Hadiah – الهدية
الهدية: ومن أهدى هدية يستحب نوعها كان ذلك للمهدي أو المهدى إليه.
Hadiah: Barangsiapa yang memberikan hadiah, maka jenis hadiah itu akan disukai baik oleh pemberi atau penerima hadiah.
الهدية خطبة فمن رأى أنه أهدى إلى أحد هدية وأهدي إليه شيء خطبت إليه ابنته أو امرأة من أقربائه، وحصل النكاح لقوله تعالى: ﴿وَإِنِّي مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُونَ﴾٢.
Barangsiapa yang melihat ia memberikan hadiah kepada seseorang dan diberi sesuatu sebagai balasan, maka ia telah melamar putrinya atau seorang wanita dari kerabatnya, dan pernikahan terjadi, karena firman Allah Ta’ala: “Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.”
فكانت بلقيس مرسلة بالهدية وكان سليمان خاطبًا لها. وقيل: إن الهدية المحبوبة تدل على وقوع صلح بين المهدي والمهدى إليه. قال رسول الله ﷺ: «تهادوا وتحابوا».
Maka, Bilqis mengirim hadiah dan Sulaiman melamarnya. Dikatakan juga: bahwa hadiah yang disukai menunjukkan terjadinya perdamaian antara pemberi dan penerima hadiah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tukarkanlah hadiah dan saling mencintai.”
٢ سورة النمل، الآية: ٣٥.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 373 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #hadiah









