Hubungan seksual – الوطء
الوطء: وأما الوطء في الدبر. فإنه يطلب أمرًا عسيرًا من غير وجه، ولعله لا يتم له ويذهب فيه ماله ونفقته ويتلاشى عن عمله لأن الدبر لا تتم فيه نطفة ولا تعود منه فائدة، كما يعود من الفرج.
Hubungan seksual: Adapun hubungan seksual melalui dubur, maka itu menunjukkan permintaan sesuatu yang sulit tanpa alasan yang benar, dan mungkin ia tidak akan mendapatkannya dan akan menghabiskan harta dan uangnya serta sia-sia usahanya, karena dubur tidak menghasilkan sperma dan tidak ada manfaat yang kembali darinya, seperti yang kembali dari kemaluan.
وأما الوطء فدال على بلوغ المراد مما يطلبه الإنسان أو هو فيه أو يرجوه من دين أو دنيا كالسفر والحرث والدخول على السلطان والركوب في السفن وطلب الضال، لأن الوطء لذة ومنفعة فيه تعب ومداخلة.
Adapun hubungan seksual menunjukkan tercapainya keinginan yang dicari oleh seseorang, baik itu dalam agama maupun dunia, seperti bepergian, bertani, menghadap penguasa, naik kapal, dan mencari yang hilang, karena hubungan seksual adalah kenikmatan dan manfaat di dalamnya ada kelelahan dan usaha.
فإن وطيء زوجته نال منها ما يرجوه أو نالت هي ذلك منه. وأما نكاح المحرمات فإن وطأه إياهن وصلات من بعد إياس وهبات في الأم خاصة من بعد قطيعة لرجوعه إلى المكان الذي خرج منه بالنفقة والإقبال من بعد الصد، إلا أن يطأهن في أشهر الحج أو يكون في الرؤيا ما يدل عليه فإنه يطأ بقدمه الأرض الحرام ويبلغ منها مراده.
Jika ia berhubungan seksual dengan istrinya, maka ia akan mendapatkan apa yang ia harapkan darinya atau ia akan mendapatkannya darinya. Adapun menikahi wanita yang haram, jika ia berhubungan seksual dengannya, maka itu adalah penghubung setelah putus asa dan pemberian terutama kepada ibu setelah putus hubungan, karena ia kembali ke tempat yang ia tinggalkan dengan nafkah dan perhatian setelah putus, kecuali jika ia berhubungan seksual dengannya pada bulan haji atau ada sesuatu dalam mimpi yang menunjukkan hal itu, maka ia akan menginjakkan kakinya di tanah suci dan mencapai keinginannya darinya.
وإن كانت قد تمت لذته تكون نطفته ماله الذي ينفقه في ذلك المكان الطيب الذي لا يؤمله طالب، وإن رجع منه طالبته نفسه بالعودة إليه.
Dan jika kenikmatannya telah sempurna, maka spermanya adalah hartanya yang ia belanjakan di tempat yang baik yang tidak diharapkan oleh seorang pencari, dan jika ia kembali darinya, maka dirinya akan menuntutnya untuk kembali.
ومن أحرز في يده شيئًا من نطفة أو رآها في ثوبه نال مالًا من ولد أو غيره.
Dan barangsiapa yang memegang sesuatu dari sperma atau melihatnya di pakaiannya, maka ia akan mendapatkan harta dari anak atau orang lain.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 380 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #hubungan #seksual #intim









