• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Wednesday, September 2, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Hikmah Merahasiakan Zakat

Muhammad Fariz Kasyidi by Muhammad Fariz Kasyidi
2023-12-30
in Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu, Kajian Kitab
Reading Time: 5 mins read
A A
0
7
SHARES
35
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

حكمة إخفاء الصدقة في الزكاة

Hikmah Merahasiakan Zakat

أنت تعلم أن الإنسان إذا كان محتاجًا يكون ذليل النفس أمام من يرفع عنه هذا الاحتياج لأن احتمال المنن يوجب ذل النفس التي تميل إلى حب العزة. وأن أصعب شيء على الإنسان إراقة ماء الوجه لدى الحاجة. فأنت إذا رأيت فقيرًا وكنت في جمع من الناس وأعطيته الحسنة جهارًا فقد أعلنت للناس فقره واحتياجه.

Apabila seseorang itu membutuhkan, ia akan menjadi rendah/hina di hadapan orang yang memberinya. Karena menyebut-nyebut kebaikan di muka orang yang menerimanya, menjadikan orang yang menerima itu merasa hina, sementara jiwa mencintai kehormatan. Sesuatu yang paling sukar dilakukan orang adalah memelihara kehormatan orang yang membutuhkan. Maka jika kamu melihat orang miskin dan memberikan kepadanya kebaikan di depan orang banyak dengan terang-terangan, berarti kamu telah menunjukkan kemiskinan dan kebutuhannya kepada manusia.

وهذا يؤثر في نفسه تأثيرًا سيئًا. فتنقلب الحسنة إلى سيئة، ويكون المنفق قد أساء من حيث أراد الإحسان. فإذا أنت أخفيت الصدقة تكون قد أحسنت من وجهين.

Hal semacam ini akan meninggalkan kesan yang jelek di dalam jiwanya. Sehingga kebaikan itu berubah menjadi kejelekan. Dan orang yang membelanjakan hartanya telah berbuat jelek yang semula menghendaki kebaikan. Maka apabila kamu merahasiakan sedekah, berarti kamu telah berbuat baik di tinjau dari dua segi:

الأول: رفع عبء الاحتياج عن الفقير المسكين. والثاني: كونك صنت ماء وجهه من أن يراق علنًا أمام جماعة الناس. الأمر الذي يؤلم نفس الفقير ويزيده بلاء عظيمًا أعظم من بلاء الفقر والفاقة والاحتياج.

Pertama, menghilangkan beban kebutuhan orang miskin. Kedua, memelihara kehormatannya di muka orang banyak. Kehormatan mana yang kalau diberitahukan kepada orang banyak akan menyakitkan hati si miskin dan menambah beban yang lebih besar dari pada kemiskinan dan kebutuhan yang dideritanya.

من أجل ذلك أدّبنا الله سبحانه وتعالى بترغيبنا في إخفاء الصدقة بقوله:

Untuk itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendidik kita agar suka merahasiakan sedekah sebagaimana firman-Nya :

 ﴿ إن تبدوا الصدقات فنعما هي وإن تخفوها وتؤتوها الفقراء فهو خير لكم ويكفر عنكم من سيئاتكم والله بما تعملون خبير ﴾

Artinya: “Jika kamu menambah sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Baqarah: 271).

هذه الآية الشريفة تفيد أن الصدقة حسنة سواء أكانت ظاهرة أو مخفية. ولكن حيث كان الإخفاء فيه مصلحة كما بينا حبب الله تعالى إلينا الإخفاء. اللهم إلا إذا كان الإظهار فيه مصلحة كأن يكون الإنسان قدوة لغيره في الكرم والجود. وهناك حكمة أخرى في إخفاء الصدقة.

Ayat di atas menunjukkan, bahwa sedekah itu suatu kebaikan, baik di berikan secara terang-terangan ataupun secara rahasia. Akan tetapi merahasiakannya bermanfaat sebagaimana telah kita terangkan, bahwa Allah menyukai bila kita merahasiakannya. Demi Allah, kecuali apabila memberikan secara terang-terangan itu mempunyai maksud baik, seperti memberi cotnoh teladan bagi orang lain dalam hal kedermawanan.

وهي أن المحسن إذا أعطى علنًا يكون عرضة لوصمة الرياء الذي هو الشرك الأصغر. زد على ذلك أنه يحبط الأعمال. وهذا مصداق قوله تعالى:

Selain itu orang yang berbuat baik dengan terang-terangan akan mudah menimbulkan sifat riya’ sebagai syirik terkecil, dan akan menghapuskan amal perbuatan. Sebagaimana firman Allah:

﴿ يَٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَآءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُوْنَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الكَفِرِينَ ﴾١

Artinya : “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan: dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (AL Baqarah 264).

