صفاته
Sifat-sifat Allah
وقال أبو الحسن البوشنجي، رحمه الله التوحيد أن تعلم أنه غير مشبه للذوات، ولا منفيٍّ الصفات.
“Tauhid adalah pengetahuan Anda bahwa bagi Dzat Allah tidak ada keserupaan dan tidak ada peniadaan bagi sifat-sifat-Nya,” kata Abu Hasan Al-Busyanji.
أخبرنا الشيخ أبو عبد الرحمن السلمي، رحمه الله تعالى، قال: سمعت محمد بن محمد بن غالب. قال: سمعت أبا نصر أحمد بن سعيد الأسفنجاني يقول، قال: الحسين بن منصور: ألزِم الكلِّ الحدث، لأنَّ القدم له. فالذي بالجسم ظهوره فالعرض يلزمه، والذي بالأداة اجتماعه فقواها تمسكه والذي يؤلِّفه وقت يفرقه وقت، والذي يقيمه غيره فالضرورة تمسه. والذي الوهم يظفر به فالتصوير يرتقي إليه؛
Sementara Husin bin Manshur mendefinisikannya dengan rumusan berbeda, meski nuansa artinya sama. Menurutnya sifat “Lama” adalah bagi-Nya. Karena itu, sesuatu yang dengan jasad penampakannya dapat menjadi, maka penampakan untuk menjadi adalah keharusan; sesuatu yang dengan berbagai perangkat keterkumpulannya dapat menjadi, maka perangkat yang memperkuat keberadaannya untuk menjadi adalah keharusan, yaitu suatu keharusan menjadi atau mengada yang sifatnya untuk mempertahankan keberadaannya; sesuatu yang waktu merajutnya, maka pemisahaan waktu adalah lawannya; sesuatu yang tegaknya berkaitan dengan lainnya, maka perekatan di situ menjadi keniscayaan; dan sesuatu yang khayalan mampu menerkamnya, maka penggambaran harus lebih mengunggulinya.
ومن آواه محل أدركه أين، ومن كان له جنس طالبه مكيِّف. إنه سبحانه لا يظله فوق، ولا يقله تحت، ولا يقابله حد ولا يزاحمه عند ولا يأخذه خلْف، ولا يحدُّه أمام، و لم يظهره قبل ولم يفنه بعد. ولم يجمعه كلُّ ولم يوجده كان، و لم يفقده ليس. وصفه: لا صفة له. وفعله: لا علة له؛ وكونه: لا أمد له تترَّه عن أ؛ وال خلقه. ليس له من خلقه مزاج، ولا في فعله علاج بانيهم بقدمه، كما باينوه بحدوثهم.
Barangsiapa mencari dan memberi perlindungan di mana tempat- Nya berada, maka Tuhan tidak berlindung di tempat atas, tidak di bawah, tidak menerima pembatas, tidak didesak dengan keterhimpitan selain-Nya di sisi-Nya, tidak dijangkau oleh yang bela- kang, tidak dipagari oleh yang depan, tidak dimunculkan oleh yang sebelum-Nya, tidak dikumpulkan oleh yang terkumpul, tidak diadakan oleh yang ada, tidak ditiadakan oleh yang tidak ada. Sifat-Nya tidak bersifat (bergambar), perbuatan-Nya tidak bersebab, keberadaan-Nya tidak berbatas, segala-Nya terbebas dari tingkah laku makhluk. Kemahapenciptaan-Nya tidak ada pasangan-Nya, perbuatan-Nya tidak ada alasan. Keterdahuluan-Nya jelas dan kebaruan makhluk juga jelas.
إن قلت: متى، فقد سبق الوقتّ كونه. وإن قلت: هو، فالهاء والواو خلْقه، وإن قلت: أي، فقد تقدم المكان وجوده.
Jika kamu mengatakan, “waktu telah berlalu”, maka keberadaan-Nya sungguh melampaui waktu yang berlalu; jika kamu mengatakan, “Huwa” – kata ganti tunggal untuk Allah yang berarti Dia”, maka huruf “Ha” dan “Wawu” itu sendiri adalah makhluk; dan jika kamu bertanya, “Di mana?”, maka keberadaan-Nya telah mendahului tempat.
