• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Sunday, July 19, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Menyambut Penuntut Ilmu: Wasiat Nabi untuk Memuliakan Para Pelajar

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-07-27
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
9
SHARES
45
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

Dalam proses belajar mengajar, hubungan antara guru dan murid memegang peranan sentral. Islam tidak hanya mengatur materi apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana seorang guru seharusnya bersikap. Salah satu adab terpenting bagi seorang pendidik adalah menunjukkan kelembutan dan kebaikan hati kepada mereka yang datang untuk menimba ilmu.

Prinsip Utama: Lemah Lembut dan Berbuat Baik

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang guru untuk bersikap lemah lembut kepada murid-muridnya. Ia hendaknya menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan tulus, serta senantiasa berusaha berbuat baik kepada mereka sesuai dengan kondisi yang ada. Sikap baik ini bukan sekadar basa-basi, melainkan sebuah cerminan dari keluhuran budi pekerti yang harus dimiliki oleh seorang pewaris ilmu para nabi.

Perlakuan yang baik ini harus disesuaikan dengan keadaan, yang menunjukkan bahwa seorang guru perlu memiliki empati dan kepekaan. Ia memahami latar belakang muridnya, menghargai usaha mereka, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung, bukan yang mengintimidasi.

Sebuah Wasiat Agung dari Rasulullah SAW

Sikap memuliakan penuntut ilmu ini bukanlah sekadar anjuran biasa, melainkan sebuah wasiat langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini tergambar dengan indah dalam sebuah riwayat dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu.

Diceritakan bahwa ketika para penuntut ilmu mendatanginya, Abu Said Al-Khudri menyambut mereka dengan ucapan, “Selamat datang dengan wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Ucapan selamat datang yang luar biasa ini didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang ia dengar langsung:

“Sesungguhnya, orang-orang akan mengikuti kamu, dan akan ada orang-orang yang datang kepadamu dari berbagai penjuru bumi untuk belajar dan mendalami ilmu agama. Jika mereka datang kepadamu, maka berwasiatlah kamu kepada mereka dengan baik (perlakukanlah mereka dengan sebaik-baiknya).”

Riwayat ini, yang juga dikuatkan melalui jalur Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, memberikan beberapa pelajaran penting:

  1. Sebuah Nubuat: Rasulullah telah memberitakan bahwa estafet dakwah dan ilmu akan terus berlanjut, dan para pelajar akan datang dari tempat yang jauh sekalipun untuk belajar.
  2. Sebuah Wasiat: Kepada para sahabatnya dan para ulama setelah mereka, Rasulullah memberikan amanah atau wasiat untuk menyambut para pencari ilmu ini dengan perlakuan terbaik.

Kesimpulan

Menjadi seorang guru berarti mengemban amanah agung, termasuk di dalamnya adalah amanah untuk bersikap lemah lembut dan memuliakan para murid. Mereka bukanlah bawahan, melainkan tamu-tamu istimewa yang kedatangannya telah diisyaratkan oleh Rasulullah. Dengan menyambut mereka secara hangat dan memperlakukan mereka dengan baik, seorang guru tidak hanya mempermudah transfer ilmu, tetapi juga sedang menjalankan salah satu wasiat terindah dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pasal 5: Bersikap Lemah Lembut kepada Orang yang Belajar

Pasal ke-5:

وَيَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَرْفُقَ بِمَنْ يَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَنْ يُرَحِّبَ بِهِ وَيُحْسِنَ إِلَيْهِ بِحَسَبِ حَالِهِمَا

“Seorang guru sudah sepatutnya bersikap lemah-lembut kepada orang yang belajar kepadanya dan menyambutnya serta berbuat baik kepadanya sesuai dengan keadaannya.”

Kami telah meriwayatkan dari Abu Harun Al-Abdi, berkata: “Kami mendatangi Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu kemudian berkata: “Selamat datang dengan wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قاَلَ إِنَّ النَّاسَ لَكُمْ تَبَعٌ وَإِنَّ رِجَالًا يَأْتُوْنَكُمْ مِنْ أَقْطَارِ الْأَرْضِ يَتَفَقَّهُوْنَ فِي الدِّيْنِ فَإِذَا أَتَوْكُمْ فَاسْتَوَصُوْا بِهِمْ خَيْرًا

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Orang-orang akan mengikuti kamu dan ada orang-orang yang datang kepada kamu dari berbagai penjuru bumi belajar ilmu agama. Jika mereka datang kepadamu, berwasiatlah kamu kepada mereka dengan baik.”

(Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah dan lainnya)

Telah kami terima riwayat seperti itu dalam Musnad Ad-Daarimi dari

Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu

Related

Share4Tweet2SendShareShare
Previous Post

Guru sebagai Teladan: Panduan Akhlak Mulia dalam Islam

Next Post

يارب صل على المختار طه البشير – Yaa Robbi Sholli `Alal Mukhtaar Thoha al-Basyir

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Artikel

Biografi KH Muhammad Alakfi bin H Abdur Rasyid

by Kitab Kuning Digital
2023-07-23
0

Lahir di Jakarta, 10 November 1945

Read moreDetails
14 Tasydid Pada Surah Al-Fatihah

14 Tasydid Pada Surah Al-Fatihah

2026-02-04
Tanamkan Growth Mindset untuk Santri dan Anak Kita

Tanamkan Growth Mindset untuk Santri dan Anak Kita

2025-07-07
Mengenal Ashobah dan Klasifikasi Ahli Waris dalam Islam: Siapa Mendapat Apa dan Kapan?

Mengenal Ashobah dan Klasifikasi Ahli Waris dalam Islam: Siapa Mendapat Apa dan Kapan?

2025-07-12
Next Post
يارب صل على المختار طه البشير – Yaa Robbi Sholli `Alal Mukhtaar Thoha al-Basyir

يارب صل على المختار طه البشير - Yaa Robbi Sholli `Alal Mukhtaar Thoha al-Basyir

5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar

5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar

Mengajarkan Anak tentang Tawakal Sejak Dini: Pelajaran dari Bulan Safar

Mengajarkan Anak tentang Tawakal Sejak Dini: Pelajaran dari Bulan Safar

Maulid Simthud Duror, Teks Lengkap Arab Terjemah dan Sejarahnya

Maulid Simthud Duror, Teks Lengkap Arab Terjemah dan Sejarahnya

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.