Perkataan – الكلام
الكلام: ومن تكلم في غير صناعته مجاوبًا لغيره، فالأمر عائد في نفسه، وإن كان ذلك من علمه وصناعته فالأمر عائد على السائل.
Perkataan: Jika seseorang berbicara tentang sesuatu yang bukan keahliannya sebagai jawaban atas pertanyaan orang lain, maka dampaknya akan kembali pada dirinya sendiri. Namun, jika perkataan itu memang berasal dari ilmu dan keahliannya, maka dampaknya akan kembali kepada penanya.
فإن رأى أنه يتكلم بكلام له يضارع الحكمة إلا أنه مزاح منه، فإن تأويل المزاح هو البطر من فعاله المكروه في الدين، وإن كان المتمطي ميتًا فإن تأويل الرؤيا لعقبه من الأحياء، لأن الميت لا يتطاول، ولا يستبد، ولا يبغي لما صار إلى دار الحق، واشتغل بنفسه.
Jika seseorang bermimpi berbicara dengan kata-kata bijak namun dalam nada bercanda, maka makna bercanda dalam mimpi tersebut adalah kesombongan dalam perbuatan yang dibenci dalam agama. Jika orang yang diajak bercanda dalam mimpi itu sudah meninggal, maka makna mimpi tersebut berkaitan dengan keturunannya yang masih hidup, karena orang yang sudah meninggal tidak akan bersikap sombong atau angkuh lagi setelah berada di alam akhirat.
ولو رأى الميت يمازح في كلامه، فليست رؤيا لأن الميت مشتغل عن المزاح وكلام الخنا١ وذكر الفواحش وما يشبه ذلك.
Jika dalam mimpi terlihat orang yang sudah meninggal sedang bercanda, maka itu bukanlah mimpi yang benar, karena orang yang sudah meninggal tidak akan melakukan hal-hal yang sia-sia seperti bercanda, berbicara kotor, atau hal-hal yang sejenis.
١ الخنا: الفحش في الكلام.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 299 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #kata #bicara









