمَحْرُوْمُ مِنَ الْعِلْمِ.

5. Janganlah malu menegaskan yang sebenarnya jika ia bertanya kepadamu tentang pemahaman suatu masalah yang mana kamu tidak memahaminya agar supaya engkau mengatakan yang sebenarnya sehingga engkau tidak berdosa karena berbohong dan engkau tidak kehilangan pemahaman masalah tersebut. Janganlah kamu marah jika ia menegurmu, tetapi diamlah dan bergembiralah atas hal itu karena, ia tidak menegurmu kecuali karena kecintaannya kepadamu agar engkau menjalankan kewajibanmu dan engkau akan berterima kasih atas terguran tersebut jika kau sudah besar nanti.

Dan dari suatu kesalahan yang besar adalah engkau mengira bahwasanya gurumu membencimu karena tegurannya kepadamu, maka tidaklah seorang murid berprasangka buruk kepada gurunya kecuali ia adalah murid yang kurang ajar yang terhalangi untuk mendapatkan ilmu.

6- إِنَّ مِنَ الْوَفَاءِ لِأُسْتَاذِكَ : أَنْ لَا تَنْسَى إِحْسَانَهُ طُوْلَ حَيَاتِكَ، وَإِنْ خَرَجْتَ مِنَ الْمَدْرَسَةِ، أَوِانْفَصَلَ أُسْتَاذُكَ مِنْهَا، أَوْسَافَرَ إِلَى بَلَدٍ آخَرَ مَثَلًا، فَتَتَّصِلَ بِهِ بِالْمُرَاسَلَاتِ، وَلَا سِيَّمَا عِنْدَ الْمُنَاسَبَاتِ، وَكَذَلِكَ إِذَاانْتَقَلَ إِلَى الْعَالَمِ الْبَاقِى : أَنْ تَدْعُوَ لَهُ بِالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، وَتَتَصَدَّقَ عَنْهُ.

6. Dan dari salah satu bentuk kesetiaan kepada gurumu adalah ketika engkau tidak melupakan kebaikannya sepanjang hidupnya, meskipun ketika engkau keluar dari sekolah ataupun ketika sang guru sudah tak berada disekolah tersebut atau dia telah berpindah ke kota lain contohnya, maka engkau selalu berhubungan dengannya lewat surat menyurat dan khususnya ketika ada acara-acara, dan begitu pula saat ia sudah berpindah kea lam yang kekal agar senantiasa engkau mendoakannya agar Allah merahmatinya dan mengampuninya, dan bersedekah untuk dirinya. 

============================================

Jump to section

18. 18. Apa kewajibanmu terhadap gurumu?

  • 1. 1. Akhlak
  • 2. 2. Kewajiban seorang anak kepada Tuhannya yang maha tinggi
  • 3. 3. Murid yang dicintai
  • 4. 4. Kewajiban Seorang Anak Kepada Nabinya
  • 5. 5. Contoh akhlak nabi saw (1 )
  • 6. 6. Contoh akhlak nabi saw 2
  • 7. 7. Kecintaan kepada orang tua.
  • 8. 8: Apa kewajibanmu terhadap orang tuamu?
  • 9. 9. Kisah-kisah nyata
  • 10. 10. Apa yang mewajibkan atasmu kepada saudara2 laki laki mu dan saudara saudara perempuan mu?
  • 11. 11. Persatuan melahirkan kekuatan.
  • 12. 12. Apa Kewajiban Kamu Terhadap Kerabatmu
  • 13. 13. Abu Tholhah Al-anshori dan kerabat-kerabatnya
  • 14. 14. Apa kewajibanmu terhadap pelayanmu?
  • 15. 15. Seperti inilah sikap toleran terhadap pembantu.
  • 16. 16 Apa kewajibanmu terhadap tetanggamu
  • 17. 17 . Kisah-kisah nyata
  • 18. 18. Apa kewajibanmu terhadap gurumu?
  • 19. 19. kisah-kisah nyata
  • 20. 20. Apa yang wajib atasmu terhadap sahabat-sahabatmu?
Page 18 of 20
Previous 1234567891011121314151617181920 Next

Related

Share64Tweet40SendShareShare
Previous Post

Mengenal Ashobah dan Klasifikasi Ahli Waris dalam Islam: Siapa Mendapat Apa dan Kapan?

Next Post

Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Mimpi Kayu Hitam: Simbol Kekayaan & Kekuasaan, Apa Artinya bagi Anda?
Kajian Kitab

Mimpi Kayu Hitam: Simbol Kekayaan & Kekuasaan, Apa Artinya bagi Anda?

by Muhammad Fariz Kasyidi
2024-09-27
0

Kayu hitam - الآبنوس الآبنوس: الآبنوس٢  امرأة هندية موسرة أو رجل صلب موسر. Kayu hitam: wanita India yang kaya atau...

Read moreDetails

Arti Mimpi Meremehkan Orang Lain: Pertanda Kerusakan Agama dan Hinaan

2024-11-04
Mimpi Burung Unta: Pertanda Kehidupan yang Sulit, Kebohongan, atau Kekuatan Tersembunyi?

Arti Mimpi Memakai Kalung: Pertanda Rezeki, Ilmu, dan Jodoh

2024-11-17
Mimpi Melihat Pelangi: Apakah Ini Pertanda Hujan Rezeki atau Musibah?

Mimpi Tentang Kafalah: Pertanda Kestabilan dan Perjanjian yang Kuat

2024-11-19
Next Post
Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Setelah Puasa Asyura, Apa Amalan Selanjutnya?

Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Hijrah, Safar, dan Rihlah: Saat Perjalanan Menjadi Cermin Diri

Meneguhkan Diri sebagai Ummatan Wasatha

Merancang Niat yang Baik dalam Setiap Kegiatan

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.