• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Saturday, July 18, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

Sunnah ber-Takbir Pada Hari Raya

Kitab Kuning Digital by Kitab Kuning Digital
2025-03-30
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
5
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

[فصل]: ويستحبّ التكبير ليلتي العيدين، ويُستحبّ في عيد الفطر من غروب الشمس إلى أن يُحرم الإِمام بصلاة العيد، ويُستحبّ ذلك خلفَ الصلواتِ وغيرها من الأحوال. ويُكثر منه عند ازدحام الناس، ويُكَبِّر ماشيًا وجالسًا ومضطجعًا، وفي طريقه، وفي المسجد، وعلى فراشه، وأما عيدُ الأضحى فيُكَبِّر فيه من بعد صلاة الصبح من يوم عَرَفة إلى أن يصليَ العصر من آخر أيام التشريق، وَيُكَبِّر خلفَ هذه العَصْرِ ثم يقطع، هذا هو الأصحّ الذي عليه العمل،

Disunnahkan membaca takbir pada malam dua hari raya. Disunnahkan pada Idul Fitri dimulai dari terbenamnya matahari, hingga imam shalat led bertakbiratul ihram. Disunnahkan juga setelah shalat Maktubah dan dalam segala keadaan. Dan dianjurkan memperbanyak bacaan ketika dalam perkumpulan orang-orang. Dan juga mengumandangkan takbir ketika jalan, duduk, atau tiduran, baik dalam perjalanan ke masjid maupun ke tempat tidur. Adapun untuk Idul Adha, maka mengumandangkan takbir dimulai dari setelah shalat Subuh dari hari Arafah hingga masuk akhir hari Tasyriq, setelah shalat Asar bertakbir sejenak kemudian selesai. Ini adalah pendapat yang paling benar yang dilakukan pada amalan ini.

وفيه خلاف مشهور في مذهبنا ولغيرنا، ولكن الصحيح ما ذكرناه، وقد جاء فيه أحاديث رويناها في سنن البيهقي، وقد أوضحتُ ذلك كلَّه من حيث الحديث ونقل المذهب في شرح المهذّب وذكرتُ جميعَ الفروع المتعلقة به، وأنا أُشيرُ هنا إلى مقاصده مختصرة.

Dalam hal ini terdapat khilaf, baik dalam mazhab kami ataupun lainnya. Akan tetapi yang benar adalah apa yang telah saya sebutkan. Hal ini berdasarkan hadits yang telah kami riwayatkan dalam Sunan Baihaqi. Masalah ini telah saya jelaskan secara rinci dilihat dari periwayatan hadits dan perbandingan mazhab dalam kitab Sarah al-Muhadhab, berikut segala hal yang berkaitan dengannya. Di kitab ini saya hanya menjelaskan kesimpulannya saja.

Para ulama Syafi’iyah mengatakan, lafal takbir adalah:

قال أصحابنا: لفظ التكبير أن يقول: الله أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar, allaahu akbar, alaahu akbar.

“Allah Mah Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”

هكذا ثلاثًا متواليات، ويكرّر هذا على حسب إرادته. قال الشافعي والأصحاب: فإن زادَ فقال:

Demikian itu lafal yang dibaca tiga kali, dan boleh diulang-ulang sesuai dengan apa yang dikehendaki. Imam Syafi’i dan para ulama Syafi’iyah mengatakan, jika menghendaki tambahan maka dengan membaca:

الله أَكْبَرُ كَبيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ كانَ حَسَنًا.

Allaaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiiraa. Wa subhaanallaahi bukkrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illal laahu wa laa na’budu ilaa iyyaahu mukhlishiina lahud diin. Walaw karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah shadaqa wa’dah. Wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illal laahu wal laahu akbar.

“Allah Maha Besar, segala puji dengan pujian sebanyak-banyaknya hanya milik Allah. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan sore hari. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan kami tidak menghamba kecuali kepada Allah dengan memurnikan agama kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membencinya. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, janjinya pasti benar dan dia menolong hamba-Nya. Dan menghancurkan persekutuan orang-orang kafir sendirian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.” Jika ditambah dengan ini, maka sangatlah baik.

وقال جماعة من أصحابنا: لا بأسَ أن يقول ما اعتاده الناسُ، وهو:

Sebagian besar golongan dari ulama Syafi’iyah mengatakan: “Tidak mengapa jika mengumandangkan takbir dengan apa yang biasa dilakukan kebanyakan orang, yaitu dengan bacaan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allaahu akbar, alaahu akbar, alaahu akbar laa ilaaha illal laahu wal laahu akbar. Allahu akbar wa lillaahil hamd.

‘Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan baginya segala puji.”

Related

Tags: Al-AdzkarIdul FitriRamadhanSyawalTakbir
Share2Tweet1SendShareShare
Previous Post

Doa Witir Bulan Ramadhan

Next Post

Sunnah Menghidupkan Malam Dua Hari Raya

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Penggiat Transformasi Digital keIslaman untuk mendukung Digitalisasi Kitab Kuning untuk pembelajaran masyarakat awam.

Artikel Terkait

5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar
Artikel

5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar

by Kitab Kuning Digital
2025-08-02
0

Bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah, seringkali diselimuti oleh mitos dan kepercayaan yang tidak berdasar. Sebagian masyarakat di masa...

Read moreDetails
Doa Birrul Walidain – Doa Memohon Kebaikan untuk Orang Tua

Doa Birrul Walidain – Doa Memohon Kebaikan untuk Orang Tua

2025-04-08
Boleh Nggak Sih Makan Kepiting? Ini Penjelasan Lengkapnya Menurut Islam

Boleh Nggak Sih Makan Kepiting? Ini Penjelasan Lengkapnya Menurut Islam

2025-04-20
Menakar Awal Ramadhan 2026: Analisis Potensi Wujudul Hilal, Imkanur Rukyah, dan Rukyatul Hilal

Menakar Awal Ramadhan 2026: Analisis Potensi Wujudul Hilal, Imkanur Rukyah, dan Rukyatul Hilal

2026-01-25
Next Post
Sunnah Menghidupkan Malam Dua Hari Raya

Sunnah Menghidupkan Malam Dua Hari Raya

Bacaan dan Doa Takbir Hari Raya

Bacaan dan Doa Takbir Hari Raya

Doa Shalat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah

Doa Shalat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah

Doa Birrul Walidain – Doa Memohon Kebaikan untuk Orang Tua

Doa Birrul Walidain - Doa Memohon Kebaikan untuk Orang Tua

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.