Rumah – الدور
الدور: والدور: وأما الدور فهي دالة على أربابها، فما نزل بها من عدم أو ضيق أو سعة أو خير أو شر عاد ذلك على أهلها وأربابها وسكانها، والحيطان رجال، والسقوف نساء، لأن الرجال قوامون على النساء لكونها من فوقها، ودفعها للأسواء٥ عنها، فهي كالقوام، فما تأكدت دلالته رجع إليه، وعمل عليه، وتدل دار الرجل على جسمه ونفسه وذاته، لأنه يعرف بها، وتعرف به، وهي مجده وذكره واسمه وسترة أهله.
Rumah: Rumah melambangkan pemiliknya. Segala kekurangan, kesempitan, keluasan, kebaikan, atau keburukan yang terjadi pada rumah akan kembali kepada penghuni, pemilik, dan penduduknya. Dinding melambangkan laki-laki, sedangkan atap melambangkan perempuan, karena laki-laki adalah pemimpin perempuan karena letaknya di atas perempuan dan melindungi perempuan dari segala keburukan. Sama halnya dengan pemimpin, segala sesuatu yang menjadi tugasnya akan kembali kepadanya. Rumah seseorang melambangkan tubuh, jiwa, dan dirinya sendiri, karena orang tersebut dikenal melalui rumahnya dan rumah tersebut dikenal melalui orang tersebut. Rumah juga merupakan kebanggaan, kenangan, nama, dan tempat berlindung bagi keluarganya.
وربما دلت على ماله الذي به قوامه، وربما دلت على ثوبه لدخوله فيه، فإذا كانت جسمه كان بابها وجهه، وإذا كانت زوجته كان بابها وجهه، وإذا كانت دنياه وماله كان بابها الباب الذي يتسبب فيه ومعيشته، وإذا كانت ثوبه كان بابها طرفه.
Rumah juga bisa melambangkan harta yang menjadi sandaran hidupnya, atau bisa juga melambangkan pakaiannya karena ia masuk ke dalamnya. Jika rumah melambangkan tubuhnya, maka pintunya adalah wajahnya. Jika melambangkan istrinya, maka pintunya juga wajahnya. Jika melambangkan dunia dan hartanya, maka pintunya adalah pintu yang menjadi sumber penghidupannya. Jika melambangkan pakaiannya, maka pintunya adalah ujung pakaiannya.
وقد يدل الباب إذا انفرد على رب الدار، وقد يدل عليه منه الفرد الذي يفتح ويغلق، والفرد الآخر على زوجته الذي يعانقها في الليل، وينصرف عنها في الدخول أو الخروج بالنهار، ويستدل فيها على الذكر والأنثى بالشكل والغلق١،
فالذي فيه الغلق هو الذكر والذي فيه العروة هو الأنثى زوجته، لأن الفعل الداخل في القفل الداخل في العروة ذكر، ومجموع الشكل إذا انفلق كالزوجين ربما دل على ولدي صاحب الدار ذكر أو أنثى، وعلى الأخوين والشريكين في تلك الدار.
Pintu secara mandiri bisa melambangkan pemilik rumah. Pintu yang dibuka dan ditutup bisa melambangkan pemilik rumah, sedangkan pintu yang lain melambangkan istrinya yang dipeluk pada malam hari dan dijauhi saat keluar masuk pada siang hari. Jenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam rumah dapat dilihat dari bentuk dan kunci. Pintu yang memiliki kunci adalah laki-laki, sedangkan pintu yang memiliki engsel adalah perempuan (istrinya), karena tindakan mengunci yang dilakukan pada kunci yang masuk ke dalam engsel adalah tindakan laki-laki. Bentuk keseluruhan pintu yang terbelah seperti dua bagian, bisa melambangkan anak laki-laki atau perempuan pemilik rumah, atau bisa juga melambangkan saudara laki-laki atau rekan bisnis di rumah tersebut.
وأما الدار المجهولة سوى المعروفة فهي دار الآخرة، لأن الله تعالى سماها دارًا فقال: ﴿تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ﴾٢. وكذلك إن كانت معروفة لها اسم يدل على الآخرة كدار عقبة أو دار السلام،
Rumah yang tidak dikenal, selain rumah yang sudah dikenal, adalah rumah akhirat. Karena Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyebutnya sebagai Darul Akhirah (rumah akhirat), sebagaimana firman-Nya, ” Negeri akhirat itu .” (QS. Al-Qasas: 83). Begitu pula jika rumah tersebut dikenal dengan nama yang mengacu pada akhirat, seperti Darul Aqabah (rumah perhentian) atau Darussalam (rumah keselamatan).