فالحروف آياته. ووجوده إثباته ومعرفته توحيده. وتوحيده تمييزه من خلقه. ما تُصوِّر في الأوهام فهو بخلافه، كيف يحلُّ به ما منه بدأه؟ أو يعود إليه ما هو أنشأه؟ لا ناقة العيون، ولا تقابله الظنون. قربه کرامته، وبُعده إهانته، علوُّه من غير توفُّل وبحيثه من غير تنقُّل. هو: الأول، والآخر والظاهر، والباطن، القريب البعيد، الذي ليس كمثله شيء وهو السميع البصير.
Huruf-huruf adalah ayat-ayat-Nya (tanda-tanda-Nya); keberadaan-Nya adalah ketetapan-Nya; ma’rifat-Nya adalah pengesaan terhadap-Nya; pengesaan-Nya adalah membedakan-Nya dari makhluk-Nya. Apa yang tergambar dalam khayalan adalah berbeda dengan keberadaan-Nya. Bagaimana sesuatu yang dari- Nya bertempat adalah permulaan sesuatu itu, atau kembali kepada-Nya apa yang telah disusun-Nya. Persangkaan-persangkaan tidak mampu menerima Tuhan. Kedekatan-Nya adalah karamah-Nya dan keterjauhan-Nya adalah penghinaan-Nya. Ketinggian-Nya tanpa naik; kedatangan-Nya tanpa berpindah. Dia adalah Dzat Yang Pertama, Terakhir, Tampak, Tersembunyi, Dekat, Jauh, dan tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya. Dia Maha Mendengar dan Melihat.
سمعت أبا حاتم السجستاني يقول: سمعت أبا نصر الطوسيِّ السرَّاجي يحكى عن يوسف بن الحسين، قال: قام رجل بين يدي ذي النون المصري، فقال: أخبرني عن التوحيد: ما هو؟ فقال هو: أن تعلم قدرة الله تعالى في الأشياء بلا مزاج، وصنعه للأشياء بلا علاج، وعلَّة كل شيء صنعه، ولا علَّة لصنعه، وليس في السموات العلا، ولا في الأرضين السفلى مدبِّر غير الله، وكل ما تصوِّر في وهمك فالله بخلاف ذلك.
Yusuf bin Husin bercerita, “Ada seorang laki-laki berdiri di hadapan Dzun Nun Al-Mishri lalu bertanya, ‘Beritahukan padaku tentang makna tauhid?’ Lalu oleh beliau dijawab, ‘Hendaknya engkau mengetahui bahwa kekuasaan Allah dalam segala hal tanpa kerja sama; penciptaan-Nya tanpa sebab atau alasan; penyebab keterciptaan sesuatu itu sendiri juga ciptaan-Nya. Karena itu, tidak ada sebab yang melatarbelakangi penciptaan-Nya. Tak ada yang di langit dan di bumi menjadi tinggi dan rendah sebagai bentuk pengaturan alam yang diatur selain Allah. Apa yang terlukis di khayalan manusia adalah berbeda dengan keberadaan Allah.”
وقال الجنيد: التوحيد علمك وإقرارك بأن الله فرد في أزليته الثاني معه ولا شيء يفعل فعله.
Bagi Imam Al-Junaid, tauhid berarti pengetahuan dan pengakuan bahwa Allah adalah Dzat Yang Tunggal dalam keabadian dan keterdahuluan-Nya; tak ada pihak kedua yang menyertai- Nya. Apa pun yang bergerak di alam tidak bekerja dengan sendirinya.
Kitab Risalah Qusyairiyah – Abul Qasim al-Qusyairi Halaman 12-14 Cetakan Daarul Kutub Al-Ilmiyah 2001
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#risalahqusyairiyah #risalatulqusyairiyah #risalah #qusyairi #qusyairiyah #dasartauhid #tauhid #sufi #sifatallah #sifatsifatallah #sifat #allah









