Tempat Sampah – المزبلة
المزبلة: والمزبلة هي الدنيا، وبها شبهها رسول الله ﷺ حين وقف عليها، والزبل الماء، لأنه من تراب الأرض، وفضول ما يتصرف الخلق فيه، ويتعيشون به، ومن عظام وخزف ونوى٥ وتبن ونحو ذلك مما هو في التأويل أموال.
“Tempat Sampah: Tempat sampah adalah dunia, dan Rasulullah ﷺ telah mencontohkannya ketika beliau berdiri di atasnya. Sampah adalah air, karena berasal dari tanah, dan sisa-sisa dari apa yang dipergunakan oleh manusia dan mereka hidup darinya, seperti tulang, pecahan keramik, biji kurma, jerami, dan hal-hal serupa yang dalam tafsir adalah harta.
فمن رأى نفسه على مزبلة غير مسلوكة فانظر إلى حالة وإلى ما يليق به في أعماله، فإن كان مريضًا أو خائفًا من الهلاك بسبب من الأسباب، بشرته بالنجاة أو بالقيام إلى الدنيا المشبهة بالمزبلة.
Barangsiapa yang melihat dirinya berada di atas tempat sampah yang tidak dilalui, maka perhatikanlah kondisinya dan apa yang sesuai dengan perbuatannya. Jika ia sakit atau takut akan kematian karena suatu sebab, maka berilah kabar gembira kepadanya tentang keselamatan atau bangkitnya ke dunia yang disamakan dengan tempat sampah.
وإن رأى ذلك فقير استغنى بعد فقره، وكسب أموالًا بعد حاجته، وإن كان له من يرجو ميراثه ورثه، لأن الزبل من جمع غيره، ومن غير كسبه. والمزبلة مثل مال مجموع من مهن بلا ورع وتحر لكثرة ما فيها من التخليط والأوساخ والقاذورات، وإن كان أعزبَ تزوج، وكأن الأزبال شوارها وقشها من كل ناحية، والمشتري من كل مكان والمستعار من كل دار، فإن لم يكن ذلك فالمزبلة دكانه و حانوته،
Jika ia melihat itu dalam keadaan miskin, maka ia akan kaya setelah kemiskinannya, dan mendapatkan harta setelah kekurangannya. Jika ia memiliki seseorang yang diharapkan warisannya, maka ia akan mewarisinya, karena sampah adalah kumpulan dari orang lain, dan bukan dari hasil usahanya sendiri. Tempat sampah seperti harta yang dikumpulkan dari berbagai pekerjaan tanpa takwa dan kehati-hatian, karena banyaknya campuran, kotoran, dan sampah di dalamnya. Jika ia belum menikah, maka ia akan menikah, seolah-olah sampah adalah jerami dan rumput dari segala penjuru, dan pembeli dari segala tempat, dan pinjaman dari segala rumah. Jika tidak demikian, maka tempat sampah adalah tokonya dan warungnya.
ولا يبعد إن يكون صرافًا أو خمارًا أو سقاطًا، أو من يعامل الخدم في المهنة كالفران، وإن كان يليق به القضاء والملك والجباية والقبض من الناس، ولي ذلك، وكانت الأموال تجيء إليه والفوائد تهدى إليه والمغارم والمواريث، لأن الزبل لا يؤتى به إلى المزابل إلا من بعد الكنس، والكنس دال على الغرم وعلى الهلاك والموت،
Tidaklah jauh jika ia menjadi penukar uang, penjual minuman keras, atau orang yang bergaul dengan pelayan dalam pekerjaannya seperti tukang roti. Jika ia layak mendapatkan kekuasaan, pemerintahan, pajak, dan mengumpulkan dari orang-orang, maka ia akan mendapatkannya, dan harta akan datang kepadanya, dan keuntungan akan diberikan kepadanya, dan utang dan warisan akan datang kepadanya. Karena sampah tidak dibawa ke tempat sampah kecuali setelah disapu, dan menyapu menunjukkan utang, kehancuran, dan kematian.
وربما كانت المزبلة للملك بيت ماله وللقاضي دار أمينة وصاحب ودائعه، وأما من يقرأ فوق مزبلة إن كان واليًا عزل وإن كان مريضًا مات، وإن كان فقيرًا تزهد وافتقر.
Kadang-kadang tempat sampah bagi raja adalah tempat menyimpan hartanya, dan bagi hakim adalah tempat yang aman dan tempat menyimpan titipan. Adapun orang yang membaca di atas tempat sampah, jika ia seorang pemimpin, maka ia akan dicopot dari jabatannya. Jika ia sakit, maka ia akan meninggal. Jika ia miskin, maka ia akan menjadi zuhud dan semakin miskin.”
٥ نوى: لب التمرة الصلب الذي يُرمى ولا يُؤكل.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 326 – 327 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #tempatsampah










