Kitab – Al-Adzkar
Website – https://kitabkuning.id/apps/id-kitabkuning-aladzkar-nawawi
Playstore – https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kitabkuning.aladzkar.nawawi
[فصل]: ينبغي أن يكون الذاكرُ على أكمل الصفات،
[Bab]: Hendaknya Orang yang Menyebut Nama Allah Memiliki Sifat-Sifat yang Sempurna
فإن كان جالسًا في موضع استقبل القبلة وجلس مُتذلِّلًا مُتخشعًا بسكينة ووقار، مُطرقًا رأسه،
Jika orang yang menyebut nama Allah duduk, maka:
Menghadap kiblat.
Duduk dengan penuh ketundukan dan kekhusyu’an, tenang dan berwibawa.
Menundukkan kepala.
ولو ذكر على غير هذه الأحوال جاز ولا كراهة في حقه، لكن إن كان بغير عذر كان تاركًا للأفضل.
Jika menyebut nama Allah tidak dengan keadaan seperti ini, maka hal itu diperbolehkan dan tidak makruh. Akan tetapi, jika tidak ada alasan, maka ia telah meninggalkan hal yang lebih baik.
والدليل على عدم الكراهة قول الله تعالى: {إنَّ في خَلْقِ السَّمَوَاتِ والأَرْضضِ واخْتِلَافِ اللَّيْلِ والنَّهارِ لآياتٍ لأُولِي الألْبابِ. الَّذينَ يَذْكرُونَ الله قِيامًا وَقُعوداَ وَعلى جُنوبِهمْ وَيَتَفكَّرُونَ في خَلْقِ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ..} [آل عمران: ١٩٠ـ ١٩١].
Dalil yang menunjukkan bahwa hal itu tidak makruh adalah firman Allah SWT:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring di sisi mereka, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi …” (QS. Ali Imran: 190-191).
وثبت في الصحيحين (١)، عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسولُ الله صلى الله عليه وسلم يتكىء في حجري وأنا حائض فيقرأ القرآن. رواه البخاري ومسلم.
Telah terbukti dalam hadits sahih (1) dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah SAW bersandar di pangkuanku saat aku sedang haid dan beliau membaca Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim).
وفي رواية: ورأسه في حجري وأنا حائض (٢). وجاء عن عائشة رضي الله عنها أيضًا قالت: إني لأقرأ حزبي وأنا مضطجعةٌ على السرير.
Dalam riwayat lain: “Dan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid.” (2).
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha juga berkata: “Aku membaca hizbku (bagian Al-Qur’an) saat aku berbaring di tempat tidur.”







