• Backup Home
  • Home 2
  • Privacy Policy
  • Qasidah dan Shalawat Page
  • Rawi Simthud Duror dan Terjemah
  • Tentang Kami
  • Terms and Conditions
  • Home
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
Wednesday, September 2, 2026
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Home
  • Kajian Kitab
    • Hikmatut Tasyrif wa Falsafatuhu
    • Tafsir Mimpi Ibnu Sirin
    • Safiinatun Najaah
    • Taklim Muta`allim
  • Qasidah
  • PDF Kitab Kuning
  • Khutbah
  • Manakib
  • Shalat
  • Apps
  • Artikel
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Kitab Kuning Digital
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

DASAR-DASAR TAUHID MENURUT KAUM SUFI

Muhammad Fariz Kasyidi by Muhammad Fariz Kasyidi
2025-03-12
in Risalah Qusyairiyah
Reading Time: 3 mins read
A A
0
17
SHARES
86
VIEWS
FacebookTwitterWhatsappTelegramLine

الفصل الأول

بيان اعتقاد هذه الطائفة في مسائل الأصول

PASAL

DASAR-DASAR TAUHID MENURUT KAUM SUFI

إعلموا، رحمكم الله، أن شيوخ هذه الطائفة بنوا قواعد أمرهم على أصول صحيحة في التوحيد، صانوا بها عقائدهم عن البدع ودانوا بما وجدوا عليه السلف وأهل السنة من توحيد ليس فيه تمثيل ولا تعطيل، وعرفوا ما هو حق القدم. وتحققوا بما هو نعت الموجود عن العدم.

Ketahuilah, wahai hamba-hamba yang dikasihi Allah, sesungguhnya para guru kaum sufi telah membangun kaidah-kaidah ajaran sufi yang didasarkan atas prinsip ketauhidan yang benar. Mereka menjaganya dari bid’ah; mendekatkannya dengan sesuatu yang mereka dapatkan dari para salaf (satu istilah pengelompokan umat secara periodik yang merujuk pada golongan terdahulu, yaitu generasi para tabiin yang mengikuti jejak para pendahulunya) dan ahli sunnah (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat). Ajarannya tidak didapati unsur-unsur penyerupaan pada Al-Haqq (panteisme) dan peniadaan (ateisme). Mereka mendefinisikan segala sesuatu dengan penyandaran kepemilikan tunggal kepada Haqqul-Qadam (alam yang baru adalah kepunyaan Dzat Yang Terdahulu); menyatakan sesuatu yang ada dengan sifat ketiadaan (ada yang bersifat nisbi).

ولذلك قال سيد هذه الطريقة الجنيد، رحمه الله: “التوحيد إفراد للقدم من الحدث”. وأحكموا أصول العقائد بواضح الدلائل، ولائح الشواهد.

Oleh karena itu, seorang guru sufi terbesar, Imam Al-Junaid, semoga Allah selalu merahmatinya, berkata, “Tauhid adalah pengesaan pada Yang Lama dari yang baru.” Beberapa ketentuan dasar hukum tentang akidah oleh sejumlah pembesar kaum sufi telah digariskan berdasarkan dalil-dalil yang jelas dan kesaksian- kesaksian yang tampak.

كما قال أبو محمد الجريري، رحمه الله: “أن لم يقف على علم التوحيد بشاهد من شواهده زلت به قدم الغرور في مهواة من التلف” يريد بذلك: أن من ركن إلى التقليد، ولم يتأمل دلائل الوحيد؛ سقط عن سنن النجاة؛ ووقع في أسر الهلاك.

Dalam hal ini Imam Ahmad bin Muhammad Al-Jariri, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Barangsiapa (yang keagamaannya) belum berdiri di atas (prinsip) ilmu tauhid dengan satu kesaksian dari berbagai kesaksian (pembuktian keesaan Tuhan yang didasarkan pada keyakinan dan sikap yang nyata setelah memasuki alam logika yang benar), maka tapak-tapak kaki penipu pasti akan menggelincirkannya ke lembah nafsu kerusakan.” Artinya, barangsiapa yang berlindung pada prinsip taklid (pengekoran pada suatu pendapat tanpa didasari pengertian dasar dan tujuannya) dan tidak berpikir tentang dalil-dalil tauhid, maka dia akan jatuh dari jalan yang dapat menyelamatkannya, yaitu sunnah Nabi, dan tertawan di lembah kerusakan.

ومن تأمل ألفاظهم، وتصفح كلامهم، وجد في مجموع أقويلهم ومتفرقاتها ما يثق – بتأمله – بأن القوم لم يقصروا في التحقيق عن شأو، ولم يعرجوا في الطلب على تقصير. ونحن نذكر في هذا الفصل جملا من متفرقات كلامهم فيما يتعلق بمسائل الأصول. ثم نحرر على الترتيب بعدها ما يشتمل على ما يحتاج إليه في الاعتقاد، على وجه الإيجاز والاختصار، إن شاء الله تعالى.

Sedangkan bagi orang yang mau merenungkan beberapa kalimat dan ucapan para guru sufi lalu menelitinya dengan seksama, merenungkannya dengan sungguh-sungguh, maka pada beberapa pendapat, kesepakatan, dan perbedaan di antara mereka akan dijumpai sesuatu yang akan memperkuat perenungannya, dengan satu kesimpulan bahwa suatu kaum tidak dapat melalaikan hakikat kebenaran (dalam proses pencarian hakikat) dari tujuan akhir dan tidak dapat mi’raj (rohaninya) ke langit dalam pencariannya dengan berpijak pada kelalaian.

Kitab Risalah Qusyairiyah – Abul Qasim al-Qusyairi Halaman 11 Cetakan Daarul Kutub Al-Ilmiyah 2001
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]

Download aplikasinya di playstore dengan klik link dibawah ini

https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.islam.risalah.qusyairiyah&hl=id&pli=1

#risalahqusyairiyah #risalatulqusyairiyah #risalah #qusyairi #qusyairiyah  #dasartauhid #tauhid #sufi

Related

Share7Tweet4SendShareShare
Previous Post

PENDAHULUAN

Next Post

Ma’rifatullah

Muhammad Fariz Kasyidi

Muhammad Fariz Kasyidi

Artikel Terkait

Kajian Kitab

Ma’rifatullah

by Muhammad Fariz Kasyidi
2025-03-13
0

معرفة الله Ma'rifatullah سمعت: الشيخ أبا عبد الرحمن محمد بن الحسين السمي، رحمه الله، يقول: سمعت عبد الله بن موسى...

Read moreDetails

PENDAHULUAN

2025-03-12

Sifat-sifat Allah

2025-03-13
Next Post

Ma'rifatullah

Sifat-sifat Allah

Doa Witir Bulan Ramadhan

Sunnah ber-Takbir Pada Hari Raya

Sunnah ber-Takbir Pada Hari Raya

Please login to join discussion

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • PDF
  • Qasidah
  • Doa-doa
  • Kajian Kitab
  • Tuntunan Ibadah
  • Apps
  • Artikel
  • Infografis
  • Khutbah
  • Manakib
  • Tanya Jawab Keislaman
  • Tentang Kami

© 2025 DH Tech - Daarul Hijrah Tech Kitab Kuning Digital.