• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Sunday, July 19, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Tuduhan Negatif Terhadap Para Sufi

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2023-12-11
in Tuntunan Ibadah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
3
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

LADUNI.ID, Demi objektifitas, menilai apakah tasawuf melenceng dari ajaran Islam apa tidak, kita harus melewati beberapa kriteria di bawah ini. Dengan kriteria ini secara otomatis kita bisa mengukur hakikat tasawuf.

  • 1.Pertama sekali, penilaian harus melampaui tataran kulit, dan langsung masuk pada substansi materi dan tujuannya. Lantas apa substansi materi tasawuf? Seperti dijelaskan di atas tujuan tasawuf adalah dalam rangka membersihkan hati, mengamalkan hal-hal yang baik, dan meninggalkan hal-hal yang jelek. Seorang sufi dituntut selalu ikhlas, ridha, tawakal, dan zuhud – tanpa sama sekali mengatakan bahwa kehidupan dunia tidak penting.
  • 2.Kedua, Menilai secara objektif, jauh dari sifat tendensius dan menggenalisir masalah. Sikap ini sangat penting. Karena pembacaan terhadap sebuah kasus yang sudah didahului oleh kesimpulan paten akan menghalangi objektifitas, dan memburamkan kebenaran sejati.
  • 3.Ketiga, memahami istilah atau terminologi yang biasa digunakan para sufi, sehingga kita tidak terjebak kepada ketergesa-gesaan dalam memvonis sebuah masalah. Misalnya dalam dunia sufi dikenal istilah zuhud. Kemudian orang sering salah mengartikan bahwa zuhud adalah benci segala hal duniawi. Zuhud identik dengan malas kerja, dst. Padahal kalau kita teliti dengan sedikit kesabaran tentang apa itu arti zuhud yang dimaksud para sufi, maka kita akan menemukan bahwa zuhud yang dimaksud tidak seperti persepsi di atas. Abu Thalib al-Maki, seorang tokoh sufi, misalnya, punya pandangan bahwa bekerja dan memiliki harta sama sekali tidak mengurangi arti zuhud dan tawakal.
  • 4.Keempat, dalam vonis hukum, kita perlu membedakan antara hukum sufi yang mengucapkan kata-kata dalam keadan ecstasy dan dalam keadaan sadar.

Konsep ini penting sekali, supaya kita tidak terjebak pada sikap ekstrim seperti memvonis kafir, musyrik, fasik, dll. Kenyataan di atas sama sekali tidak berarti mau mengatakan bahwa sejarah sufi, putih bersih. Ada masa-masa dimana ada oknum kaum sufi melenceng dari hakikat ajaran Islam, terutama setelah berkembangnya tasawuf falsafi. Beberapa penyimpangan oknum kaum sufi falsafi:

  • – Menyepelekan kehidupan duniawi
  • – Terjebak pada pola pandang jabariah
  • – Mengaku-ngaku bahwa Allah Swt telah membebaskannya dari hukum taklif, seperti shalat, puasa, dll. Dan semua hal bagi dirinya halal.

Related

Tags: akhlakIbadahSufiTasawufTuntunan IbadahZuhud
Share1Tweet1SendShareShare
Previous Post

Poin dan Istilah dalam Ajaran Tasawuf

Next Post

Menjadi Manusia Bermiliar Dzikir

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Tarawih Itu Sunnah, Mencari Nafkah Itu Wajib
Tuntunan Ibadah

Tarawih Itu Sunnah, Mencari Nafkah Itu Wajib

by Kitab Kuning Digital
2023-12-11
0

LADUNI.ID Jakarta- Kyai Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, pernah mengingatkan untuk tidak berlebihan dan tidak memaksakan umat...

Read moreDetails
Memahami Makrifat Al-Ghazali agar Ridha pada Takdir Ilahi

Memahami Makrifat Al-Ghazali agar Ridha pada Takdir Ilahi

2023-12-11
Pengantar Kitab Syajaratul Ma’arif (1): Kebahagiaan adalah Saat Mengetahui Tuhan

Pengantar Kitab Syajaratul Ma’arif (4): Kelebihan Hamba Allah Daripada Makhluk Lain

2023-12-11
Kisah Imam Abu Qasim dan Ayat-Ayat tentang Obat

Kisah Imam Abu Qasim dan Ayat-Ayat tentang Obat

2023-12-11
Next Post
Menjadi Manusia Bermiliar Dzikir

Menjadi Manusia Bermiliar Dzikir

Cara Meninggalkan Sifat Sombong Menurut Imam Nawawi Al Bantani

Cara Meninggalkan Sifat Sombong Menurut Imam Nawawi Al Bantani

Sebab dan Akibat dari Penyakit Dengki

Sebab dan Akibat dari Penyakit Dengki

Hati-Hati di Jalan Tetap Allah, Allah di Hati

Hati-Hati di Jalan Tetap Allah, Allah di Hati

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.