وقد قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمٌ لَا ظِلِّ إِلَّا ظِلُّهُ. إِمَامٌ عَادِلٌ. وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ. وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَافْتَرَقَ عَلَيْهِ. وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُتَعَلِّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَرْجِعُ إِلَيْهِ. وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا انْفَقَتْ يَمِيْنُهُ».

Artinya: “Tujuh golongan akan mendapatkan perlindungan dari Allah pada suatu hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Yaitu pemimpin yang berlaku adil, pemuda yang tum buh (menjadi dewasa) dan selalu beribadah kepada Allah, dua orang laki-laki yang saling mencintai dan berkumpul serta berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid mulai ketuar sampai masuk masjid lagi. seorang laki-laki yang diajak oleh wanita cantik dan berkedudukan tetapi ia menjawab aku takut kepada Tuhan sekalian alam, dan seorang laki-laki yang bersedekah serta merahasiakannya hingga tangan kiri tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya,

وهذا الحديث الشريف يشير إلى شدة الترغيب في الإخفاء والإمعان في إخفاء الصدقة حتى أن الشمال لا تدري ما فعلت اليمين مع أنها أختها وبجانبها. وهذا الحديث يعتبر من جوامع الكلم.

Hadits tersebut menunjukkan anjuran untuk merahasiakan (sedekah) hingga tangan kiri tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya. meskipun masih saudara dan berada di sisinya. Hadits ini merupakan ung- kapan yang berbobot.

يروي أن رجلًا من كبار البيوت وأشراف الناس الذين أخني عليهم الدهر وعضهم بنابه، قصد الحسين بن علي بن أبي طالب رضي الله عنه في اليوم الذي أعد لتفريق الأموال المقررة من بيت مال المسلمين لآل البيت النبوي والشجرة الطاهرة. فقدم ذلك الرجل بطاقة للحسين فيها يقول:

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari kaum bangsawan mengalami kehancuran, maka ia pergi menghadap Husain bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. di hari mana beliau menyisihkan sebagian harta dari baitul mal milik Ummat Islam untuk keluarga nabi. Lantas orang laki-laki itu menyampaikan surat kepada Husain yang berisi :

لَمْ يَبْقَ عِنْدِي مَا يُبَاعُ وَيُشْتَرَى         يَكْفِيْكَ ظَاهِرُ مَنْظَرِي عَنْ مُخْبِرِي

إِلَّا بَقِيَّةُ مَاءِ وَجْهٍ صُنْتُهُ                 عَنْ أَنْ يُبَاعَ فَنِعْمَ أَنْتَ الْمُشْتَرِي

Artinya: ‘Tiada tersisa harta milikku untuk dijual dan dibeli. Cukuplah bagimu memperhatikan keadaanku dari orang yang membawa beritaku sendiri. Sisa milikku yang tinggal hanyalah kehormatan yang kupelihara dari jual dan beli, maka engkau adalah sebaik-baik orang yang membeli.”

فما كان من الحسين رضي الله عنه وأرضاه إلا أنه قدّم له جميع الأموال التي أخذها من بيت مال المسلمين والتي كانت معدة للإنفاق عليه سنة كاملة وردّ له بطاقته بعد أن كتب على ظهرها قوله:

Maka Al Husain Radhiyallahu ‘anhu tidak menyukainya melainkan beliau serahkan kepadanya semua harta yang diambil dari baitil mal yang seharusnya untuk belanja sendiri selama satu tahun penuh, dan mengembalikan surat itu sesudah beliau tulis dengan ucapan sebagai berikut:

عَاجَلْتَنَا فَأَتَاكَ عَاجِلُ بِرِّنَا        نَذْرًا وَلَوْ أَمْهَلْتَنَا لَمْ نَقْتَرِ

فَخُذِ الْقَلِيْلَ وَكُنْ كَأَنَّكَ لَمْ تَكُنْ بِعْتَ الْمُصَانَ وَإِنَّنَا لَمْ نَشْتَرِ

Artinya: “Engkau segera datang kepadaku, maka kebaikankupun segera datang kepadamu sebagai nazar, jika sekiranya engkau tunda kedatanganmu niscaya aku tidak kekurangan harta Maka Ambillah harta yang sedikit itu, dan jadilah kamu seakan-akan tidak menjual apa yang engkau pelihara, karena sesungguhnya aku tidak membelinya.

