• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Saturday, October 17, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Hikmah Membasuh Kedua Stewel

Muhammad Fariz Kasyidi by Muhammad Fariz Kasyidi
2023-12-30
in Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu, Kajian Kitab
Reading Time: 2 mins read
A A
0
6
SHARES
28
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

حكمة المسح على الخفين

Hikmah Membasuh Kedua Stewel

إن من الرخص التي أباحها الشارع الحكيم لنا شفقة بنا في أداء الفريضة المسح على الخفين. وهو ثابت من طريق السنة. وقد جعل الشارع المسح للمقيم مدة يوم وليلة وللمسافر ثلاثة أيام بلياليها لأن المسافر يباشر من وعثاء السفر ما لا يباشره المقيم.

Di antara rukshah (keringanan) yang diperbolehkan Allah karena belas kasihan-Nya kepada kita dalam melaksanakan kewajiban adalah membasuh kedua stewel seperti halnya ditetapkan oleh Sunnah. Allah membuat peraturan membasuh kedua stewel; sehari semalam bagi muqim, dan tiga hari tiga malam bagi musafir, karena musafir menghadapi kesulitan dalam perjalanan yang tidak dihadapi oleh orang yang muqim.

وهناك حكمة أخرى في تحديد هذه المدة. وهي أن الرجلين إذا تركا بدون غسل مدة أكثر من ذلك حصل لهما تعفن وذلك التعفن مضر بالجسم والصحة معًا كما لا يخفى. وقد اختلف العلماء هل هو رخصة إسقاط أو رخصة ترفيه. فجرى على الأول جماعة وجرى على الثاني أكثر الأصوليين وهو الأصح.

Penetapan waktu ini memiliki hikmah lain, di mana kedua kaki apabila dibiarkan tidak dicuci selama lebih dari waktu itu akan menjadi busuk yang akan berbahaya bagi badan dan kesehatan. Para ulama berselisih pendapat dalam mengkategorikan jenis rukhshah ini. Ada yang mengatakan sebagai rukhshah Isqath dan ada yang mengatakan sebagai rukhshah Tarfih. Sekelompok ulama cenderung kepada pemahaman pertama, dan kebanyakan ahli usul cenderung kepada pemahaman kedua, dan ini yang paling benar.

والحكمة في أن الشارع جعل المسح على ظاهرهما دون باطنهما لأن الظاهر هو المرئي أمام العين والباطن مباشر للأرض فكان المسح على ظاهرهما معقولًا موافقًا. وأما قول علي كرم الله وجهه:

Hikmah diusapnya stewel pada bagian luar (atas)nya dan bukan pada bagian bawahnya adalah karena bagian luar merupakan bagian yang terlihat oleh mata, sedangkan bagian bawah bersentuhan dengan tanah, maka membasuh bagian luarnya adalah hal yang masuk akal. Adapun ucapan Ali Radhiyallahu ‘anhu:

«لو كان الدين بالرأي لكان أسفل الخف أولى من أعلاه». فإنه رضي الله عنه أراد بذلك صرف اعتقاد العامة من أن الرأي الغير المستوفي شروط الصحة له دخل في الدين ومعتبر في الأدلة الشرعية. وقلنا ذلك لأن عليًا كرم الله وجهه أعلم الناس بمعاني أصول الدين وحكمة التشريع الإسلامي.

“Kalau saja agama itu dengan akal, membasuh bagian bawah stewel akan lebih utama dari bagian luarnya. Yang dimaksudkan oleh Ali Radhiyallahu ‘anhu adalah ingin mengubah keyakinan kebanyakan orang bahwa pendapat yang kurang benar menurut akal adalah pendapat agama dan merupakan dalil syar’i. Kami katakan demikian karena Ali Radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang paling pandai tentang makna pokok-pokok agama serta hikmah tasyri’ Islami.

والأخبار التي وردت في ثبوت المسح على الخفين كثيرة مستفيضة حتى أن من لم يره ويعتقده كان مبتدعًا ومن اعتقده ولم يمسح أخذ بالعزيمة أثيب على ذلك ويؤجر.

Hadits-hadits tentang kebenaran membasuh kedua stewel cukup banyak sehingga orang yang tidak tahu, bisa menganggapnya bid’ah. Barang siapa yang mengakui kebenarannya dan tidak membasuhnya karena keteguhan, dia akan diberi pahala.

Share2Tweet2SendShareShare
Previous Post

Hikmah Disyaratkannya Niat Dalam Tayammum

Next Post

Hikmah Persamaan Antara Laki-Laki Dan Perempuan Pada Sebagian Hukum Dan Tidak Pada Sebagian Yang Lain.

Muhammad Fariz Kasyidi

Muhammad Fariz Kasyidi

Artikel Terkait

Mimpi Melihat Penggali Kubur: Pertanda Kematian, Perubahan, atau Kesadaran Spiritual
Kajian Kitab

Mimpi Melihat Penggali Kubur: Pertanda Kematian, Perubahan, atau Kesadaran Spiritual

by Muhammad Fariz Kasyidi
2024-11-14
0

As-Sajjān - السجان السجان: والسجان حفار القبور. As-Sajjān: As-Sajjān adalah penggali kubur. Narasi Tambahan Tafsir Mimpi: As-Sajjān (Penggali Kubur) Simbolisme...

Read moreDetails
Arti Mimpi Wangi-wangian: Simbol Kebaikan, Pertobatan, atau Bahaya?

Tafsir Mimpi Ular: Pertanda Bahaya atau Musuh?

2024-11-10

Hikmah-Hikmah dari Sebagian Raja Persia

2023-12-31

Tafsir Mimpi Es Batu: Benarkah Pertanda Keberuntungan? Cari Tahu di Sini!

2024-10-28
Next Post

Hikmah Persamaan Antara Laki-Laki Dan Perempuan Pada Sebagian Hukum Dan Tidak Pada Sebagian Yang Lain.

Hikmah Menghadap Kiblat

Hikmah Beragamnya Ibadah

Bab IV Hikmah Zakat

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.