• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Sunday, July 19, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Penyakit Hati Para Pendidik: Saat Murid Menjadi Ajang Kebanggaan

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-07-25
in Artikel
Reading Time: 5 mins read
A A
0
5
SHARES
23
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

Peran seorang guru atau pendidik adalah salah satu peran paling mulia, karena mereka adalah jembatan bagi tersebarnya ilmu. Namun, di balik kemuliaan ini, terdapat ujian-ujian halus yang dapat menjerumuskan seorang pendidik ke dalam niat yang keliru. Salah satu ujian terberat adalah terkait kebanggaan dan rasa memiliki terhadap murid-muridnya.

Waspada Terhadap Dua Godaan Utama

Seorang pendidik harus sangat waspada terhadap dua sikap berbahaya. Pertama, keinginan untuk merasa bangga dan sombong karena memiliki banyak murid atau pengikut yang datang kepadanya. Kedua, rasa benci atau tidak suka ketika murid-muridnya memutuskan untuk belajar dari guru lain yang juga bermanfaat.

Sikap seperti ini digambarkan sebagai sebuah musibah yang sering menimpa sebagian guru yang lalai. Ia menjadi bukti yang sangat jelas bahwa niatnya telah ternoda dan batinnya telah rusak. Lebih jauh lagi, sikap tersebut adalah argumen telak yang menunjukkan bahwa tujuannya dalam mengajar bukanlah untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Jika seorang guru benar-benar ikhlas karena Allah, ia tidak akan pernah membenci muridnya yang belajar dari orang lain. Sebaliknya, ia akan berkata pada dirinya sendiri, “Tujuan utamaku adalah meraih ketaatan kepada Allah dengan mengajar, dan itu telah tercapai. Adapun muridku, ia pergi ke guru lain untuk menambah ilmunya, maka tidak ada yang salah dengan tindakannya.”

Cermin Buruknya Amal di Hadapan Allah

Peringatan mengenai hal ini telah disampaikan secara mendalam oleh Ali bin Abu Thalib RA. Beliau menasihati, “Wahai orang-orang berilmu! Amalkanlah ilmumu.” Beliau mendefinisikan orang alim yang sesungguhnya adalah mereka yang mengamalkan ilmunya dan perbuatannya selaras dengan pengetahuannya.

Kemudian, beliau memberikan sebuah peringatan tentang akan datangnya suatu kaum yang ilmunya hanya sampai di tenggorokan, tidak meresap ke dalam hati. Perbuatan mereka akan bertentangan dengan ilmu mereka, dan batin mereka akan berbeda dengan penampilan luarnya.

Secara spesifik, beliau menggambarkan perilaku mereka: “Mereka duduk dalam majelis-majelis, saling membanggakan diri satu sama lain, hingga ada seseorang yang marah kepada teman duduknya hanya karena temannya itu belajar dari guru lain dan meninggalkannya.”

Konsekuensi dari sikap ini sangatlah berat. Ali bin Abu Thalib menegaskan bahwa amal-amal yang dilakukan dalam majelis-majelis seperti itu tidak akan pernah sampai (diterima) oleh Allah SWT.

Teladan Keikhlasan dari Imam Asy-Syafi’i

Sebagai antitesis dari sikap sombong dan posesif tersebut, kita dapat melihat teladan luar biasa dari Imam Asy-Syafi’i RA. Beliau pernah mengungkapkan sebuah harapan yang menunjukkan puncak keikhlasan. Beliau berkata, “Aku berharap seluruh manusia mempelajari ilmu ini (ilmu dan kitab-kitabku), dengan syarat tidak ada satu huruf pun darinya yang dinisbahkan kepadaku.”

Ucapan Imam Asy-Syafi’i ini adalah cerminan dari hati yang murni, yang tujuannya hanyalah agar kebenaran dan ilmu tersebar luas demi kemaslahatan umat, bukan untuk mencari nama atau pengakuan pribadi.

