Garam – الملح
الملح: وأما الملح فقد اختلف فيه، فمنهم من قال: إن الأبيض منه زهد في الدنيا وخير ونعمة. وكرهه ابن سیرین. وقيل: إن المبرز٢ منه هم وشغل وشغب ومرض، ودراهم فيها هم وتعب.
Garam: Adapun garam, para ulama berbeda pendapat tentang tafsirannya. Sebagian mengatakan bahwa garam putih melambangkan zuhud terhadap dunia, kebaikan, dan nikmat. Namun, Ibnu Sirin tidak menyukainya. Dikatakan juga bahwa garam yang banyak (berbutir besar) melambangkan kesibukan, keributan, penyakit, dan uang yang diperoleh dengan susah payah.
ومن أكل الخبز به فقد اقتنع من الدنيا بشيء يسير. والمملحة جارية مليحة. وقيل: من وجد ملحًا وقع في شدة أو مرض شديد.
Barangsiapa yang makan roti dengan garam, maka ia telah merasa cukup dengan sedikit dari dunia. Wadah garam melambangkan seorang pelayan wanita yang cantik. Dikatakan juga bahwa barangsiapa menemukan garam, maka ia akan mengalami kesulitan atau penyakit yang parah.
والملح الأبيض دراهم وعين، والملح الطيب دراهم فيها همّ ونصب.
Garam putih melambangkan uang perak dan mata air. Garam yang baik melambangkan uang yang diperoleh dengan susah payah dan penuh tekanan.
وأما الملح فقال القيرواني: إنه يدل على ما عليه التراب من الأموال، لأنه من الأرض، سيما أن به صلاح أقوات النفس، فهو بمنزلة الدراهم والأموال التي بها صلاح الخلق ومعايشهم،
Adapun mengenai garam, Al-Qairawani berkata: Garam menunjukkan harta yang terpendam di dalam tanah, karena garam berasal dari tanah. Terutama jika garam itu baik untuk makanan, maka ia seperti uang dan harta yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
ويدل أبيضه على بيض الدراهم، وسواده على سود الدراهم، ومطيبه على الذهب، والمال والحلال، وربما دل على الدباغ، لأن كليهما أموال وعروض وغنائم، وهو دباغ بالحقيقة، وربما دل على الفقه والسنن والأديان، لأن به صلاح ما به معاشه ويخشى منه تغيره، كقول بعض العلماء في فساد العلماء:
Garam putih melambangkan uang perak, garam hitam melambangkan uang tembaga, dan garam yang harum melambangkan emas, harta yang halal, dan mungkin juga melambangkan profesi penyamak kulit, karena keduanya berkaitan dengan harta, kekayaan, dan keuntungan. Garam juga bisa melambangkan ilmu fiqih, sunnah, dan agama, karena garam bermanfaat untuk mengawetkan makanan dan dikhawatirkan akan berubah jika terkena kotoran. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama mengenai kerusakan para ulama:
الملح يصلح ما يخشى تغيره
“Garam mengawetkan apa yang dikhawatirkan akan berubah,
فكيف بالملح إن حلت به الغير
Lalu bagaimana jika garam itu sendiri terkena perubahan?”
وربما دل على الشفاء من الأسقام لما جاء في بعض الآثار أن فيه شفاء من اثنين وسبعين داء.
Garam juga bisa melambangkan kesembuhan dari penyakit, karena ada hadis yang menyebutkan bahwa garam adalah obat untuk tujuh puluh dua jenis penyakit.
٢ المبرز: من أبرز إذا نشر أو أظهر الشيء.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 339 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #garam









