Az-Za’rūr wa al-Battikh – الزعرور والبطيخ
الزعرور والبطيخ: الزعرور والبطيخ مع ضرره في غير إبانه، وعبر أصفرها هموم وأحزان فإن كانت حامضة كانت ضربًا بالسياط لآكلها سيما إن كان عددًا، لأن تمر السوط طرفه، والشجرة التي هي أصل التمر في إدبارها عصا يابسة، وما كان له اسم، وفي اشتقاقه فائدة حمل تأويله على لفظه، وإن كان ذلك أقوى من معانيه، كالسفرجل الأخضر في غير وقته تعب، وأصفره مرض.
Az-Za’rūr wa al-Battikh: Za’rūr dan battikh (semacam buah) jika dimakan sebelum waktunya akan membahayakan. Jika berwarna kuning, maka itu pertanda kesedihan dan kegelisahan. Jika rasanya asam, maka itu seperti dipukul dengan cambuk bagi yang memakannya, terutama jika jumlahnya banyak. Hal ini karena ujung cambuk terbuat dari kulit pohon kurma, dan pohon kurma yang sudah tua adalah tongkat yang kering. Setiap kata dan asal-usul kata mengandung makna yang dapat ditafsirkan sesuai dengan arti literalnya, meskipun makna kiasannya mungkin lebih kuat. Misalnya, buah safrjal yang hijau jika dimakan sebelum waktunya akan menyebabkan kelelahan, dan jika berwarna kuning, akan menyebabkan penyakit.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 170 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #buah #waktu #bahaya









