• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Sunday, July 12, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Adab dan Doa Menjenguk Orang Sakit

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-05-03
in Artikel, Bimbingan Syariah, Doa-doa
Reading Time: 5 mins read
A A
0
34
SHARES
171
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

Menjenguk Orang Sakit: Bukti Sayang Sesama Muslim

Nggak selamanya hidup itu penuh kesehatan. Kadang kita sehat, kadang juga jatuh sakit. Nah, kalau ada teman, saudara, atau siapa pun yang sakit, Islam ngajarin kita buat datang dan jenguk mereka.

Rasulullah SAW pernah bilang, hak sesama muslim itu ada enam, salah satunya ya menjenguk kalau lagi sakit.

Beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara.’ Lalu beliau ditanya, ‘Apa saja itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab:
(1) Jika engkau bertemu dengannya, ucapkanlah salam.
(2) Jika ia mengundangmu, penuhilah undangannya.
(3) Jika ia meminta nasihat, berilah nasihat.
(4) Jika ia bersin lalu memuji Allah (mengucap hamdalah), doakanlah ia.
(5) Jika ia sakit, jenguklah.
(6) Jika ia meninggal, ikutlah mengantarkan jenazahnya.”
(HR. Muslim no. 2162)

Jika dinarasikan untuk generasi Z dan Alpha terjemah hadits di atas seperti ini : “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam: kalau ketemu, kasih salam; kalau diundang, datangin; kalau minta nasihat, kasih nasihat; kalau bersin terus bilang ‘Alhamdulillah’, doain dia; kalau sakit, jenguk; dan kalau meninggal, ikut nganter jenazahnya.”
(HR. Muslim no. 2162)

Keren banget kan? Jadi, jenguk teman yang sakit itu bukan cuma bentuk perhatian, tapi juga ibadah!

Doa Saat Menjenguk Orang Sakit

Kalau lagi jenguk teman yang sakit, kita bisa bacain doa-doa yang diajarin Rasulullah SAW ini:

  1. Doa Minta Kesembuhan

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

(Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antasy syaafi la syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an la yughaadiru saqama)

Artinya:
“Ya Allah, Tuhan semua manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkan dia. Engkau satu-satunya yang bisa menyembuhkan, dan tidak ada kesembuhan selain dari-Mu, kesembuhan yang nggak ninggalin penyakit sama sekali.”

  1. Doa Menghibur

لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Laa ba’sa thahurun insyaa Allah)

Artinya:
“Nggak apa-apa kok, semoga sakit ini jadi penghapus dosa, insya Allah.”

Yuk, lebih peduli!
Kalau ada teman atau keluarga yang sakit, jangan cuma kirim chat “cepat sembuh” doang. Kalau bisa, luangin waktu buat nengokin. Doain juga, supaya jadi amal baik buat kita.

Berikut adalah Kutipan dari Kitab Al-Adzkar Imam Nawawi terkait Menjenguk Orang Sakit

وروينا في صحيح مسلم، عن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قال: عادني النبيّ صلى الله عليه وسلم فقال:

Kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Sa’id bin Abi Waqash Radhiyallahu‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. mendoakan perlindungan kepadaku, dengan membaca:

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا ، اَللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allaahummasy fi sa’dan, allaahummasy fi sa’dan, allaahummasy fii sa’dan.

“Ya Allah sembuhkanlah Sa’id, ya Allah sembuhkanlah Sa’id, Ya Allah sembuhkanlah Sa’id.”

وروينا في سنن أبي داود والترمذي بالإِسناد الصحيح، عن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبيّ صلى الله عليه وسلم قال:

Kami telah meriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi dengan sanad yang sahih, dari Anas Radhiyallahu‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.bahwa beliau bersabda:

مَنْ عادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أجَلُهُ فَقالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ

“Siapa yang menjenguk orang sakit, yang belum datang ajalnya, kemudian sebanyak tujuh kali membacakan:

“أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ لَهُ”

إلَاّ عافاهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعالى مِن ذلِك المَرَضِ

As-alul laahal ‘adziim, rabbil ‘arsyil ‘adziim, an yasyfikal laahu

‘Aku memohon kepada Allah, Yang Maha Agung, Tuhan Yang memiliki Arsy, agar menyembuhkanmu.’ Maka Allah akan menyembuhkan penyakit tersebut.”