فمن رأى نفسه فيها وكان مريضًا أفضى إليها سالماً معافى من فتن الدنيا وشرها، وإن كان غير مريض فهي له بشارة على قدر عمله من حج أو جهاد أو زهد أو عبادة أو علم أو صدقة أو صنعة أو صبر على مصيبة، يستدل على ما أوصله إليها وعلى الذي من أجله بشر به بزيادة الرؤيا وشواهد اليقظة،
Barangsiapa melihat dirinya berada di rumah tersebut dalam keadaan sakit, lalu keluar dalam keadaan sehat dan selamat dari fitnah dunia, maka itu adalah kabar baik baginya. Jika ia tidak sakit, maka itu adalah kabar baik baginya sesuai dengan amalnya, seperti haji, jihad, zuhud, ibadah, ilmu, sedekah, keahlian, atau kesabaran menghadapi musibah. Untuk mengetahui apa yang membawanya ke rumah tersebut dan apa yang menjadi sebab kabar baik baginya, perhatikanlah perincian mimpi tersebut dan kejadian-kejadian nyata yang menyertainya.
فإن رأى معه في المنام كتبًا يتعلمها فيها، فعلمه أداء إليها كان فيها مصليًا فبصلاته نالها، وإن كان معه فرسه وسيفه فبجهاده بلغها، ثم على المعنى، وأما اليقظة فينظر إلى أشهر أعمالها عند نفسه وأقربها بمنامه من سائر طاعاته، إن كانت كثيرة فيها كانت البشارة في المنام.
Jika ia melihat dirinya sedang belajar dalam mimpi itu, maka ilmunya adalah yang membawanya ke sana. Jika ia sedang shalat, maka shalatnya yang membawanya ke sana. Jika ia bersama kudanya dan pedangnya, maka jihadnya yang membawanya ke sana. Kemudian, perhatikanlah amalan-amalan yang paling sering ia lakukan dalam kehidupan nyata dan paling dekat dengan mimpinya di antara semua ibadahnya. Jika amalan tersebut banyak dilakukan, maka kabar baik dalam mimpinya akan menjadi kenyataan.
وأما من بنى دارًا غير داره في مكان معروف أو مجهول، فانظر إلى حاله فإن كان مريضًا أو عنده مريض فذلك قبره، وإن لم يكن شيئًا من ذلك فهي دنيا يفيدها، إن كانت في مكان معروف، فإن بناها باللبن والطين كانت حلالًا، وإن كانت بالآجر والجص والكلس كانت حرامًا من أجل النار التي توقد على عمله،
Barangsiapa membangun rumah selain rumahnya di tempat yang dikenal atau tidak dikenal, perhatikanlah kondisinya. Jika ia sakit atau ada anggota keluarganya yang sakit, maka rumah itu adalah kuburnya. Jika tidak ada yang sakit, maka itu adalah dunia yang akan ia peroleh. Jika di tempat yang dikenal, jika dibangun dengan batu bata dan tanah liat, maka itu adalah harta yang halal. Jika dibangun dengan batu bata, plester, dan kapur, maka itu adalah harta yang haram karena api neraka akan dinyalakan atas perbuatannya.
وإن كان بناؤه الدار في مكان مجهول ولم يكن مريضًا، فإن كانت باللبن فهو عمل صالح يعمله للآخرة أو قد عمله، وإن كانت بالآجر فهي أعمال مكروهة يندم في الآخرة عليها، إلا أن يعود إلى هدمها في المنام فإنه يتوب منها.
Jika membangun rumah di tempat yang tidak dikenal dan ia tidak sakit, jika dibangun dengan batu bata, maka itu adalah amal saleh yang akan ia lakukan di akhirat atau sudah dilakukannya. Jika dibangun dengan batu bata, maka itu adalah perbuatan buruk yang akan ia sesali di akhirat, kecuali jika ia merobohkannya dalam mimpi, maka itu artinya ia bertaubat dari perbuatan tersebut.
