• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Sunday, July 19, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Hikmah Larangan Menikah dengan Wanita Hamil dan Wanita dyang Belum Jelas Statusnya

Muhammad Fariz Kasyidi by Muhammad Fariz Kasyidi
2024-02-01
in Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu, Kajian Kitab
Reading Time: 2 mins read
A A
0
5
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

الحكمة في عدم جواز نكاح المرأة المطلقة الحامل والمرأة قبل الاستبراء

Hikmah Larangan Menikah dengan Wanita Hamil dan Wanita dyang Belum Jelas Statusnya.

الحكمة في ذلك راجعة إلى حفظ الأنساب لأن الحمل إذا كان من رجل قد طلق زوجته صار ذلك الحمل ثابت النسب من المطلق وماؤه محترم فلزم حفظ حرمة مائه.

Hikmah larangan itu kembali kepada usaha memelihara nasab (keturunan), sebab kehamilan bagi suami yang telah mentalak istrinya masih tetap dalam nasab suami itu. Air mani yang telah tertumpah ke dalam rahim istrinya itu terhormat, maka wajib menjaga kehormatan air mani tersebut jangan sampai bercampur dengan air mani orang lain.

وذلك لا يكون إلا بمنع المرأة من النكاح برجل آخر وما قيل في هذا الموضوع يقال أيضًا في المرأة التي لم يستبرأ رحمها خوفًا من أن تكون حاملًا. والأصل في ذلك قوله عليه الصلاة والسلام في سبايا أوطاس

Untuk menjaga itu tidak lain hanya dengan cara melarang wanita saat hamil kawin dengan laki-laki lain. Begitu pula pada wanita yang kandungannya belum jelas, mengandung atau tidak. Sebagai dasar larangan itu adalah ucapan Rasulullah: kepada para tawanan Authas:

«أَلَا لَا تَطَأِ الْحُبَالَى حَتَّى يَضَعْنَ وَلَا الْحُيَالَي حَتَّى يَسْتَبْرَ أْنَ بِحَيْضَةٍ»

Artinya: “Ingatlah, janganlah kamu mengawini perempuan-perempuan hamil sehingga melahirkan dan perempuan yang belum jelas mengandung sehingga terbebas dengan ditandai haid”.

وقد ورد في البدائع ما يأتي.

Disebutkan dalam kitab al-Badai’ :

إن الحمل إذا كان ثابت النسب من الغير وماؤه محترم لزم حفظ مائه بالمنع من النكاح. وعلى هذا يخرج ما إذا تزوج امرأة حاملًا من الزنا أنه يجوز في قول أبي حنيفة ومحمد ولكن لا يطأها حتى تضع. وقال أبو يوسف لا يجوز وهو قول زفر. وروي عن رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أنه قال:

“Kehamilan yang terjadi dari asal keturunan yang jelas dan air mani terhormat, maka kita wajib menjaga kehormatan air mani itu dengan cara melarang wanita untuk kawin. Lain halnya kalau kehamilan itu terjadi pada perempuan zina, maka boleh kawin menurut Abu Hanifah dan Muhammad, hanya saja tidak boleh menggaulinya sampai dia melahirkan. Tapi Abu Yusuf tidak membolehkan, pendapat inilah yang terkenal. Diriwayatkan dari Rasulullah, beliau berkata:

«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَسْقِيَنَّ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ»

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia tidak menumpahkan air (mani)nya pada tanaman orang lain”.

وروى أيضًا أنه قال: «لَا يَحِلُّ لِرَجُلَيْنِ يُؤْمِنَا بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَجْتَمِعَا عَلَى امْرَأَةٍ فِي طُهْرٍ وَاحِدٍ»

Artinya: “Tidak halal bagi dua orang laki-laki yang beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk berkumpul pada perempuan dalam satu sucian“

وقال أيضًا: «أَلَا لَا تَطَأِ الْحُبَالِى حَتَّى يَضَعْنَ وَلَا الْحُيَالَي حَتَّى يَسْتَبْرَأْنَ بِحَيْضَةٍ» اهـ بتصرف.

Artinya: “Ingatlah, janganlah kamu mengawini perempuan-perempuan hamil sehingga melahirkan dan perempuan yang belum jelas hamil sehingga terbebas dengan ditandai haid”.

Related

Share2Tweet1SendShareShare
Previous Post

Hikmah Perempuan Tidak Boleh Kawin Lebih Satu Pria

Next Post

Hikmah Dilarang Menggauli Wanita pada Waktu Haid

Muhammad Fariz Kasyidi

Muhammad Fariz Kasyidi

Artikel Terkait

Tafsir Mimpi Bertemu Nabi Dawud: Pertanda Kekuasaan, Kekuatan, dan Kepemimpinan
Kajian Kitab

 Tafsir Mimpi Menjadi Pelayan: Pertanda Ketaatan, Kerendahan Hati, atau Tugas Berat

by Muhammad Fariz Kasyidi
2024-11-12
0

Serambi - الدهليز الدهليز: وأما الدهليز١ فخادم على يديه يجري الحل والعقد والأمر القوي. Serambi: Serambi adalah seorang pelayan yang...

Read moreDetails
Mimpi Melihat Pelangi: Apakah Ini Pertanda Hujan Rezeki atau Musibah?

Arti Mimpi Berada di Gereja: Simbol Dosa dan Kesesatan?

2024-11-19

Surat Imam Abi Yusuf Kepada Khalifah Al Rasyid

2024-02-02

Hikmah Bolehnya Seorang Laki-Laki Muslim Kawin dengan Wanita Non-Muslim

2024-02-01
Next Post

Hikmah Dilarang Menggauli Wanita pada Waktu Haid

Hikmah Pelaksana Akad Nikah Harus Baligh

Hikmah Menegur Istri

Nasehat Bangsa Arab kepada Anak-Anak Perempuan Mereka

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.