Setelah menelusuri perjalanan agung dari kelahiran hingga Mi’raj, kitab Maulid Simtudduror membawa kita ke sebuah taman yang paling indah: taman kesempurnaan fisik (khalq) dan keluhuran akhlak (khuluq) Nabi Muhammad SAW. Al-Habib Ali Al-Habsyi, sang penyusun, seolah mengajak kita untuk mengenal lebih dekat sosok sang Nabi, bukan hanya sebagai utusan, tetapi sebagai manifestasi keindahan ciptaan Allah yang paling sempurna.
Sebuah Anugerah yang Tak Tertandingi
Penulis memulai babak ini dengan sebuah pengantar bahwa setelah telinga dimuliakan dengan mendengar riwayat agung sang Nabi, kini tergeraklah keinginan untuk memaparkan keindahan ciptaan dan akhlaknya. Tujuannya adalah agar para pendengar menyadari betapa luhurnya anugerah yang Allah berikan kepada beliau.
Habib Ali menegaskan sebuah hakikat fundamental:
فَلَيْسَ يُشَابِهُ هذَا السَّيّدَ فِى خَلْقِهِ وَاَخْلَاقِهِ بَشَرْ ۩ وَلَايَقِفُ اَحَدٌ مِنْ اَسَرَارِ حِكْمَةِ اللهِ فِى خَلْقِهِ وَخُلُقِهِ عَلَى عَيْنٍ وَلَا اَثَرْ ۩
Sebab tiada manusia mana pun bisa menyamai junjungan ini dalam bentuk fisik dan perilakunya. Dan tiada seorang pun mampu menyelami rahasia hikmah Allah yang tersembunyi dalam keindahan tubuh dan kesempurnaan akhlaqnya.
Beliau adalah cetakan (طَبَعَتْهُ) langsung dari pemeliharaan Allah yang azali, dibentuk dalam rupa elok laksana bulan purnama (صُوْرَةٍ حَسَنَةٍ بَدْرِيَةْ) dan dihiasi dengan tabiat serta akhlak yang luhur (اَخْلَاقٍ سَنِيَّةْ).
Lukisan Keindahan Fisik (Al-Khalq)
Teks Simtudduror kemudian melukiskan ciri-ciri fisik Nabi Muhammad SAW dengan sangat detail dan indah:
- Perawakan Ideal: Beliau berperawakan sedang (
مَرْبُوْعَ اْلقَامَةْ), tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. - Warna Kulit: Kulitnya putih bersih kemerah-merahan (
اَبْيَضَ اللَّوْنِ مُشَرَّبًا بِحُمْرَةْ), sebuah warna yang dianggap paling indah. - Wajah yang Bercahaya: Dahinya lebar dan indah (
وَاسِعَ اْلجَبِيْنِ حَسَنَهُ), rambutnya hitam terurai antara telinga dan bahu. - Proporsi Sempurna: Seluruh persendian, lengan, dan kakinya memiliki bentuk dan ukuran yang paling ideal dan serasi (
اْلأِعْتِدَالُ اْلكَامِلُ).
Kesimpulannya, “Sungguh Allah telah menciptakannya dalam bentuk terbaik, padanya, segala keindahan terangkum dan terkhususkan” (قَدْ خَلَقَهُ اللهُ عَلى اَجْمَلِ صُوْرَةْ فِيْهَا جَمِيْعُ الْمَحَاسِنِ مَحْصُوْرَةْ وَعَلَيْهَا مَقْصُوْرَةْ).
Pancaran Keluhuran Akhlak (Al-Khuluq)
Keindahan fisik beliau adalah cerminan dari kesempurnaan batin dan akhlaknya. Teks ini menggambarkan beberapa aspek dari keluhuran budi pekerti beliau:
- Tutur Kata Penuh Hikmah: Bila beliau berbicara, laksana menaburkan mutiara-mutiara ilmu dan makrifat (
نَثَرَمِنَ اْلمَعَارِفِ وَاْلعُلُوْمِ نَفَائِسَ الدُّرَرْ). Beliau dianugerahijawami' al-kalim, kemampuan berbicara singkat namun padat makna, yang tak mampu ditandingi oleh ahli retorika mana pun. - Keanggunan dalam Keseharian: Tawanya adalah sebuah senyuman (
ضِحْكُهُ اْلتَبَسُّمُ). Jalannya tenang dan mantap, seolah turun dari tempat yang tinggi, namun mampu mendahului orang yang berjalan cepat (يَنْحَطُّ مِنْ صَبَبْ). Tidurnya pun hanya sekejap mata (نَوْمُهُ اْلإِغْفَاءُ). - Pribadi yang Menenangkan: Karakternya lebih lembut dari angin sepoi-sepoi (
مَاسِوَى خُلْقِهِ اْلنَّسِيْمُ) dan wajahnya lebih menyegarkan dari taman yang subur (وَلَاغَيْـرُ مُحَيَّاهُ الرَّوْضَةُ اْلغَنَّاءُ). - Kumpulan Sifat Mulia: Beliau adalah perwujudan dari rahmat, ketegasan, tekad yang kuat, wibawa, keterjagaan dari dosa (
'ishmah), dan rasa malu yang tinggi (حَيَاءُ). Beliau adil, dermawan, dan sempurna dalam ucapan maupun perbuatan.
Kesimpulan: Pusaka Tersembunyi yang Tak Terlukiskan
Pada akhirnya, Habib Ali menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sebuah اْلكَنْزُ الْمُطَلْسَمُ (pusaka tersembunyi yang tertutup rapat), yang keagungan sifatnya tak akan mampu dibuka oleh kunci mana pun. Beliau laksana bulan purnama (اْلبَدْرُ التِّمُّ) yang keindahannya membuat akal terpana.
Betapapun para pujangga dan penulis berusaha melukiskan kesempurnaannya, usaha mereka tak akan pernah tuntas.
وَعَلَى تَفَنُّنِ وِاصِفِيْهِ بِوَصْفِهِ يَفْنَى الزَّمَانُ وَفِيْهِ مَالَمْ يُوْصَفِ
Betapapun banyak cara dilakukan orang mencoba menguraikan sifat keluhurannya, namun sampai zaman berakhir, tak akan mungkin mereka meliputi semuanya….
Karena itu, sungguh agung derajatnya dan sungguh luas keutamaannya yang merata bagi seluruh alam semesta. Mengenal keindahan fisik dan akhlaknya adalah sebuah cara untuk menumbuhkan cinta dan kerinduan, serta motivasi untuk meneladani jejak langkah sang insan paling sempurna.