أما الدار المجهولة البناء والتربة والموضع والأهل، المنفردة عن الدور، ولا سيما إن رأى فيها موتى يعرفهم، فهي دار الآخرة، فمن رأى أنه دخلها فإنه يموت إن لم يخرج منها، فإن دخلها وخرج منها فإنه يشرف على الموت ثم ينجو.
Rumah yang tidak dikenal bangunan, tanah, lokasi, dan penghuninya, yang terpisah dari rumah-rumah lain, terutama jika ia melihat orang mati yang dikenalnya di dalam rumah tersebut, maka itu adalah rumah akhirat. Barangsiapa melihat dirinya masuk ke rumah tersebut dan tidak keluar, maka ia akan mati. Jika masuk dan keluar, maka ia akan hampir mati kemudian selamat.
ومن رأى أنه دخل دارًا جديدة كاملة المرفق، وكانت بين الدور في موضع معروف، فإنه إن كان فقيرًا استغنى، وإن كان غنيًا ازداد غنى وإن كان مهمومًا فرج عنه، وإن كان عاصيًا تاب على قدر حسنها وسعتها، إن كان لا يعرف لها صاحبًا، فإن كان لـهـا صـاحـب فـهـي لصاحبها، وإن كانت مطينة٣ كانت حلالاً، وإن كانت مخصصة كان ذلك حرامًا.
Rumah Baru: Jika seseorang bermimpi memasuki rumah baru yang lengkap perabotannya dan terletak di tempat yang dikenal, maka jika ia miskin, ia akan menjadi kaya; jika ia kaya, kekayaannya akan bertambah; jika ia sedih, kesedihannya akan hilang; dan jika ia berdosa, ia akan bertaubat sesuai dengan keindahan dan keluasan rumah tersebut. Jika ia tidak tahu pemilik rumah tersebut, maka rumah itu adalah miliknya. Jika rumah itu kuat dan kokoh, maka itu adalah harta yang halal. Jika rumah itu terbuat dari bahan yang tidak murni, maka itu adalah harta yang haram.
وسعة الدار سعة دنياه، وسخاؤه، وضيقها ضيق دنياه وبخله، وجدتها تجديد عمله، وتطيينها دينه، وأما إحكامها فأحكام تدبيره، ومرمثها سروره. والدار من حديد طول عمر صاحبها ودولته. ومن خرج من داره غضبان فإنه يحبس لقوله تعالى: ﴿وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا﴾١.
Keluasan rumah melambangkan keluasan dunianya, kemurahan hatinya, dan kesempitan rumah melambangkan kesempitan dunianya dan kekikirannya. Memperbaiki rumah melambangkan pembaruan amalnya, dan melapisinya dengan tanah liat melambangkan agamanya. Kekokohan rumah melambangkan kekokohan pengaturan urusannya, dan kerusakan rumah melambangkan kesedihannya. Rumah yang terbuat dari besi menandakan panjang umur dan kekuasaan pemiliknya. Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan marah, maka ia akan dipenjara, sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, ” Dan (ingatlah kisah) Żun Nūn (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah.” (QS. Al-Anbiya: 87).
فإن رأى أنه دخل جاره، فإنه يدخل في سره، وإن كان فاسقًا فإنه يخونه في امرأته ومعيشته. وبناء الدار للعزب امرأة مرتفعة يتزوجها.
Jika bermimpi memasuki rumah tetangganya, maka ia akan mengetahui rahasia tetangganya. Jika tetangganya adalah orang fasik, maka tetangganya akan mengkhianatinya dalam hal istri dan harta bendanya. Membangun rumah bagi orang yang belum menikah melambangkan pernikahan dengan seorang wanita yang terhormat.
ومن رأى دارًا من بعيد نال دنيا بعيدة، فإن دخلها وهي من بناء وطين، ولم تكن منفردة عن البيوت والدور، فإنها دنيا يصيبها حلالًا، ومن رأى خروجه من هذه الأبنية مقهورًا أو متحولًا فهو خروجه من دنياه أو مما يملك على قدر ما يدل عليه وجه خروجه.