Kesimpulan

Menjadi seorang pendidik adalah tentang menyebarkan cahaya ilmu, bukan tentang membangun pengikut. Kebahagiaan seorang guru yang tulus terletak pada kemajuan muridnya, di mana pun mereka menimba ilmu. Rasa bangga atas jumlah murid dan rasa cemburu terhadap guru lain adalah penyakit hati yang dapat menghapus keberkahan dan bahkan membuat amal tertolak. Semoga setiap orang yang berilmu dapat meneladani keikhlasan para ulama terdahulu dan senantiasa menjaga hatinya agar tetap lurus di jalan mencari ridha Allah.

Sumber : Kitab At-Tibyan

Pasal 3: Hendaklah Tidak Memaksakan banyak Orang yang Belajar dan Tidak Membenci Muridnya

Pasal ke-3:

وَلْيَحْذَرْ كُلَّ الْحَذَرِ مَنْ قَصْدُهُ التَّكَبُّرَ بِكَثْرَةِ الْمُشْتَغِلِيْنَ عَلَيْهِ وَالْمُخْتَلِفِيْنَ إِلَيْهِ وَلْيَحْذَرْ مَنْ كَرَاهَتُهُ قِرَاءَةُ أَصْحَابِهِ عَلىٰ غَيْرِهِ مِمَّنْ يُنْتَفَعُ بِهِ

“Hendaklah dia waspada agar tidak memaksakan banyak orang yang belajar dan orang yang datang kepadanya, hendaklah dia tidak membenci murid-muridnya yang belajar kepada orang lain selain dirinya.”

وَهَذِهِ مُصِيْبَةٌ يُبْتَلىٰ بِهَا بَعْضُ الْمُعَلِّمِيْنَ الْجَاهِلِيْنَ وَهْيَ دَلَالَةٌ بَيِّنَةٌ مِن صَاحِبِهَا عَلىٰ سُوْءِ نِيَّتِهِ وَفَسَادِ طَوِيَّتِهِ بَلْ هِيَ حُجَّةٌ فَاطِعَةٌ عَلىٰ عَدَمِ إِرَادَتِهِ بِتَعْلِيْمِهِ وَجْهَ اللهِ الْكَرِيْمِ

“Ini musibah yang menimpa sebagian guru yang lemah dan itu bukti jelas dari pelakunya atas niatnya yang buruk dan batinnya yang rusak. Bahkan itu adalah hujjah yang meyakinkan bahwa dia tidak menginginkan keridhaan Allah Yang Maha Pemurah dengan pengajarannya itu.”

فَإِنَّهُ لَوْ أَرَادَ اللهَ بِتَعْلِيْمِهِ لَمَا كَرِهَ ذَلِكَ بَلْ قَالَ لِنَفْسِهِ أَنَا أَرَدْتُ الطَّاعَةَ بِتَعْلِيْمِهِ وَقَدْ حَصَلَتْ وَهُوَ قَصَدَ بِقِرَاءَتِهِ عَلىٰ غَيْرِي زِيَادَةَ عِلْمٍ فَلَا عَتْبَ عَلَيْهِ

“Karena jika dia menginginkan keridhaan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan pengajarannya, tentulah dia tidak membenci hal itu, tetapi dia akan mengatakan kepada dirinya: “Aku menginginkan ketaatan dengan pengajarannya. Dengan belajar kepada oranglain dia ingin menambah ilmu, maka tidak ada yang salah dengan dirinya.”

