• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Sunday, July 19, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Khotbah Jumat yang Diterjemahkan Tetapi Tidak Termasuk Rukunnya

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2023-12-11
in Shalat
Reading Time: 4 mins read
A A
0
11
SHARES
57
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

Menerjemahkan Khotbah Jum’at Selain Rukunnya

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya menerjemahkan khotbah Jum’at selain rukunnya? Apakah boleh dengan tidak ada khilaf ataukah ada khilaf? Dan kalau tidak ada khilaf, maka bagaimana hukumnya orang yang ingkar?.

Jawab :

Hukumnya boleh menerjemahkan khotbah Jum’at selain rukunnya asalkan tidak panjang dan tidak keluar dari peringatan, dengan tidak ada khilaf dalam mazhab Syafi’i. Kalau panjang dan tidak keluar dari peringatan, maka menurut satu pendapat bisa memutuskan muwalat. Akan tetapi kalau panjang dan keluar dari peringatan, maka pasti menghilangkan muwalat seperti diam. Dan tidak boleh ingkar kepada orang yang menerjemahkan.

Keterangan, dari kitab:

  1. Hasyiyah al-Bujairimi [1]

(قَوْلُهُ وَالْمُرَادُ أَرْكَانُهُمَا) يُفِيدُ أَنَّهُ لَوْ كَانَ مَا بَيْنَ أَرْكَانِهِمَا بِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ لَمْ يَضُرَّ قَالَ م ر مَحَلُّهُ مَا إذَا لَمْ يَطُلْ الْفَصْلُ بِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَإِلَّا ضَرَّ لِإِخْلَالِهِ بِالْمُوَالَاةِ كَالسُّكُوتِ بَيْنَ الْأَرْكَانِ إذَا طَالَ بِجَامِعِ أَنَّ غَيْرَ الْعَرَبِيَّةِ لَغْوٌ لَا يُحْسَبُ لِأَنَّ غَيْرَ الْعَرَبِيِّ لَا يُجْزِئُ مَعَ الْقُدْرَةِ عَلَى الْعَرَبِيِّ فَهُوَ لَغْوٌ سم وَالْقِيَاسُ عَدَمُ الضَّرَرِ مُطْلَقًا وَيُفَرَّقُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ السُّكُوتِ بِأَنَّ فِي السُّكُوتِ إعْرَاضًا عَنِ الْخُطْبَةِ بِالْكُلِّيَّةِ بِخِلَافِ غَيْرِ الْعَرَبِيِّ فَإِنَّ فِيهِ وَعْظًا فِي الْجُمْلَةِ فَلَا يَخْرُجُ بِذَلِكَ عَنْ كَوْنِهِ مِنَ الْخُطْبَةِ ع ش

(Ungkapan Syaikh Zakaria al-Anshari: “Dan yang dimaksud adalah rukun-rukun dua khutbah jum’at.”) memberi pengertian, bila khutbah yang disampaikan selain rukun-rukun dua khutbah jum’at itu dengan selain bahasa Arab maka tidak apa-apa. Al-Ramli berkata: “Penerapan hukum tersebut bila pemisah -antara rukun-rukun khutbah- dengan selain bahasa Arab itu tidak panjang. Bila tidak, maka mempengaruhi keabsahan khutbah, karena merusak muwalah (kesinambungan antara rukun-rukunnya).

Seperti halnya diam di antara rukun ketika diam itu panjang, yakni dengan titik temu bahwa selain bahasa Arab itu laghw (tidak berguna) yang tidak dianggap. Sebab bahasa selain Arab itu tidak mencukupi untuk khutbah ketika mampu berbahasa arab. Maka bahasa selain Arab itu laghw.

Demikian kata Ibn Qasim al-‘Ubbadi. Namun yang sesuai qiyas adalah tidak apa-apa secara mutlak. Maka antara selain bahasa Arab dan diam dibedakan, yakni bahwa diam itu berpaling dari khutbah secara total, sedangkan selain bahasa Arab itu dalam sebagian kesempatan mengandung mau’idah (nasehat). Maka dengan hal itu, selain bahasa Arab tidak keluar dari khutbah. Begitu hemat Ali Syibramallisi.

  1. Tuhfatul Muhtaj [2]

أَمَّا مَنِ ارْتَكَبَ مَا يَرَى إِبَاحَتَهُ بِتَقْلِيْدٍ صَحِيْحٍ فَلاَ يَجُوْزُ اْلإِنْكَارُ عَلَيْهِ .

Adapun seseorang yang melakukan apa yang menurut pendapatnya boleh dengan mengikuti pendapat yang benar, maka ia tidak boleh diingkari.

[1] Sulaiman al-Bujairimi, al-Tajrid li Naf al-‘Abid, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1345 H), Jilid I, h. 389.

[2] Ibn Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj bi Syarah Minhaj al-Thalibin pada Hasyiyah al-Syirwani, (Mesir: at-Tijariyah al-Kubra, t. th.), Jilid IX, h. 218.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 276

KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-20

Di Surabaya Pada Tanggal 10 – 15 Muharram 1374 H. / 8 – 13 September 1954 M.

Related

Tags: IbadahKhutbahKhutbah Jum'atRukun Khutbah JumatTerjemah Khutbah JumatTuntunan Ibadah
Share4Tweet3SendShareShare
Previous Post

Hukum Adzan yang Pertama di dalam Sholat Jumat

Next Post

Sengsaranya Malam Pertama, Hiasilah dengan Shalat Hadiah Mayit

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

Bacaan Doa Kamilin, Doa Setelah Shalat Tarawih
Shalat

Bacaan Doa Kamilin, Doa Setelah Shalat Tarawih

by Kitab Kuning Digital
2023-12-11
0

Sebagaimana yang diketahui bahwa dalam prakteknya shalat tarawih ada yang 23 raka’at dan ada pula yang 11 raka’at termasuk shalat witir. Nah, bagi yang...

Read moreDetails
Tata Cara Sholat Tasbih

Tata Cara Sholat Tasbih

2023-12-11
Menyelenggarakan Shalat Jum’at di Daerah yang Ada Mesjid dan Telah Menyelenggarakan Shalat Jum’at

Menyelenggarakan Shalat Jum’at di Daerah yang Ada Mesjid dan Telah Menyelenggarakan Shalat Jum’at

2023-12-11
Sholat Tahajut dan Manfaatnya

Sholat Tahajut dan Manfaatnya

2023-12-11
Next Post
Sengsaranya Malam Pertama, Hiasilah dengan Shalat Hadiah Mayit

Sengsaranya Malam Pertama, Hiasilah dengan Shalat Hadiah Mayit

Mengulang Sholat Jumat dengan Sholat Zhuhur karena Persyaratan yang Kurang Terpenuhi

Mengulang Sholat Jumat dengan Sholat Zhuhur karena Persyaratan yang Kurang Terpenuhi

Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal dengan Menggunakan Dasar Hisab

Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal dengan Menggunakan Dasar Hisab

Shalat Birru Al-Walidain #1: Meraih Ridha dan Berbakti kepada Orang Tua lewat Shalat

Shalat Birru Al-Walidain #1: Meraih Ridha dan Berbakti kepada Orang Tua lewat Shalat

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.