Jika melihat rumah dari jauh, maka ia akan mendapatkan dunia yang jauh. Jika masuk ke rumah yang terbuat dari batu bata dan tanah liat dan tidak terpisah dari rumah-rumah lain, maka itu adalah dunia yang akan ia dapatkan secara halal. Jika keluar dari rumah-rumah tersebut dalam keadaan tertekan atau berubah, maka itu berarti ia keluar dari dunianya atau dari apa yang ia miliki, sesuai dengan keadaan saat ia keluar.
وحكي أن رجلًا من أهل اليمن أتى معبرًا فقال: رأيت كأني في دار لي عتيقة فانهدمت عليَّ . فقال: تجد ميراثًا. فمل يلبث أن مات ذو قرابة فورث منه ستة آلاف درهم.
Diceritakan bahwa seorang lelaki dari Yaman datang kepada seorang ahli tafsir dan berkata, “Saya bermimpi seolah-olah saya berada di rumah tua saya dan rumah itu runtuh menimpa saya.” Ahli tafsir itu berkata, “Anda akan mendapatkan warisan.” Tidak lama kemudian, kerabatnya meninggal dan ia mewarisi enam ribu dirham.
ورأى آخر كأنه جالس فوق سطح داره من قوارير، وقد سقط منه عريانًا. فقص رؤياه، على معبر، فقال: تتزوج امرأة من دار الملك جميلة، لكنها تموت عاجلًا. فكان كذلك.
Orang lain bermimpi duduk di atas atap rumahnya yang terbuat dari kaca dan jatuh dari atas dalam keadaan telanjang. Ia menceritakan mimpinya kepada seorang ahli tafsir, lalu ahli tafsir itu berkata, “Anda akan menikahi seorang wanita dari keluarga kerajaan yang cantik, tetapi ia akan meninggal dengan cepat.” Dan begitulah yang terjadi.
وبيوت الدار نساء صاحبها، والطرز٢ والزقاق رجال، والشرفات للدار شرف الدنيا ورياسة، خزانها أمناؤه عن ماله من أهل داره، وصحنها وسط دولة دنياه، وسطحها اسمه ورفعته، والدار للإمام العدل ثغر من ثغور المسلمين.
Kamar-kamar dalam rumah melambangkan istri-istri pemilik rumah, sedangkan lorong-lorong dan gang-gang melambangkan laki-laki. Balkon adalah kehormatan dan kepemimpinan di dunia. Gudang adalah tempat penyimpanan harta bendanya yang dijaga oleh orang-orang kepercayaannya dari kalangan keluarganya. Halaman adalah pusat kekuasaannya di dunia, dan atap adalah namanya dan kedudukannya yang tinggi. Bagi seorang imam yang adil, rumah adalah benteng bagi umat Islam.
وهدم دار الملك المتعزز نقص في سلطانه وكون الرجل على سطح مجهول، نيل رفعة، واستعانة برجل رفيع الذكر، وطلب المعونة منه.
Merobohkan rumah seorang raja yang kuat melambangkan penurunan kekuasaannya. Seorang lelaki yang berada di atas atap yang tidak dikenal akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dan meminta bantuan kepada orang yang berpengaruh.
وقالت النصارى: من رأى كأنه يكنس داره أصابه غم أو مات فجأة، وقيل: إن كنس الدار ذهاب الغم والله أعلم بالصواب. وقيل: إن هدم الدار موت صاحبها.
Orang Nasrani mengatakan, “Barangsiapa bermimpi menyapu rumahnya, maka ia akan mengalami kesedihan atau meninggal mendadak.” Dikatakan juga, menyapu rumah berarti menghilangkan kesedihan. Dan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang lebih mengetahui kebenarannya. Dikatakan juga, merobohkan rumah berarti kematian pemiliknya.
٥ للأسواء: جمع سوء ومصيبة.
١ الغلق: القفل.
٢ سورة القصص، الآية: ۸۳.
٣ مطينة: مطلية بالطين.
١ سورة الأنبياء، الآية: ۸۷.
٢ الطرز: الشكل والهيأة.
Kitab Tafsir Ahlam – Ibnu Sirin Halaman 148 – 150 Cetakan Daarul Ma’rifah 2002
Jika menemukan kesalahan ketik, baris, terjemah, dan makna silahkan email kami di [email protected]
#tafsirmimpi #tafsirmimpiibnusirin #ibnusirin #tafsirahlam #ahlam #tafsirmimpiibnusirin #mimpi #rumah #keluarga #kehidupan











