Sebuah Transformasi Sejarah Umat Islam
Pernahkah kita merenungkan betapa besarnya dampak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dalam sejarah Islam? Hijrah bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga langkah strategis yang membawa perubahan besar bagi umat manusia.
Tak heran jika Khalifah Umar bin Khattab RA dan para sahabat menjadikan peristiwa ini sebagai awal penanggalan Islam — yang kita kenal sebagai kalender hijriyah.
Baiat ‘Aqabah: Titik Awal Perubahan
Sebelum hijrah terjadi, sebuah momen penting telah terjadi di Mina: Baiat ‘Aqabah II.
Di sinilah sekelompok Muslim dari Madinah menyatakan kesetiaan dan menyerahkan kekuasaan kepada Rasulullah SAW. Mereka mengangkat beliau bukan hanya sebagai Nabi dan utusan Allah, tetapi juga sebagai pemimpin politik dan kepala pemerintahan.
Artinya, Madinah (dulu bernama Yatsrib) secara de jure telah menjadi Dâr al-Islâm, yaitu wilayah yang dipimpin oleh Islam. Yang ditunggu hanya satu: kedatangan langsung Rasulullah SAW agar kepemimpinan beliau menjadi nyata, secara de facto.
Hijrah: Momen Pendirian Negara Islam
Atas perintah Allah SWT, Rasulullah SAW bersama sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, memulai perjalanan hijrah pada 27 Shafar 1 H (12 September 622 M) dan tiba di Madinah pada 12 Rabiul Awal 1 H (27 September 622 M).
Sesampainya di Madinah, beliau langsung memimpin sebagai kepala negara, bukan sekadar tokoh agama. Di sinilah kita melihat dimensi politis hijrah yang sangat penting. Hijrah menjadi titik awal berdirinya Daulah Islam (Negara Islam) yang menerapkan sistem hidup berdasarkan syariah Islam.
Apa Makna Hijrah bagi Kita Hari Ini?
Hijrah bukan sekadar sejarah. Ia adalah spirit perubahan — dari kegelapan menuju cahaya, dari sistem jahiliah menuju sistem Islam.
Pesannya sangat relevan hari ini: sudah saatnya kita meninggalkan sistem dan hukum yang bertentangan dengan ajaran Islam dan mulai menerapkan syariah Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam seluruh aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, hukum, hingga pemerintahan.
Hijrah mengajarkan kita bahwa perubahan besar dimulai dari komitmen, strategi, dan keberanian untuk berpindah — bukan hanya tempat, tapi juga cara berpikir dan bertindak.
Mari Kita Ambil Ibrahnya
Tema utama ini diangkat oleh al-waie untuk mengajak kita kembali merenungi esensi hijrah. Bukan hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai inspirasi perjuangan untuk membangun masyarakat Islam yang adil, bermartabat, dan sesuai tuntunan syariat.
📌 Yuk, simak edisi kali ini!
Unduh, pelajari, amalkan, dan sebarkan. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Salam Hijrah, Salam Literasi.
Semoga kita semua menjadi bagian dari perubahan besar, seperti para sahabat yang berhijrah bersama Rasulullah SAW.