قال الترمذي: حديث حسن. وقال الحاكم أبو عبد الله في كتابه المستدرك على الصحيحين: هذا حديث صحيح على شرط البخاري. قلت: يَشفيك بفتح أوله.

وروينا في سنن أبي داود، عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال: قال النبيّ صلى الله عليه وسلم: “إذَا جاءَ الرَّجُلُ يَعُودُ مَرِيضًا فَلْيَقُلِ:

Kami telah meriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Dawud, dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash Radhiyallahu‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda: “Apabila seseorang menjenguk orang sakit, hendaklah membaca:

اَللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوًّا أَوْ يَمْشِي لَكَ إِلَى صَلَاةٍ

Allaahummasy fii ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan au yamsyii laka ilaa shalaatin. ‘Ya Allah

‘Sembuhkanlah hamba-Mu ini, yang (jika sembuh nanti) akan menyusahkan/mengalahkan/menumpas musuh untuk-Mu atau dapat berjalan untuk menunaikan shalat.”

لم يضعفه أبو داود، قلت: يَنكأ بفتح أوله وهمز آخره، ومعناه: يؤلمه ويوجعه.

Imam Abu Dawud, tidak mendhaif-kan riwayat ini.Kata Yanka-u dengan harakat fathah, pada huruf awal. Dan pada huruf akhir dengan huruf hamzah, bermakna menyakiti dan mencederai.

وروينا في كتاب الترمذي: عن عليّ رضي الله عنه قال: كنتُ شاكيًا فمرَّ بي رسولُ الله صلى الله عليه وسلم وأنا أقول:

Kami telah meriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud, dari Ali Radhiyallahu‘anhu, dia berkata: “Aku sedang dalam keadaan sakit, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. lewat di hadapanku, dan aku membaca:

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَارْفَعْنِي وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي

Allaahumma in kaana ajalii qad hadlara fa arihnii wa in kaana mutaakhkhiran far fa’nii wa in kaana balaa-an fashabbirnii.

‘Ya Allah, jika ajalku telah tiba, maka senangkanlah aku, jika ajalku masih lama, maka angkatlah penyakit ini, dan jika memang ini adalah sebuah musibah, maka anugerahkanlah kesabaran untukku.’

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “كَيْفَ قُلْتَ؟ ” فأعاد عليه ما قاله، فضربه برجله وقال: “اللَّهُمَّ عَافِهِ أَوْ إِشْفِهِ” شك شعبة ـ قال: فما اشتكيتُ وجعي بعدُ. قال الترمذي: حديث حسن صحيح.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. bertanya: ‘Apa yang engkau katakan?’ Kemudian aku mengulangi doaku, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. menendangku, dan bersabda, bacalah: ‘Allaahumma ‘aafihi aw isyfi hi (Ya Allah, sembuhkanlah dia).‘ Sejak saat itu aku tidak pernah merasa sakit lagi. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan sahih.

Related

Tags: Ajaran Islam MuliaDoaMenjenguk Orang Sakit
Share14Tweet9SendShareShare
Previous Post

Tata Cara Shalat Dhuha, Niat, Bacaan, dan Doa Shalat Dhuha Lengkap Terjemah

Next Post

Biografi Imam Nawawi (Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf) – Kitab Al-Adzar

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Sunnah Menghidupkan Malam Dua Hari Raya
Artikel

Sunnah Menghidupkan Malam Dua Hari Raya

by Kitab Kuning Digital
2025-03-30
0

اعلم أنه يُستحبّ إحياء ليلتي العيدين بذكر الله تعالى والصلاة وغيرهما من الطاعات للحديث الوارد في ذلك: Perlu diperhatikan, disunnahkan...

Read moreDetails

Di Pangkuan Halimah: Keberkahan dan Penyucian di Awal Kehidupan Sang Nabi

2025-08-28

Doa Para Pedagang Besar

2023-10-14

Mi’raj: Perjalanan Agung Menuju Hadirat Ilahi, Puncak Kehormatan Sang Rasul Pilihan

2025-09-09
Next Post
Biografi Imam Nawawi (Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf) – Kitab Al-Adzar

Biografi Imam Nawawi (Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf) - Kitab Al-Adzar

Doa Imam Ghazali – Kitab Ayyuhal Walad

Doa Imam Ghazali - Kitab Ayyuhal Walad

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 1

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 1

Ilustrasi Perjalanan Hijrah

Makna Politis Hijrah Nabi Muhammad SAW

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.