وبعد ذلك انصرف الرجل وكله ألسنة تفيض بالشكر والحمد. فانظر يا رعاك الله إلى هذا الكرم والجود والآداب النفسية السامية. ولكن لا غرابة في ذلك. فالحسين بن علي من سلالة السيدة فاطمة الزهراء بنت المصطفى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الذي علم الناس كيف يكون الكرم والجود ومكارم الأخلاق الفاضلة. وفقنا الله وإياك إلى البر والإحسان.

Kemudian orang laki-laki itu kembali dengan mengucapkan banyak terima kasih. Perhatikanlah hai hamba Allah contoh kedermawanan dan adab sopan santun yang demikian tinggi. Namun hal itu tidak aneh, karena Al Husain putra Ali itu berasal dari keturunan Sayyidah Fatimah Al Zahra binti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mengajarkan kedermawanan dan akhlak yang mulia kepada manusia. Semoga Allah memberikan petunjuk kebaikan kepada kita.

ومما يروى عن السيدة فاطمة النبوية بنت الحسين رضي الله عنه، أنه لما حصلت النكبة لآل البيت المطهر من اليزيد بن معاوية وقد قصدوا المدينة فتوجه معهم رجل أمين من الشام. ولما وصلوا قالت السيدة فاطمة لإختها السيدة سكينة: قد أحسن هذا الرجل إلينا فهل لك أن تصليه بشيء.

Diriwayatkan dari Sayyidah Fatimah keturunan nabi putri Al Husain Radhiyallahu ‘anhu ketika ahlul Bait diusir oleh Yazid bin Mu’awiyah, mereka pergi menuju Madinah dan bersama mereka ada seorang laki-laki berasal dari Syam. Setelah mereka sampai di Madinah Sayyidah Fatimah mengatakan kepada saudaranya Sayyidah Sakinah: Orang laki-laki ini telah berbuat baik kepada kita, apakah kamu akan memberikan sesuatu kepadanya?

فقالت السيدة سكينة: والله ما معنا ما نصله به إلا ما كان من هذا الحلي. فقالت لها السيدة فاطمة: افعلي. فأتت له بسوارين ودملجين وبعثتا بهما إليه فردهما وأبى أخذهما وقال: لو كان ما صنعته رغبة في الدنيا لكان في هذا مقنع. ولكن والله ما فعلته إلا لله ولقرابتكم من رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فانظر كيف يكون هذا الكرم في وقت نكبة لم يحصل مثلها في التاريخ الإسلامي.

Maka Sayidah Sakinah menjawab: Demi Allah kita tidak memiliki sesuatu apapun untuk diberikan kepada lelaki itu kecuali hiasan ini. Sayyidah Fatimah mengatakan: Kerjakanlah. Maka dia memberikan dua buah gelang kepada orang itu, akan tetapi lelaki itu menolak dan enggan mengambilnya seraya mengatakan: Kalaulah apa yang saya lakukan itu karena cinta dunia, sungguh hal itu menyenangkan. Akan tetapi demi Allah aku tidak berbuat melainkan karena Allah dan karena dekatmu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Maka cobalah perhatikan bagaimana kedermawanan itu bisa terjadi pada saat mereka tertimpa kesusahan yang belum pernah terjadi di dalam sejarah.


١ (۲) البقرة: ٢٦٤ .

Related

Share3Tweet2SendShareShare
Previous Post

Bab IV Hikmah Zakat

Next Post

Zakat Mencegah Kekikiran

Muhammad Fariz Kasyidi

Muhammad Fariz Kasyidi

Artikel Terkait

Mimpi Mendengar Pengumuman: Pertanda Rahasia Terbongkar atau Berita Mengejutkan?
Kajian Kitab

Tafsir Mimpi Berjalan di Lembah: Pertanda Kesulitan atau Kesempatan?

by Muhammad Fariz Kasyidi
2024-11-20
0

Lembah - الوهدة الوهدة: والسير في الوهدة٢ عسر يرجو صاحب اليسر في عاقبته. Lembah: Berjalan di lembah adalah kesulitan yang...

Read moreDetails
Arti Mimpi Wangi-wangian: Simbol Kebaikan, Pertobatan, atau Bahaya?

Tafsir Mimpi Dicuri: Pertanda Kehilangan dan Keputusasaan

2024-11-10
Arti Mimpi Lutut Sakit: Pertanda Kesulitan dalam Mencari Nafkah

Mimpi Pembunuhan: Pertanda Buruk atau Pesan Tersembunyi?

2024-11-14

Mimpi Memakan Usus: Pertanda Keuntungan atau Kerugian?

2024-10-28
Next Post

Zakat Mencegah Kekikiran

Hikmah Keadilan Dalam Mengeluarkan Zakat

Hikmah Zakat Sebagai Rasa Terima Kasih Kepada Allah

Hikmah Zakat Sebagai Bukti Rasa Kasih Sayang

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.