Telah kami terima riwayat dalam Musnad Imam yang diakuikeafsahannya dan kepemimpinannya Abu Muhammad Ad-Daarimi rahimahullah dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata:

يَاحَمَلَةَ الْعِلْمِإِعْمَلُوْا بِهِ فَإِنَّمَا الْعَالِمُ مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَوَافَقَ عِلْمَهُ عَمَلُهُ وَسَيَكُوْنُ أَقْوَامُ يَحْمِلُوْنَ الْعِلْمَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يُخَالِفُ عَمَلُهُمْ عِلْمَهُمْ

“Wahai orang-orang berilmu! Amalkanlah ilmumu karena orang alim itu ialah orang yang mengamalkan apa yang diketahuinya dan ilmunya sesuai dengan amalnya. Akan muncul orang-orang yang mempunyai ilmu dan tidak melampaui tenggorokan mereka dan perbuatan mereka bertentangan dengan ilmu mereka dan batin mereka bertentangan dengan zahirnya.

وَتُخَالِفُ سَرِيْرَتُهُمْ عَلَانِيَتَهُمْ يَجْلِسُوْنَ حَلَقًا يُبَاهِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَغْضَبُ عَلَى جَلِيْسِهِ أَنْ يَجْلِسَ إِلَى غَيْرِهِ وَيَدعَهُ أُوْلَئِكَ لَا تَصْعَدُ أَعْمَالُهُمْمِنْ مَجَالِسِهِمْ تِلْكَ إِلَى اللهِ تَعَالىٰ

“Mereka duduk di majelis-majelis dan sebagian mereka membanggakan diri kepada sebagian lainnya sampai ada orang yang marah kepada kawan duduknya karena belajar kepada orang lain dan dia meninggalkannya. Amal-amal yang mereka lakukan di majelis-majelis itu tidak akan sampai kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.”

Telah sah riwayat dari Imam Asy-Syafi’i Radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata:

وَدِدْتُ أَنَّ هَذَا الْخَلْقَ تَعَلَّمُوْا هَذَا الْعِلْمَ يَعْنِي عِلْمَهُ وَكُتُبَهُ عَلىٰ أَنْ لَا يُنْسَبُ إِلَيَّ حَرْفُ مِنْهُ

“Aku berharap kiranya -orang belajar ilmu ini – yakni ilmu dan kitab- kitab nya agar kiranya dia tidak menisbahkan kepadaku satu huruf pun dari padanya.”

============================================

Related

Share2Tweet1SendShareShare
Previous Post

Meluruskan Niat: Bahaya Menjadikan Ilmu Sebagai Jembatan Meraih Dunia

Next Post

Guru sebagai Teladan: Panduan Akhlak Mulia dalam Islam

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Makkah dalam Islam: Sejarah, Kedudukan, dan Penyebutannya dalam Al-Qur’an
Artikel

Makkah dalam Islam: Sejarah, Kedudukan, dan Penyebutannya dalam Al-Qur’an

by Kitab Kuning Digital
2025-04-29
0

Dalam ajaran Islam, Makkah al-Mukarramah memegang peranan yang sangat penting dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Kota ini menjadi saksi...

Read moreDetails
Boleh Nggak Sih Makan Kepiting? Ini Penjelasan Lengkapnya Menurut Islam

Boleh Nggak Sih Makan Kepiting? Ini Penjelasan Lengkapnya Menurut Islam

2025-04-20
Kitab Ta`lim Muta`allim – Syaikh Zurnuji

Kitab Ta`lim Muta`allim – Syaikh Zurnuji

2023-08-20
Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

Keagungan Membaca dan Menghidupkan Al-Qur’an: Pahala yang Tak Terhingga

2025-07-21
Next Post
Guru sebagai Teladan: Panduan Akhlak Mulia dalam Islam

Guru sebagai Teladan: Panduan Akhlak Mulia dalam Islam

Menyambut Penuntut Ilmu: Wasiat Nabi untuk Memuliakan Para Pelajar

Menyambut Penuntut Ilmu: Wasiat Nabi untuk Memuliakan Para Pelajar

يارب صل على المختار طه البشير – Yaa Robbi Sholli `Alal Mukhtaar Thoha al-Basyir

يارب صل على المختار طه البشير - Yaa Robbi Sholli `Alal Mukhtaar Thoha al-Basyir

5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar

5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.