Orang Mati – الميت
الميت: فإن رأى الحي أنه أعار الميت ثوبًا هو لابسه، فنزعه عنه ولبسه الميت، فإنه يمرض مرضًا يسيرًا ويبرأ، فإن رأى أنه وهب للميت ثوبًا، أو غلبه عليه، ولبسه الميت وذهب به، وخرج من ملك الحي، فهو موت الحي، وإن لم يخرج الثوب من ملك الحي لكنه شبه العارية أو الوديعة، يحفظه، أو يصنعه، أو يغسله، أو يطويه، أو ينشره، وما أشبه ذلك، فإنه مرض أو هم وحزن ولا يعطب فيه.
“Orang Mati: Jika orang yang hidup bermimpi meminjamkan pakaian yang sedang dipakainya kepada orang mati, lalu orang mati itu memakainya, maka orang yang hidup akan sakit ringan dan kemudian sembuh. Jika ia bermimpi memberikan pakaian kepada orang mati atau memakaikannya pada orang mati, dan orang mati itu memakainya serta pergi, keluar dari kekuasaan orang yang hidup, maka orang yang hidup akan meninggal. Namun, jika pakaian itu masih dalam kekuasaan orang yang hidup, seperti titipan atau disimpan, dicuci, dilipat, atau dijemur, maka itu pertanda sakit, kesedihan, atau kesusahan namun tidak fatal.
ومن رأى ميتًا مقبلًا عليه. ضاحكًا إليه فقد شكر له عمله في وصيته أو أهله، لما وصل إليه من دعائه، فإن لم يكن هنا شيء من ذلك، فقد بشره بحسن حاله وطاعته لربه.
Jika seseorang melihat orang mati mendatanginya dengan tersenyum, maka itu adalah tanda syukur atas amal perbuatannya, wasiatnya, atau keluarganya, karena doa orang yang hidup telah sampai kepadanya. Jika tidak ada hal seperti itu, maka itu adalah kabar gembira tentang kebaikan kondisi orang mati dan ketaatannya kepada Tuhan.
ومن دعا له میت فدعاؤه إخبار عما في غيب الله عز وجل.
Jika seseorang berdoa untuk orang mati, maka doanya adalah informasi tentang hal-hal gaib yang diketahui oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
ومن رأى ميتًا معروفًا مات ثانية وكان لموته بكاء من غير نواح أو صراخ، فإنه يتزوج بعد أهله، فيكون فيهم عرس، وكذلك إذا كان لموته صراخ أو نواح أو رنة مما يكره أصله في التأويل،
Jika seseorang melihat orang mati yang dikenal meninggal lagi, dan orang-orang menangisinya tanpa suara keras atau tangisan yang berlebihan, maka ia akan menikah lagi setelah istrinya meninggal, dan akan ada perayaan pernikahan di keluarganya. Namun, jika tangisannya disertai suara keras atau ratapan, maka maknanya kurang baik.
ومن رأى أنه مات وحمل على سرير على أعناق الرجال، فإنه يصيب سلطانًا ويفسد دينه ويقهر الرجال ويركب أعناقهم، وتكون أتباعه في سلطانه بقدر من تبع جنازته، ويرجى له صلاح دينه ما لم يدفن ومن رأى أنه حمل ميتًا على غير هيئة الجنائز، فإنه يتبع ذا سلطان، وينال منه برًا.
Jika seseorang bermimpi meninggal dan diusung di atas tandu oleh orang-orang, maka ia akan mendapatkan kekuasaan tetapi akan merusak agamanya, menindas orang-orang, dan orang-orang akan menjadi bawahannya. Jumlah pengikutnya akan sebanding dengan jumlah orang yang mengusung jenazahnya. Ada harapan bahwa agamanya akan kembali baik selama ia belum dikuburkan. Jika seseorang bermimpi mengusung orang mati dengan cara yang tidak seperti pemakaman biasanya, maka ia akan mengikuti seseorang yang berkuasa dan mendapatkan kebaikan darinya.”
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 348 – 349 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #orangmati










