Tirai – الستر
الستر: وأما الستر فقد أكثرهم: هو هم. فإذا رآه على باب البيت كان هما من قبل النساء؛ فإن رآه على باب الحانوت فهو هم من قبل المعاش. فإن كان على باب المسجد فهو هم من قبل الدين. فإن كان على باب دار فهو من قبل الدنيا.
Tirai: Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa tirai melambangkan kesedihan. Jika seseorang melihat tirai di pintu rumah, maka itu adalah kesedihan yang berkaitan dengan wanita. Jika di pintu toko, maka itu adalah kesedihan yang berkaitan dengan penghidupan. Jika di pintu masjid, maka itu adalah kesedihan yang berkaitan dengan agama. Jika di pintu rumah, maka itu adalah kesedihan yang berkaitan dengan dunia.
والستر الخلق١ هم سريع الزوال، والجديد هم طويلٌ، والممزق طولًا فرج عاجل، والممزق عرضًا تمزق عرض صاحبه، والأسود من الستور هم من قبل ملك، والأبيض والأخضر منها محمود العاقبة.
Tirai yang sudah usang melambangkan kesedihan yang cepat berlalu, sedangkan yang baru melambangkan kesedihan yang panjang. Tirai yang sobek memanjang menandakan kesedihan yang segera berakhir, sedangkan yang sobek melebar menandakan kerusakan kehormatan orang tersebut. Tirai hitam menandakan kesedihan yang berasal dari penguasa, sedangkan yang putih dan hijau menandakan akhir yang baik.
هذا كله إذا كان الستر مجهولًا أو في موضع مجهول. فإذا كان معروفًا فإنه على وجهين: منهم من قال: هو بعينه في التأويل. ومنهم من قال: لا تأويل له.
Semua ini berlaku jika tirai tersebut tidak dikenal atau berada di tempat yang tidak dikenal. Jika tirai tersebut dikenal, maka ada dua pendapat: sebagian mengatakan bahwa tafsirnya adalah tirai itu sendiri, sedangkan sebagian lagi mengatakan bahwa tidak ada tafsir khusus untuknya.
وقال بعضهم: الستور كلها على الأبواب هم وخوف مع سلامة. وإذا رأى المطلوب أو الخائف أو الهارب أو المختفي كأن عليه ستراً فهو ستر عليه من اسمه وأمن له. وكلما كان الستر أكبر كان همه وغمه أعظم وأشنع.
Beberapa orang mengatakan bahwa semua tirai di pintu menandakan kesedihan dan ketakutan meskipun dalam keadaan aman. Jika orang yang sedang mencari sesuatu, takut, melarikan diri, atau bersembunyi melihat dirinya tertutupi oleh tirai, maka itu berarti ia terlindungi dan aman. Semakin besar tirai, semakin besar pula kesedihan dan kegelisahannya.
وقال الكرماني: إن الستور قليلها وكثيرها ورقيقها أو صفيقها إذا هو رُئِيَ على باب أو بيت أو مدخل أو مخرج فإنه لصاحبه هم شديد وشر قوي وما رقَّ منه وضعف وصغر فإنه أهون وأضعف في الهم.
Al-Kirmāni mengatakan bahwa tirai, baik sedikit maupun banyak, tipis maupun tebal, jika dilihat di pintu, rumah, pintu masuk, atau pintu keluar, maka itu menandakan kesedihan yang berat dan kejahatan yang besar. Semakin tipis dan kecil tirai tersebut, maka semakin ringan dan lemah pula kesedihannya.
وليس ينفع مع الشر لونه إن كان من الألوان التي تستحب لقوته في الهم والخوف كما وصفت وليس في ذلك عطب بل وعاقبته إلى سلامة. وما كان من الستور على باب الدار الأعظم أو على السوق العظمى أو ما يشبه ذلك، فالهم والخوف في تأويله أقوى وأشنع.
Warna tirai tidak berpengaruh pada kejahatan jika warnanya adalah warna yang disukai karena akan memperkuat kesedihan dan ketakutan. Tidak ada kerusakan dalam hal ini, tetapi akhirnya akan menuju keselamatan. Tirai yang berada di pintu rumah besar, pasar besar, atau tempat-tempat serupa, maka kesedihan dan ketakutan dalam tafsirnya akan lebih kuat dan mengerikan.
وما رُئِيَ من الستور لم يتعلق على شيء من المخارج والمداخل فهو أهون فيما وصفت من حالها وأبعد لوقوع التأويل، وكذلك ما رُئِيَ أنه تمزق أو قلع أو ألقي أو ذهب فإنه يفرج عن صاحبه الهم والخوف، والمجهول من ذلك أقوى من التأويل وأشد، وأما المعروف من الستور في مواضعها المعروفة فإنه بعينه في اليقظة لا يضر ذلك ولا ينفع حتى يصير مجهولًا لم يعرفه في اليقظة.
Tirai yang tidak tergantung pada pintu keluar atau masuk, maka kesedihannya lebih ringan dan kemungkinan terjadinya tafsir tersebut lebih kecil. Demikian pula, tirai yang sobek, dicabut, dibuang, atau hilang, maka kesedihan dan ketakutan orang tersebut akan hilang. Yang tidak diketahui lebih kuat tafsirnya dan lebih parah. Adapun tirai yang dikenal di tempat-tempat yang dikenal, maka itu adalah tirai itu sendiri dalam kenyataan, tidak ada manfaat atau mudaratnya sampai menjadi tidak dikenal dan tidak dikenalnya dalam kenyataan.
١ الخلق: البالي الرديء.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 178 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #tirai









